Pedas Segar Rujak Soto




Rujak
soto? Apakah jenis makanan ini merupakan campuran rujak dengan soto?
Kalau penasaran, datanglah ke Banyuwangi, kota di ujung timur Jawa
Timur itu. Rujak soto memang makanan khas kota itu.

Tanyakan
kepada orang Banyuwangi, makanan khas apa yang enak di kotanya. Boleh
jadi, rujak soto adalah jawaban pertama, lalu disusul dengan nasi
tempong. (Namun, tentu itu kalau yang ditanya kebetulan memang penyuka
rujak soto.)

Suatu malam pada akhir November 2009 di Kabupaten
Banyuwangi, kami mencari rujak soto. Kami menyusuri kota, menengok ke
kiri dan ke kanan jalan, mencari warung yang menjual rujak soto. Tak
juga ditemukan.

Karyawan sebuah hotel di Banyuwangi mengatakan,
sulit memang menjumpai warung rujak soto di malam hari. Seorang tamu
hotel menyarankan untuk mencari di lesehan. ”Coba di perempatan Jalan
Airlangga, ada yang buka malam,” katanya.

Kami bergegas meluncur
ke Jalan Airlangga. Dan benar, di sana ada warung lesehan. ”Warung
Lesehan Mbak Lastri”, tulisan itu disablon di atas terpal dan
direkatkan di dinding rumah orang. ”Sudah minta izin kok,” kata Mbak
Lastri, ibu dua anak berusia 39 tahun yang sendirian saja menjalankan
bisnis kecilnya. Katanya, sekadar meringankan beban suaminya yang
mencari nafkah di bengkel.

”Kemarin ada rombongan dua mobil dari
Semarang ke sini, katanya penasaran dengan rujak soto. Warung rujak
soto banyak banget di sini, tapi kalau malam biasanya sudah tutup,”
imbuhnya.

Paduan sayur dan petis

”Mau
rujak soto atau rujak saja?” tanya Mbak Lastri setelah kami duduk.
Pertanyaan standar, mengingat kadang-kadang orang hanya memesan rujak
meski jarang yang hanya memesan soto. Tentu saja kami memesan rujak
soto.

Rujak di Banyuwangi menyerupai lotek di sejumlah kota di
Jawa Tengah, yakni campuran sayur-mayur dengan bumbu kacang.
Perbedaannya, bumbu kacang untuk lotek biasanya kuat rasa bawangnya,
juga dibubuhi sedikit terasi dan jeruk purut untuk penyedap rasa.
Sedangkan rujak Banyuwangi cukup dibalur dengan petis. Paduan bumbu
kacang tanah dan petis ini cocok betul untuk sayur-mayur.

Mbak
Lastri mulai mengulek atau melumatkan cabe rawit yang jumlahnya
bergantung pada permintaan konsumen. Ada pembeli yang maunya satu saja,
tetapi ada yang minta tujuh biji. Garam, kacang goreng, dan gula merah
diulek. Tak perlu bawang putih rupanya. ”Soalnya sudah ada petis. Saya
pakai petis yang mahal dan enak, yang satu kilogramnya berharga Rp
25.000,” kata Mbak Lastri.

Dia kembali mengulek sesuatu, yang
rupanya pisang kluthuk (pisang batu) muda. Selain dipercaya dapat
menyedapkan masakan, pisang yang banyak bijinya itu juga bisa mengobati
panas dalam.

Setelah dicampur dengan air asam dan petis, ulekan
bumbu kacang itu barulah ditambah dengan sayur-mayur berupa kangkung,
kacang panjang, kubis, tahu, dan tempe. Bisa juga ditambah dengan
cingur atau moncong sapi.

Rujak usai dibikin. Mbak Lastri lantas
menuangkan kuah soto babat sapi ke dalam mangkuk berisi rujak yang
sudah ditambah dengan irisan lontong. Asap mengepul, mengalirkan aroma
yang khas. Setelah tersaji di atas tikar, kami pun melahapnya.

Soto dipersiapkan

Kalau
mengamati proses membikin rujak soto ini, wajar jika pembeli harus
menunggu cukup lama. Apalagi jika ada pembeli yang tidak mau memakai
tauge, atau tidak suka kangkung, dan minta kacang panjang saja,
misalnya. Atau jika permintaan jumlah cabe beragam. Mbak Lastri harus
membikin rujak berlapis-lapis, dimulai dari yang paling sedikit isi
rujaknya.

”Makanya untuk soto harus sudah jadi dulu. Soto ini
juga bisa dua jenis, pakai kaldu sapi atau ayam. kalau ayam ya ceker.
Kalau sapi biasanya berisi babat, usus, atau tetelan atau daging sapi,”
kata Mbak lastri.

Tetelan adalah irisan daging yang diambil dari
bagian paling dekat dengan tulang. Cara membikin soto untuk kuah rujak
ini sama seperti soto pada umumnya. Bawang merah, bawang putih, kunyit,
kemiri, jahe, lada, dan ketumbar setelah ditumbuk lantas disangrai.
Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam kuah soto yang sudah terisi
babat sapi dan tetelan daging. Juga dimasukkan daun jeruk nipis dan
daun/batang serai. Takaran garam dan gula menyesuaikan.

Membikin
rujak soto sama saja dengan membikin dua menu masakan dalam satu
sajian. Seperti konsep two in one, dua dalam satu rasa. Ibarat musik
jazz, rujak soto adalah fusion, paduan dua rasa yang menyatu dalam satu
mangkuk. Memang terkesan ribet, namun tantangan rasanya boleh
dicoba.(Susi Ivvaty dan J Waskita Utama)

Sumber: Kompas
Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com





Posted by
ruang baca


at
8:06 PM
























Labels:
Rujak Soto




      

Kirim email ke