Waroeng nDiwek, Cinere Penggemar masakan Jawa Timur sepertinya harus mendatangi warung yang berlokasi di daerah Cinere No. 7, namanya Waroeng nDiwek. Warung yang telah berdiri sejak tahun 2004 ini juga sering dijadikan tempat berkumpulnya para perantau yang berasal dari Jombang, khususnya kecamatan Diwek. Mereka biasanya berkumpul untuk bernostalgia sambil menikmati aneka masakan khas Jawa Timur ala Waroeng nDiwek. Menu yang disajikan warung ini antara lain, Rujak Cingur, Rawon, Tahu Campur, Tahu Tek, Tahu Tek Telor, Tahu Telor, Tempe Penyet, Pecel Sayur, Pecel Ayam dan masih banyak lagi yang lainnya. Meski prmiliknya mengaku semua menu adalah menu unggulan tetap saja hidangan yang paling banyak diburu pelanggan adalah Rujak Cingur dan Rawon. "Tergantung cuaca, kalau musim panas itu biasanya Rujak Cingur, Tahu Campur, Tahu Tek dan sejenisnya yang paling laris. Tapi kalau sudah musim hujan seperti sekarang ini malah Rawon yang paling laris karena pembeli lebih suka yang hangat-hangat dengan kondisi yang dingin," ungkap Andy sang pemilik warung. "Tapi tetap saja Rujak Cingur dan Rawon yang paling dicari karena memang asli Jawa Timur banget dan yang paling enak yang berasal dari Jombang," ujar Andy setengah berpromosi. Rujak Cingur. Tampilan sekilas Rujak Cingur nDiwek ini memang biasa saja tapi rasanya boleh diadu. Rujak yang memakai irisan hidung, bibir hingga bagian pipi sapi yang direbus selama tiga jam ini, terasa begitu sedap membelai lidah. Kenyal-kenyal dengan lumuran bumbu petis yang pedas gurih manis plus campuran sayuran yang krenyes-krenyes. Pokoke uenak poll! Sepotong kerupuk kanji renyah yang menemani Rujak Cingur seperti menanti untuk segera digarap bersamaan dengan sang rujak. Rujak Cingur yang ada di Waroeng nDiwek mempunyai keistimewaan rasa karena petisnya didatangkan langsung dari Sidoarjo. Andy menggunakan dua jenis petis yaitu petis kualitas nomor satu yang dicampur dengan petis kualitas nomor dua agar menghasilkan citarasa petis yang pas. Rujak Cingur ala Waroeng nDiwek ada dua varian yaitu Rujak Cingur Matang dan Mentah. Eits tapi jangan berpikir untuk varian mentah yang mentah adalah cingurnya lho. Bedanya Rujak Cingur Mentah isinya selain Cingur dan aneka sayur yang telah direbus juga ada buah-buahan segar seperi mangga muda, timun, bengkuang, kedondong dan timun sedangkan pada Rujak Cingur Matang, tidak menggunakan buah. Untuk menikmati satu porsi Rujak Cingur ala Waroeng nDiwek Anda cukup membayar Rp 15.000 Satu menu lagi yang bisa Anda coba yaitu Nasi Rawon. Tampil sederhana dalam mangkuk keramik bermotif, Rawon ini memang terlihat kurang menggugah selera. Tapi saat dicicip rasanya ternyata tidak sesederhana tampilannya. Aroma kluweknya yang dipadu dengan aneka bumbu seperti daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, garam dan merica secukupnya, serta air. Ada juga bumbu yang dihaluskan seperti bawang merah, bawang putih, kemiri dan cabai merah cukup harum memancing selera makan sehingga mulut tak sabar untuk segera menyantapnya. Saat disantap pun segala isiannya begitu mudah dikunyah karena dagingnya sangat empuk. Jangan lupa tambahkan tauge pendek, kerupuk udang plus sambal terasi yang disajikan secara terpisah. Hmm.. gurih, legit, hangat dan pedass Tahu Campur. Jika tidak ingin makan yang terlalu padat bernasi, Waroeng nDiwek juga menyediakan Tahu Campur. Menu Tahu Campur pun disajikan hangat dalam piring cekung. Kerupuk kanji menutupi hampir setengah permukaan piring yang berisi mi kuning, irisan daun selada, tahu dan kuah kuning berisi potongan daging. Untuk menu tahu campur, sambal petis diletakkan pada bagian paling bawah, jadi jangan lupa diaduk jika ingin Tahu Campur Anda rasanya pas. Bumbu kuah gurih untuk hidangan ini adalah bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, Jahe, kencur, ketumbar, jintan, garam dan tidak ketinggalan petis. Rasa Tahu Campur ini gurih-gurih sedikit manis, selain daging dan tahu isiannya yang empuk terdapat juga telur yang mengalasi piring dan menampung semua isian dari Tahu Campur tersebut. Menu Lain. Ada menu lain khas Jawa Timur yang wajib Anda coba yaitu Tahu Tek. Dinamakan Tahu Tek konon karena tahunya dipotong dengan menggunakan gunting sehingga berbunyi tek..tek.. Di Waroeng nDiwek ini tersedia 2 varian yakni Tahu Tek dan Tahu Tek Telur. Bedanya, kalau Tahu Tek Telur ada campuran telur dan tahu yang didadar, sedangkan isian lainnya sama. Tahu Tek sendiri berisi potongan tahu putih, kentang, tempe, tauge, bawang goreng, yang disiram bumbu kacang tanah goreng, petis, cabe merah, cabe rawit merah, kecap manis, garam, bawang putih yang dihaluskan. Tahu Tek akan menjadi lebih lezat lagi jika disantap dengan gundukan kerupuk bawang atau kerupuk kuning. Pangsa pasar dari Waroeng nDiwek ini dari segala kalangan karena harganya tergolong sangat ekonomis, mulai dari Rp 7 ribu untuk Tempe Penyet hingga Rp 15 ribu untuk Rujak Cingur. Jadi daripada penasaran silahkan segera datang ke warung yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 20.00 malam ini.
Waroeng nDiwek Jl. Cinere No. 7, Cinere, Jakarta Selatan Tel: (021) 6810 5445, ------ Resto Pecel Pincuk Gareng, Bekasi Barat Bagi penggemar masakan Jawa Timuran, menu Pecel, Rawon dan Rujak Cingur pasti dengan mudahnya dapat ditemukan di resto atau rumah makan khas Jawa Timur yang kini banyak tersebar di Jakarta. Ingin mencicip menu khas Jawa Timur yang sudah langka, seperti Nasi Pindang Ponorogo, disinilah tempatnya. Resto ini terletak di daerah Kalimalang Bekasi Barat yang lokasi tepatnya berada di Jalan Patriot No. 31. Pada bagian luar resto tak tampak sesuatu yang spesial namun saat mulai masuk barulah terlihat sebuah lahan seluas ±500 meter persegi yang ditata sedemikian rupa menjadi restoran dengan konsep yang asri. Pada bagian tengah terdapat kolam besar yang berisi ikan koi aneka warna yang berenang lincah menyegarkan mata. Banyaknya aneka tanaman yang diletakkan di sekeliling kolam ditambah bunyi gemericik air yang berasal dari air mancur buatan membuat suasana di resro ini terasa makin asri dan nyaman. Resto berkapasitas sekitar 120 orang ini terbagi dalam 2 pilihan tempat duduk, duduk biasa atau lesehan. Agar para pengunjung semakin merasa nyaman, Resto Pecel Pincuk Gareng juga menyediakan fasilitas free wifi dan karaoke. Meskipun judulnya Pecel Pincuk Gareng ternyata bukan hanya menu tersebut yang diunggulkan.Pecel Pincuk Gareng Resto mencoba menampilkan menu Jawa Timuran yang jarang ditemui, kerena pemiliknya ingin melestarikan dan mencoba mempopulerkan menu khas Ponorogo, seperti Nasi Pindang, Nasi Daging Bumbu Lapis dan Sate Ponorogo, di luar Jawa Timur. Satu piring Nasi Pindang Ponorogo terdiri dari setangkup nasi putih yang ditemani lauk pauk seperti pindang daging, tempe orek, telur rebus dan sambal terasi. Pindang daging di sini berupa potongan daging sandung lamur yang dimasak menggunakan bumbu kluwek, santan kental, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur dan gula merah plus daun salam. Rasanya sekilas seperti daging semur, namun penggunaan kluwek yang disangrai terlebih dahulu membuat rasa daging pindang ini terasa lebih spesial. Daging sandung lamurnya terasa begitu chewy di mulut. Coba dipadu dengan lauk lainnya seperti tempe orek yang tampil dengan tekstur yang pas yaitu tidak terlalu basah juga tidak terlalu kering. Rasa tempe orek yang manis gurih ini sangat cocok jika dibalurkan dengan sambal terasi yang juga disertakan ke dalam `rombongan' Nasi Pindang Ponorogo ini. Hmm.. pedas, manis dan gurih berbaur menjadi satu. Jangan lupa cuil telur rebus dan kerupuk udangnya yang crispy, dijamin makin mantapp Mencicipi makanan Ponorogo, belum lengkap jika tidak menyantap Sate Ponorogo yang tersohor itu. Jika Sate Madura daging ayamnya berupa potongan kecil yang disatukan dalam satu tusuk, Sate Ponorogo biasa menggunakan daging ayam fillet yang dipotong memanjang. Bumbu bakarannya pun berbeda, Sate Ponorogo memakai bumbu pencelup dengan rempah lebih banyak dibanding sate biasa yang biasanya hanya dilumuri minyak sayur saja saat dibakar. Komposisi bumbu pencelup atau bumbu bakar yang digunakan Sate Ponorogo meliputi bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, daun salam, sereh, jahe, laos, garam dan gula merah yang dicairkan. Setelah sate dicelup selama ± 10 menit kemudian sate dibakar sambil sesekali dioles dengan bumbu pencelupnya tadi, setelah matang barulah disiram dengan bumbu kacang yang juga berbeda dari bumbu kacang sate biasa. Saat digigit Sate Ponorogo ala Resto Pecel Pincuk Gareng terasa begitu empuk dan gurih, apalagi saat digulirkan ke bumbu kacangnya yang legit pedas hmm.. dahsyat. Tak terasa dalam waktu singkat bertusuk-tusuk sate licin tandas di depan mata. Semua hidangan di Resto Pecel Pincuk Gareng dipatok dengan harga yang sangat terjangkau, misalnya satu porsi Nasi Daging Pindang atau Nasi Daging Lapis hanya Rp 15 ribu, Sate Ponorogo plus lontong atau nasi Rp 15 ribu. Kisaran harga makanan antara Rp 9.500 untuk Ayam Bakar tanpa nasi sampai Rp 15 ribu untuk aneka hidangan lauk plus nasi. Selain menu-menu yang disebut di atas terdapat juga menu lainnya seperti Nasi Rawon, Nasi Pecel, Soto Ayam dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak sabar untuk segera mencoba? Silahkan saja datang ke resto yang buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 10 malam ini. Pecel Pincuk Gareng Jl. Patriot No. 31 (Omega Kranji) Kampung Dua Jakasampurna Bekasi Barat Telp : (021) 70853250
