Bangoers...

Mau menanggapi curhatan Mbak Inda mengenai Bakmi Gang Kelinci.  Kebetulan 
rumahku di daerah Bintaro dan lumayan sering beli Bakmi Gang Kelinci yang di 
Bintaro Plaza.  Memang sih lebih sering untuk bawa pulang, tapi setau dan 
seingatku mereka tidak menggunakan plastik dan styrofoam untuk peralatan makan. 
 Semuanya menggunakan mangkok, piring, gelas beling dan sendok garpu yang 
memang proper untuk makan.

Kebetulan saya belum pernah ke Bakmi Gang Kelinci yang ibu maksud, jadi saya 
berasumsi mungkin cabang yang di PRJ Kemayoran merupakan cabang Gang Kelinci 
yang type 'express' yang biasa ada di foodcourt?  Karena biasanya makanan yang 
di Food Court menggunakan peralatan makan plastik karena beberapa tahun lalu 
saya juga pernah makan Bakmi GM di Automall pake sendok plastik dan mangkok 
styrofoam.

By the way,cabang yang pertamanya (atau pusatnya) bukan di Sabang, tapi di 
Pasar Baru, masuk gang kecil. Entah kalo yang ini sudah tutup ya, karena sudah 
lama sekali ndak pernah makan di Pasar Baru.

Sekian sharingnya...


Lisa
yang sering pesen bakmi goreng & baso kuah Gang Kelinci




________________________________
From: mediacare <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, April 17, 2009 11:13:46 AM
Subject: [bango-mania] Ilfil Bakmi Gang Kelinci





Oleh: Inda Susanti
 
Saat mengetik notes ini, saya baru saja menyeruput sesendok kuah terakhir 
dari mi ayam jamur di Bakmi Gang Kelinci kawasan PRJ Kemayoran. Cukup nikmat, 
sesuai bayangan saya saat membaca spanduknya. Tak heran, bakmi yg berpusat di 
jalan Sabang Jakpus ini memang sudah ngetop, setidaknya di Jakarta. Sayangnya, 
saya memutuskan inilah mangkuk mi pertama sekaligus terakhir yang saya nikmati. 
Ya, saya tidak akan membeli mi ini lagi sebelum pengelolanya tergugah untuk 
menjalankan "hidup hijau".

Selepas membayar Rp19ribu untuk semangkuk mi ayam jamur dan sebotol air 
mineral, saya duduk menunggu pesanan. Uhm, meja yg sangat minimalis. Hanya ada 
wadah berisi sumpit, sedotan, dan sendok-garpu yg terbuat dari PLASTIK! Tak 
lama, mi pesanan saya datang. Omg, mangkuk wadah mi-nya terbuat dari STYROFOAM 
yg dialasi sehelai (lagi-lagi) PLASTIK!! Saat saya melirik orang di meja 
sebelah, tampak ia tengah menyeruput es teh dalam gelas PLASTIK!!!

Okelah kita memang masih sulit utk sama sekali bebas dari barang bernama 
PLASTIK. Untuk makanan yg di-takeaway ya it's okelah, tapi jika dine-in alias 
makan di tempat, kenapa harus pakai yg serba PLASTIKKK??? Saya benar-benar tak 
habis pikir, jujur ini restoran pertama yg gw temuin sangat tidak mencerminkan 
gerakan go green. Entahlah di cabang lainnya begini juga ga ya???
 
 
http://www.facebook .com/profile. php?id=134277203 0&ref=profile# /note.php? 
note_id=83225349 702&comments
 
 
Please add my Facebook: 
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
   


      

Kirim email ke