Hmm mantap nih ulasannya.. jadi pengen makan gudeg. :-) Bangoers boleh info kalo di daerah serpong dimana ya yg enak? maklum baru pindah, dulu kalo di kelapa gading yang paling enak gudeg pasar mandiri, rasanya mirip ma gudeg yu djum tapi yg penting murah he he he he.
________________________________ From: mediacare <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, January 17, 2010 3:30:46 AM Subject: Re: [bango-mania] Mohon bantuan Gudeg Gudeg tak hanya ada di Yogyakarta, tapi juga di Solo, dan sekitarnya. Kemungkinan besar mulai tersebar di kota-kota tersebut sejak zaman Sultan Agung berkuasa di Mataram. Bahan utama Gudeg adalah Nangka Muda. Kalau tidak ada Nangka Muda (disebut juga Cecek) yang diolah secara khusus, namanya bukan Gudeg. Misal Telur Pindang, Sambel Goreng Krecek (Kulit), Opor Ayam, Tahu, Tempe Bacem, Areh (santap kental sebagai topping) dan lainnya adalah sekadar lauk pelengkapnya. Sekilas sejarah Gudeg Di zaman dulu kala, salah satu permaisuri Sultan Agung yang bergelar Ratu Wetan berasal dari Batang, Jawa Tengah. Beliau adalah putri Tumenggung Upasanta, Bupati Batang yang masih keturunan penasihat Mataram Ki Juru Martani (kelak salah satu putra mereka yaitu Raden Mas Sayidin meneruskan tahta di kerajaan Mataram dengan gelar Amangkurat I). Di wilayah Batang yang luas banyak tumbuh pohon Nangka. Oleh penduduk setempat Nangka Muda tersebut dimasak sebagai Sayur Lodeh (dicampur Santan) yang berkuah. Sedangkan Nangka matang dimakan sebagaimana layaknya buah-buahan. Saat rombongan Kerajaan Mataram bertandang ke Bupati Batang, mereka menyukai Sayur Lodeh tersebut. Namun saat dibawa ke Mataram yang butuh waktu berhari-hari, ternyata sayurnya basi. Oleh karena itu para juru masak Kraton Mataram berupaya membuat masakan yang bahannya dari Nangka Muda agar tak cepat basi. Mereka juga banyak membawa bibit-bibit pohon Nangka untuk ditanam di kawasan kerajaan. Setelah berbulan-bulan mencoba, akhirnya ditemukanlah Gudeg. Gudeg sendiri terdiri dari 2 macam, yaitu Gudeg Basah dan Gudeg Kering. Untuk hantaran ke kerabat di luar kota, yang ditenteng adalah Gudeg Kering, dimana arehnya dikeringkan, tidak berkuah, dan terpisah dari Gudegnya. Penambahan gula jawa pada proses pembuatan gudeg juga agar makanan itu tidak cepat basi, bisa tahan berhari-hari. Kenapa Gudeg lebih terkenal di Yogya daripada di Solo? Karena pada saat Mataram pecah menjadi dua usai Perjanjian Giyanti yang disokong Belanda, banyak juru masak kraton yang memilih pindah ke Yogyakarta daripada tinggal di Solo.
