Jajanan dan Menu Buka Puasa



Mau
buka puasa dengan enak, santai, murah dengan pilihan menu beragam,
tetapi cukup di tepi jalan? Sejumlah pasar kaget atau pasar musiman
yang hanya muncul pada bulan puasa di Jakarta dan sekitarnya bisa
dijadikan pilihan.

Ragam makanan di pasar kaget sangat banyak.
Mulai dari yang segar, pedas, harus dimakan saat itu juga, hingga yang
bisa dihangatkan kembali keesokan hari.

Menunya juga bisa
dibilang menu Nusantara. Dari mi aceh, pempek palembang, asinan betawi,
nasi liwet solo, ikan masak woku manado, hingga es palubutung makassar.

Pasar
kaget menjadi jawaban bagi warga Ibu Kota yang sibuk hingga tidak bisa
menyiapkan santapan berbuka puasa dan sahur di pagi hari. Dengan uang
sedikit, sudah bisa mencicipi aneka hidangan.

Di akhir pekan
seperti sekarang, mengunjungi pasar kaget yang ada di Jakarta dan
sekitarnya juga menjadi acara yang menyenangkan.

Pasar kaget yang cukup besar dan terletak di tengah Ibu Kota adalah Festival 
Ramadhan Lapangan Banteng 2009.

Festival
yang dibuka pada Jumat (28/8) dan akan berakhir Selasa (15/9) ini
sengaja digelar agar warga masyarakat bisa melewatkan waktu menunggu
buka yang bermanfaat. Saling bertemu bersilaturahim antarwarga,
mendengarkan alunan musik Islami atau sekadar berjalan-jalan bersama
keluarga dan teman. Untuk itu, festival yang setiap hari dibuka pukul
16.00 hingga malam hari ini diberi tema khusus ”Silaturahim Penuh
Damai”.

Jalan Soka, Kompleks Nyiur Melambai, Semper Utara, Koja,
Jakarta Utara, ditutup hingga tanggal 18 September karena di jalan itu
digelar pasar kaget hidangan berbuka puasa. Pengelolanya adalah Karang
Taruna RW 06. Dana hasil dari pasar kaget itu akan disumbangkan untuk
anak yatim piatu dan pembangunan masjid.

Pasar Rebo dan
sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur, juga bisa
dikunjungi. Apalagi jika sedang terjebak kemacetan di kawasan itu. Ada
yang menyediakan menu ikan bakar, pecel lele, pecel ayam dan ayam
bakar, sop dan soto, atau juga sate dengan minuman ringan.

Di
Kalimalang, ada yang sudah buka sejak pukul 17.00, tetapi kebanyakan
baru buka sekitar pukul 17.30. Sementara di Pasar Rebo, pedagang kaki
lima atau pasar kaget (musiman) yang menjajakan menu buka puasa ini
sudah mulai ramai dan ditunggui pengunjung sekitar pukul 17.00. Dua
kawasan ini sangat padat pengunjung, lalu lintas cenderung macet.

”Saya
dan keluarga lebih suka menghabiskan magrib di sini. Puasa terasa lebih
menyenangkan sambil melihat sebagian wilayah kota dari jalan layang
Pasar Rebo ini,” kata Usman (32) bersama istrinya Siti (27) dan kedua
anaknya yang masih kecil hari Jumat (28/8) petang.

Beragam sajian

Dari
banyaknya stan, terlihat bukan cuma makanan takjil, seperti kolak
pisang, biji salak, es buah atau paket nasi, yang ditawarkan ke
pengunjung. Di Festival Ramadhan, sebanyak 44 kelurahan di Jakarta
Pusat pun memamerkan olahan makanan unggulan, mulai dari kue kering
sampai kue-kue basah tradisional. Mau cari roti buaya khas Betawi itu
juga ada. Mau beli sepeda motor dan mobil di festival ini pun bisa.

”Mau
beli sekarang bisa, mau pesan boleh,” kata Ny Enim, salah satu penjaga
stan kue kering, saat bersiap menjelang pembukaan festival, Jumat siang.

Masakan
khas daerah lain, mulai dari masakan padang, jawa, hingga aneka masakan
berkuah turut tersedia. Pokoknya, kebutuhan perut dijamin terpenuhi.

Wali
Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni menambahkan, ditilik dari namanya
saja, yaitu Festival Ramadhan, tentu saja tidak hanya makanan yang
tersedia di sini.

”Ada lomba bernuansa Islami, ada kerajinan
tangan unggulan dari kelurahan-kelurahan kami, pakaian Muslim dan
perlengkapan ibadah jadi bermutu, tetapi harga miring pun ada. Sekadar
hiburan saat ngabuburit selalu menemani pengunjung setiap harinya,”
kata Sylviana.

Bicara soal hiburan, pertunjukan khas Festival
Ramadhan adalah musik marawis, lomba pukul beduk, menghafal Al Quran,
serta pembacaan puisi dan syair berisi puji-pujian kepada Sang Pencipta
atau surat-surat Al Quran.

Lapangan Banteng juga amat dekat
dengan Masjid Istiqlal. Jadi, seusai membatalkan puasa dengan takjil
bisa cepat melangkah menuju masjid untuk menunaikan shalat. Dari hiruk
pikuk festival kemudian masuk ke Istiqlal yang adem dan bersujud di
hadapan Ilahi, sungguh nyaman rasanya. (NEL/CAL/ARN)

Sumber: KOMPAS
Kunjungi selalu blog BANGOMANIA di http//:bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke