Sajian Nasi Bakar Menggugah Selera



BELUM
makan kalau belum makan nasi. Itu adalah ungkapan yang menggambarkan
selera kuliner sebagian besar masyarakat Indonesia. Nasi yang merupakan
sumber karbohidrat tersebut sudah menjadi sajian utama yang sepertinya
wajib di santap setiap hari.

Apa pun bentuknya, mulai nasi putih
biasa, dibuat lontong, pun dibikin bubur, nasi sangat familier bagi
lidah lokal. Seja­tinya, untuk menambah ragam plus taste dari nasi
banyak sajian yang bisa diciptakan.

Mulai nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, sampai nasi kebuli. Teman nasi pun 
beraneka ragam.

Maka,
tidak heran bila di seluruh Indonesia, ragam masakan yang berbahan
dasar beras atau nasi, kerap dijumpai. Selain dijual bebas dengan harga
terjangkau, rasa yang sudah akrab di lidah menjadi andalan tersendiri.

Salah
satu sajian berbahan nasi yang sedang laris saat ini adalah nasi bakar.
Menurut Vera Sasmita, owner Frangipani Indonesian Kitchen, nasi bakar
adalah produk proses lanjutan dari nasi yang sudah diolah. "Kita
mencampur bumbu-bumbu dan bahan makanan lain ke nasi yang sudah matang.
Kemudian, dibungkus daun pisang dan dibakar," ujar wanita 34 tahun itu.

Dijelaskan
pencinta sekaligus pemerhati kuliner tersebut, nasi bakar terasa
istimewa karena begitu dibuka dari bungkusnya mengeluarkan aroma khas
yang mampu membangkitkan selera makan. "Kuncinya adalah proses
pembakaran. Sebaiknya, dibakar di atas arang sehingga lebih kental
aromanya," saran Vera.

Memang, ragam kuliner nasi bakar tersebut
identik dengan makanan Sunda. Padahal, ada bermacam jenis nasi bakar.
Ada nasi bakar ala Jawa, Padang, Sunda, nasi bakar pindang, atau nasi
bakar liwet. Semua memiliki ciri-ciri tersendiri.

Misalnya, nasi
bakar ala Jawa Barat. Campuran yang dipakai pada nasi bakar Jawa Barat
yang juga kerap disebut nasi berbumbu, biasanya hati, ampla ayam, usus,
dan telur ikan.

Nanti, nasi yang sudah dicampur dengan
bahan-bahan kemudian dibakar itu bisa disantap dengan lauk lain. Di
Frangipani yang juga menyajikan nasi bakar, lauk yang dipilih antara
lain opor ayam, tempe/tahu bacem, daun singkong rebus, telur pindang,
sambal ikan bilis, plus sambal hijau.

Istimewanya, semua lauk
tambahan tersebut juga dibungkus daun dan dibakar. "Jadi, aromanya dan
rasanya lebih kuat," terang pemilih gerai yang berada di The Loop,
Plaza Graha Family, Surabaya itu.(ign/tia)

Sumber: JAWAPOS
Foto by: http://kulinerkita.multiply.com
klik juga http://kecap-bango.blogspot.com atau www.bangomania.org


      

Kirim email ke