JK Penasaran Rawon Setan
Selasa, 24 Maret 2009 | 13:37 WIB
Surabaya--Rawon
setan membuat Wapres H.M Jusuf Kalla penasaran. Ketika Senin (23/3)
sore kemarin mampir ke warung rawon setan, wapres menanyakan banyak hal
mengenai salah satu ikon kuliner Surabaya itu. Di
sela kunjungan ke Jawa Timur, Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar
menyempatkan waktunya untuk mencicipi rawon. Pilihannya kemudian jatuh
ke rawon setan. ”Karena namanya unik dan sudah dikenal sampai di
Jakarta,’’ kata H.M Alwi Hamu, orang dekat Kalla. Kalla
sudah lama mendengar rawon setan dan dibuat penasaran oleh reputasinya.
Tapi baru kemarin ia sempat punya waktu untuk memenuhi rasa
penasarannya. ”Namanya memang unik,’’ celetuk Menteri BUMN M Sofyan
Jalil yang ikut dalam rombongan. Terlihat
pula Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal dengan penampilan khas
kepala plontosnya. ”Iya ya, namanya bisa bikin orang penasaran,’’ kata
Jusman yang mengaku baru sekali mencicipi rawon setan. Bagi
kedua menteri itu nama Rawon Setan mempunyai daya tarik marketing yang
hebat. Orang akan dibuat bertanya-tanya begitu mendengar namanya.
”Ternyata rasanya juga khas dan beda dengan rawon yang pernah saya
makan,’’ kata Sofyan. Wapres
Kalla juga menanyakan perihal nama yang unik itu kepada Ny Lusi dan Ny
Endang yang mengelola warung ukuran 3x6 meter di Jl Embong Malang itu.
”Kenapa namanya warung setan, Bu?’’ tanya Kalla. ”Iya pak, soalnya dulu
kami buka tengah malam sampai pagi,’’ jawab Ny Lusi. Mendengar
jawaban Ny Lusi, seorang wartawan nyeletuk, ”Wah sekarang rawon
setannya kok buka siang.’’ Seorang wartawan lainnya menjawab sekenanya,
‘’Berarti setan kesiangan.’’ Kontan suasana warung yang agak pengap
karena kerumunan puluhan orang itu meledak oleh koor tawa. Kalla
memang menyempatkan waktu bertemu dengan pengurus PWI Jatim dan
pimpinan media massa Jatim dalam kesempatan itu. Di tengah-tangah
menikmati rawon, wapres berdialog singkat dengan pimpinan media
mengenai perkembangan kondisi umum media massa di Jatim. Wapres
terlihat menikmati seporsi rawon dengan nasi putih. Ia duduk ditemani
Gubernur Jatim Soekarwo dan Menhub Jusman. Di meja depan duduk Ny
Mufidah Jusuf Kalla dan Ny Nina Soekarwo. Kalla juga mencoba kerupuk dan telur
asin yang menjadi side dish
khas rawon. Dalam dialog dengan Ny Lusi, pemilik warung, wapres sempat
bertanya apa sudah mendapatkan bantuan kredit dari bank. Ny Lusi
menjawab sudah mendapat kredit dari BRI. Ketika
menikmati rawon dan segelas teh hangat Wapres hanya menggunakan sendok
saja dan tidak memakai garpu yang dibiarkan tergeletak di meja. Sebelum
makan dia menyingsingkan lengan baju cokelatnya sambil berkata kepada
orang-orang di sekitarnya. ‘’Ayo, langsung saja makan.’’ Sebelum
memasuki warung Kalla sempat mampir ke posko H.M Khasan SH, caleg
Partai Golkar untuk DPRD Surabaya untuk salat Ashar. Posko itu berada
persis di sisi kiri warung. Khasan yang dikenal sebagai pemilik rumah jahit
‘Rifash’ itu menyambut langsung Kalla. ‘’Saya senang dan bangga disambangi
Wapres,’’ kata Khasan. ‘’Tidak banyak caleg Golkar yang mendapat
keberuntungan seperti saya,’’ tambah Khasan dengan senyum lebar. Ketika
meninggalkan warung, Kalla melambaikan tangan kepada puluhan warga yang
berdiri di seberang jalan untuk menyaksikan tamu istimewa itu. Jalan di
sekitar Embong Malang sempat macet beberapa saat karena kehadiran
wapres dan rombongan. ror