Rawon Pak Pangat, Murah Namun Terasa




RAWON
bukan lagi makanan aneh bagi warga Surabaya. Tak heran bila begitu
banyak yang ketagihan makanan berkuah hitam ini. Padahal, variasi rawon
dari hari ke hari ya itu-itu saja, sehingga yang bisa dijual dan
menjadikannya laris-manis hanyalah keberanian pemilik warung (resto)
menjual sensasi agar calon pengunjungnya penasaran, lantas mencobanya.
Simak
saja Rawon Setan. Depot rawon yang kali pertama ada di kawasan Jalan
Embong Malang Surabaya itu melambung seantero nusantara juga berkat
sensasi namanya. Sementara untuk masalah rasa dan variasi hidangan
selalu sama, sebagaimana rawon-rawon kebanyakan. Kuah hitam, empal
sapi, perkedel, telur asin, tempe goreng, juga taburan kecamba dan
bawang goreng.
Nah, setelah sekian lama tidak menyantap sajian
rawon, pekan kemarin (6/7) saya kembali terusik oleh kehadiran depot
rawon baru “Rawon Pak Pangat” di Ruko Lotus Jl. Ketintang Baru Selatan
1/15 Surabaya. Sebenarnya depot tersebut merupakan cabang Rawon Pak
Pangat yang sangat terkenal di dalam kompleks Pasar Wonokromo Surabaya,
sekarang DTC (Darmo Trade Centre) Surabaya.
Yang istimewa dari Rawon
Pak Pangat ini terletak pada empal suwirnya. Inilah yang menjadi ciri
khasnya, sehingga orang yang pernah makan di sana selalu terkenang akan
empal suwir yang lezat ini. Ya, karena selama ini orang menikmati rawon
tak bisa lepas dari empal. Sementara kebanyakan empal yang terbuat dari
daging sapi yang dikeringkan itu cenderung alot (keras) sehingga perlu
perjuangan esktra untuk melumatnya dalam mulut.

Tiga Varian Menu
Ketika
memperhatikan daftar menu utama, saya melihat depot ini mengandalkan
rawon sebagaimana namanya. Setidaknya ada tiga varian menu rawon yang
ditawarkan, seperti Nasi Rawon Suwir (nasi putih, empal suwir, dan kuah
rawon), Nasi Rawon Krengsengan (nasi putih, empal suwir, krengsengan,
dan kuah rawon), Nasi Rawon Campur (nasi putih, empal suwir,
krengsengan, bali tahu, dan kuah rawon). Sementara bagi yang
menginginkan bukan rawon, tersedia menu pilihan antara lain Nasi
Krengsengan dan Nasi Campur.

Sebagai pelengkap menikmati nasi
rawon yang sangat maknyuzz disantap panas-panas, tersedia beberapa
varian kerupuk. Selain kerupuk udang yang sudah sangat familier sebagai
teman setiap makan rawon, ada pula kerupuk bulat khas Padang, dan satu
lagi kerupuk khas Sidoarjo.
Untuk minumannya, terdapat pilihan
antara lain Es Jeruk, Teh, dan Sinom. Sepertinya kurang pas, sehabis
makan rawon panas dilanjutkan minum es. Jadi, sebaiknya untuk sementara
menanggalkan es-nya dulu agak tak menjadikan gigi cepat rapuh.
Soal
tempat, sangat kondusif dan representatrif untuk makan siang, baik
sendirian, bersama teman kantor, maupun beserta keluarga. Tempatnya
bersih dan sangat modern. Meja, kursi dan interiornya cukup
mengasyikkan, sehingga membuat makan pun sangat nyaman. Sedang soal
harga tak perlu khawatir kemahalan, karena di papan dan list menu jelas
tepampang besar-besar harga per porsi Rp. 8.000 untuk semua menu.
Kecuali Nasi Kotak yang dibandrol Rp. 8.500. (arohman)

Sumber: blog arohman
Klik juga http://kecap-bango.blogspot.com


      

Kirim email ke