Nasi Tiwul Plus Kalakan Hiu, Uenake Poll!



Hidangan
sederhana khas Pacitan ini memang membuat mata merem-melek. Daging
kalakan hiu yang gurih sangat pas beradu dengan sambal mentah yang
pedas menyetrum lidah. Nasi tiwul, kenikir plus siraman kuah jangan
kalakan hiu membuat makan siang kali ini... uenake poll!

Pulang
kampung selalu menjadi primadona bagi para perantau termasuk saya
tentunya. Salah satu yang membuat saya rindu pulang kampung ke Pacitan
adalah makanannya yang kebanyakan sulit didapati di perantauan.
Untunglah liburan kemarin saya pun berkesempatan untuk pulang kampung
lagi.

Siang itu sekitar pukul 10 pagi seorang teman mengajak
keliling kota pacitan tercinta. Mencoba mendatangi teman lama SMA yang
lama tak jumpa namun tak menunjukkan hasil. Akhirnya temanku mengajak
untuk mencari warung makan. Sayapun mendukung penuh ide teman saya
tersebut karena saya baru ingat ternyata dari pagi saya belum makan.

Pencarian
warung membuat perut ini semakin keroncongan. Akhirnya kami berdua tiba
di sebuah warung yang berada di atas bukit pantai Teleng Ria Pacitan.
Warung ini bernama Warung Tiwul Bu Gandos. Setelah memarkir mobil di
pinggir jalan karena memang tidak ada tempat khusus parkir, kami berdua
memasuki warung Bu Gandos yang ternyata sudah dipenuhi pengunjung.

Konsep
warung lesehan ini memiliki pemandangan langsung pantai teleng ria.
Angin pantai yang semilir sungguh menjadi nilai tambah tersendiri bagi
warung ini. Dikarenakan lagi ramai pengunjung teman saya mengajak untuk
mengambil sendiri ke dapur warung. Ternyata teman saya sudah sering
datang ke warung ini dan akhirnya sudah hapal dengan seluk-beluknya.

Sayapun
memulai mengambil tiwul yang terlihat mringin kemebul dan sedikit saya
tambahi nasi putih sebagai pelengkap. Ketika pindah ke meja berikutnya
pemandangan urap kenikir campur kacang panjang kesukaan saya tersaji
menggoda. Nasi tiwul yang sudah ditemani urap kenikir selanjutnya
diguyur jangan kalakan hiu .

Tak banyak kuah yang saya siramkan
tetapi hanya sekedar membuat nasi tiwul sedikit nyemek-nyemek yang
kemudian dilengkapi beberapa potong ikan kalakan. Sayur kalakan sendiri
merupakan salah satu makanan khas kabupaten Pacitan. Sayur ini terbuat
dari daging ikan kelong (hiu) muda yang di potong-potong kecil.
Kemudian ikan setengah dibakar atau diasap sampai sedikit sangit dengan
tampilan layaknya sate. Nah, setelah itu barulah kalakan hiu disayur
dengan kuah santan puedes.

Saya rasa makanan yang saya ambil
sudah cukup namun pandangan saya terhenti pada udang goreng besar-besar
yang terlihat menggiurkan. Saya pun tak tega jika tidak
mengikutsertakan udang goreng dalam petualangan kali ini. Sebagai
penutup sambal mentah berada di samping udang goreng.

Suapan
pertama sungguh menggetarkan lidah. Paduan tiwul, kenikir, kalakan, dan
sambel, hmm... membuat lidah bergoyang. Rasa pedes krenyes-krenyes
kenikir mendominasi. Rasa yang begitu dahsyat membuat saya terpaksa
meninggalkan sendok. Ternyata menikmati hidangan ini pakai tangan
membuat saya lebih lahap lagi menyantapnya.

Saya yang doyan
pedas sangat kagum dengan tonjokan sambel mentahnya. Daging kalakannya
juga terasa gurih. Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan menu yang
ternyata sangat pas dengan lidah saya. Apalagi sangat sulit mendapati
menu seperti ini di perantauan wah uenake poll.

Sebagai penutup
es kelapa perawan menetralkan rasa pedas di lidah. Pemandangan pantai
dengan angin yang semilir makin menambah nikmat makan siang kali ini.
Setelah selesai makan kami berdua pun menuju kasir dan betapa
terkejutnya ketika membayar makan siang kali ini. Total habis hanya Rp
20.000,00 saja.

Dipikir-pikir menu yang pilih temanku sama
dengan apa yang saya ambil, artinya per orang hanya menghabiskan Rp
10.000,00. Murah banget bukan? Dalam perjalanan menuju mobil saya masih
geleng-geleng kepala seakan tak percaya akan harga murah yang barusan
saya bayar untuk sebuah hidangan yang menurut saya uenake poll. Lain
kali kalau pulang kampung pasti saya akan kembali untuk menikmati nasi
tiwul Bu Gandos dengan kalakan hiunya. (dev/Odi) 

Warung Tiwul Bu Gandos
Jl. Raya Pacitan Solo KM 5
Pacitan (Barat Pantai Teleng Ria) 

Sumber: detikfood.com
Kunjungi juga BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com/


      

Kirim email ke