Jadi inget film The Bucket List yang dibintangi Morgan Freeman dan Jack 
Nicholson. Jack selalu membanggakan kopi luwak dari Sumatra-nya, karena di 
Amerika juga termasuk minuman berkelas :)
sedangkan Morgan selalu meremehkannya. Semua gara-gara ada tulisan di internet 
yang memuat kalau kopi luwak dihasilkan dari kotoran luwak. Tentunya yang 
mereka minum dan Anda minum juag sudah melalui proses sterilisasi kan? hehe.

--- On Fri, 4/24/09, Abdur Rohman <[email protected]> wrote:

From: Abdur Rohman <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Kopi Luwak
To: [email protected]
Date: Friday, April 24, 2009, 10:35 AM













Kopi Luwak 

SURABAYA FOOD | Sudah sejak lama negara kita terkenal sebagai salah satu 
penghasil kopi terbaik di dunia. Walaupun bisa dibilang, bahwa jenis kopi pada 
dasarnya hanya ada dua macam saja yaitu Arabica dan Robusta, namun kondisi 
geografis dari tiap-tiap daerah dan proses pengolahan sangatlah berperan dan 
juga memberi warna tersendiri bagi kopi yang dihasilkan. Sebut saja Kopi Aceh, 
Kopi Toraja, Kopi Bali atau Kopi Jos dari Jogjakarta, masing-masing mempunyai 
ciri khasnya sendiri.

Selain jenis-jenis kopi yang telah disebutkan diatas, Indonesia juga merupakan 
penghasil salah satu kopi terbaik dan termahal di dunia. Kopi Luwak. Mungkin 
sudah banyak yang mendengar tentang Kopi Luwak, banyak juga yang menganggapnya 
hanya mitos belaka. Tapi mungkin hanya beberapa saja yang benar-benar mengenal 
apa itu Kopi Luwak.

Dapat dimengerti mengapa hanya sedikit saja yang tahu mengenai Kopi Luwak ini. 
Selain memang termasuk barang langka, pada tahun 80an dan 90an Kopi Luwak 
sempat hilang dari peredaran dan menjadi legenda atau mitos bahan obrolan 
diantara para penggemar kopi. Baru akhir-akhir ini Kopi Luwak kembali muncul 
dan menjadi simbol kenikmatan dan kemewahan di dunia pencinta kopi 
Internasional.

Kopi Luwak adalah kopi yang dihasilkan dari biji kopi yang diambil dari kotoran 
Luwak. Luwak adalah hewan omnivora sejenis musang yang banyak hidup di Pulau 
Jawa dan Pulau Sumatera. Luwak sangat menyukai kopi dan mereka hanya 
mengkonsumsi buah kopi yang terbaik dan yang sudah benar-benar matang. Sebelum 
memakannya, Luwak mengupas terlebih dahulu buah kopi sebelum memakan daging 
buahnya. Biji kopi yang ikut termakan akan ikut keluar secata utuh bersama 
dengan kotoran Luwak, karena pencernaan Luwak tidak mampu mencerna biji kopi 
tersebut. Selama dalam perut Luwak, biji kopi tercampur dengan enzym yang 
dihasilkan di dalam saluran pencernaan dan mengalami semacam proses fermentasi. 
Proses tersebutlah yang pada akhirnya menghasilkan kopi yang memiliki cita rasa 
dan aroma yang luar biasa.

Berbicara mengenai rasa, Kopi Luwak memiliki tekstur rasa yang lembut dengan 
rasa pahit yang kuat namun sedikit terselubung, tidak sampai mengganggu indera 
pengecapan. Aromanya pun sangat harum. Namun yang paling menjadi keistimewaan 
Kopi Luwak adalah after taste yang tidak ada tandingannya. Cara paling tepat 
untuk menikmati Kopi Luwak adalah seperti menikmati segelas Wine terbaik. 
Pertama-tama hirup dulu wangi aromanya, kemudian teguk perlahan, sedikit demi 
sedikit sambil dikecap beberapa kali. Biarkan sensasi rasa Kopi Luwak memenuhi 
rongga mulut, setelah itu biarkan after taste Kopi Luwak bertahan dalam mulut. 
After taste Kopi Luwak dapat bertahan selama beberapa jam. Menurut mereka yang 
pernah menikmatinya, After Taste Kopi Luwak bertahan antara 4-6 jam.

Untuk dapat menikmati rasa dan aroma Kopi Luwak secara optimal dan maksimal, 
sangatlah disarankan untuk tidak mencampurnya dengan susu. Penambahan gula atau 
pemanis pun disarankan hanya sedikit saja. Bila perlu tanpa gula atau pemanis 
sama sekali.

Untuk seorang penikmat kopi sejati sudah selayaknya dan sepantasnya apabila 
Kopi Luwak ditempatkan dalam daftar menjadi salah satu kopi yang wajib 
dinikmati.(Judith)

Sumber: www.surabayafood. com
Ayo jalan-jalan dan jajan-jajan bareng http://kecap- bango.blogspot. com
















      

Kirim email ke