Wah bener nih, jadi pingin ke Banda Aceh lagi mgerasain mie bang Razali. Hmmm... nikmatnya masih terasa sampai saat ini
waktu ke medan kemarin pingin mampir di titi bobrok juga gak kesampaian nasib..nasib... salam kangen kuliner Aceh Pada 18 Desember 2009 20:45, Dhani Iqbal <[email protected]> menulis: > > > Mie Aceh > Oleh Diu Oktora > > Mie Aceh dibuat dengan rempah-rempah yang khas dan termashyur. Inilah jenis > kuliner yang mampu menggedor imajinasi Anda pada makanan. > > Di Banda Aceh, salah satu tempat “jempolan” yang menjual mie kepiting > adalah di kedai Mie Razali. Kedai yang terletak di Jalan Panglima Polim ini > setiap harinya ramai dikunjungi pembeli. Di sini orang tidak hanya memburu > mie kepiting, tetapi juga versi lain, seperti mie udang, daging, atau > seafood. > > Mie Aceh dapat dicicipi dengan dua cara, yakni digoreng atau direbus alias > menggunakan kuah. Untuk rasa, Anda bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas > atau tidak. Mie kepiting biasanya disantap ketika masih hangat, tentu dengan > tak melupakan emping dan acar bawang merah sebagai pendamping santapan. > Dengan menyantap mie kepiting, Anda akan merasakan rempah-rempah khas Aceh > secara kental. Rempah-rempah ini tidak hanya terasa di setiap helai mie, > tetapi juga saat Anda menyantap daging kepitingnya. > > Selengkapnya klik di sini <http://wisataloka.com/boga/mie-aceh/>. > > > Salam, > TM. Dhani Iqbal > > > -- eshape http://eshape.blogspot.com/ http://eshape.wordpress.com/2009/12/09/kerja-keras-itu-perlu-energi-berlebih-kita/
