Lezatnya Gurami Lombok Ketok Favorit Raja



JAKARTA
| Di rumah Gusti Joyokusumo ini bukan hanya suasana keraton Jawa yang
bisa dinikmati tetapi juga aneka sajian hidangan keraton. Makanan
keraton dari resep turun temurun ini sangat memikat selera. Dari
namanya yang unik hingga citarasanya yang penuh pesona. Semuanya hanya
bisa dinikmati di sini!

Meskipun sudah agak lama saya tak
singgah ke resto yang dikelola oleh GBPH Joyokusumo, adik Sri Sultan
Hamengkubuwono X ini tetapi suasananya tak jauh berubah. Resto bernama
Gadri Resto ini ada di kawasan Rotowijayan, sebelah barat keraton dan
mulai dibuka tahun 1984.

Begitu sampai di pendopo yang luas
berlantai marmer, kami langsung disambut hangat oleh pelayan. Untuk
bersantap bisa memilih di teras luar atau di ruang makan bagian dalam.
Di depan teras ini ada tempat untuk pertunjukan tari yang biasa digelar
untuk rombongan tamu.

Segala jenis benda pusaka dipajang di tiap
sudut rumah tanpa mengubah tatanan seperti rumah umumnya. Ada kurungan
ayam yang biasa dipakai untuk upacara ‘tedak sinten’ atau turun tanah,
segala jenis keramik dinding, peralatan rumah, tombak dan beragam
hiasan lain yang diatur seperti di rumah biasa. Rumah yang berfungsi
sebagai resto dan museum ini memang banyak memberikan informasi tentang
kehidupan keluarga sultan.

Di bagian dalam sebelum sampai ke
ruang makan, ada kamar sultan lengkap dengan ranjang kuno, kaca hias
oval panjang, meja rias marmer yang semua ditata layaknya sebuah kamar
tidur. Di ruang tengahpun (Peringgitan) dengan furnitur jati ditata
seperti ruang keluarga lengkap dengan TV plasma berukuran besar.
Tamupun bisa duduk dan berfoto di lokasi ini.

Ruang makan
terletak agak di belakang, ada yang berupa meja panjang dengan 20 kursi
dan ada juga yang berupa meja-meja bundar. Kami memilih duduk di meja
bundar bersisian dengan seperangkat gamelan kuno bernama Kyai Retno
Puspo. Jika ada acara khusus maka tamu yang makan akan diiringi dengan
live music berupa gamelan.

Buku menu yang disodorkan sedikit
berubah dari yang dulu. Selain makanan khas keraton juga diselipkan
berbagai jenis makanan Barat yang populer seperti sandwich, spaghetti,
steak Seperi sup vermicelli, breaded chicken stick, dan penne
carbonara. Mungkin menu ini untuk menyesuaikan selera tamu yang datang.

Seporsi
nasi blawong, gurami lombok ketok, manuk nom dan wedang secang menjadi
pilihan kami untuk santap malam. Ada berbagai pilihan menu lainnya
seperti Urip-urip Gurami, prawan kenes, kapiratu, tapak kucing dan
lain-lain. Semuanya memakai nama yang unik dan merupakan makanan
favorit sultan-sultan Yogyakarta.

Bukan hanya namanya yang unik,
pemilihan bahan, pemaduan dan proses pemasakannya juga berbeda dengan
makanan awam sehingga cita rasanya tentulah lebih utama. Inilah yang
saya buktikan kembali dengan racikan nasi blawong. Racikan nasi plus
lauk kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan IX ini warnanya
sedikit kecokelatan, mirip nasi merah.

Di kelilingnya ditata
aneka lauk seperti ayam goreng lengkuas, lombok ketok, telur dengan
sambal plus irisan timun dan tomat. Rasa nasinya yang pulen makin enak
dengan serpihan rempah, ada jejak bawang putih, kencur, merica dengan
sentuhan rasa pedas yang lamat. Lombok kethok yang tak laina dalah
oseng cabai hijau dan merah besar dengan daging sandung lamur berbumbu
kecap terasa pedas manis dan gurih.

Tak kalah enaknya ayam
lengkuas yang garing dengan serpihan lengkuas dan ketumbar yang wangi
semerbak. Gurami Lombok Kethok yang kami pesanpun tak mengecewakan.
Daging ikan gurami disayat tipis lalu dibalut tepung dan digoreng
kering. Dipadu dengan bumbu cabai merah dan hijau besar dengan kecap
manis. Gurih, pedas, manis, sebuah paduan rasa yang sedap di lidah.

Rasa
pedaspun saya redakan dengan suguhan Manuk Nom yang berwarna hijau
kuning memikat mata. Dessert ini seperti puding kukus yang terbuat dari
tape ketan hijau, adonan telur susu dengan rasa legit plus aroma wangi
pandan. Cara menyantapnya, dengan memakai emping goreng yang
disendokkan pada puding yang lembut ini. Hmm... sebuah paduan yang
renyah gurih, lembut manis, benar-benar sebuah 'ending' yang sempurna!.

Tiupan
udara malam yang dingin pun kami usir dengan segelas wedang secang yang
wangi semerbak, pedas dan menghangatkan badan. Semua resep-resep
warisan para juru masak keraton ini memang dibukukan dan dicatat secara
rapi olah istri Gusti Joyokusumo, BrAy. Hj. Nuraida Joyokusumo yang
mengelola resto ini. Sebuah terobosan baru untuk melestarikan kuliner
keraton yang patut dihargai. (dev/Odi) 

Gadri Resto
Jl. Rotowijayan No.5 Kraton, Yogyakarta (sebelah barat Kraton Jogja)
Telepon : (0274) 373520
Yogyakarta
Jam buka : 08.00 – 20.00
Harga : makanan mulai dari Rp. 10.000,00 – Rp. 60.000,00 per porsi

Sumber: detikfood
Kunjungi juga Blog Bangomania http://bango-mania.blogspot.com/





Posted by
ruang baca


at
1:24 AM
























Labels:
Gurami Lombok




      

Kirim email ke