Singapura di Jakarta
Oleh Asyma D.A Sianipar

Bagi sebagian orang, hanya ada dua kata wisata bagi kota Jakarta, yakni wisata 
belanja dan wisata kuliner. Bagaimana tidak, kota kosmopolitan ini mulai 
dipenuhi oleh pusat-pusat perbelanjaan alias mall yang besarannya mungkin bisa 
menyamai bandar udara ! Dan satu lagi kelebihannya, perkembangan kuliner di 
kota ini juga melaju pesat. Tidak hanya jajanan tradisional khas Indonesia yang 
bertebaran hingga ke seluruh sudut kota, tetapi juga hidangan-hidangan 
mancanegara.

Kata teman saya yang gemar berpetualang ke negara lain, kalau mau belanja atau 
makan, tidak perlu lagi ke luar negeri. “Gue nggak perlu lagi terbang-terbang 
ke Singapura atau Hongkong,” begitu katanya. Ya. Jakarta memang sudah bisa 
disandingkan dengan Singapura, Hongkong atau Thailand, negara-negara tetangga 
yang konon dulunya menjadi surga belanja dan kuliner di Asia.

Nah, bicara tentang Singapura dan kuliner, kali ini saya sedang 
gandrung-gandrungnya nongkrong di salah satu restoran yang menyajikan masakan 
kaki lima dari Singapura. Ah Mei, begitu namanya. Bagi orang yang cukup 
familiar dengan jajanan ala Singapura, barangkali tempat makanan yang berada 
disajikan di Pejaten Village, Pasar Minggu, ini tidak asing lagi.

Salah satu menu favorit di sini adalah Kaya Toast, yaitu roti panggang yang 
diisi dengan selai sarikaya dan mentega. Tetapi tidak hanya itu. Restoran ini 
juga menyajikan menu “berat” lainnya, seperti Laksa, Mie Goreng, Nasi Briyani, 
Mie Rebus, bahkan Burger atau Sandwich. Saya tidak terlalu paham juga, apakah 
Ah Mei ini merupakan franchise restoran dari Singapura atau tidak. Tapi, bagi 
mereka yang doyan makan makanan berbumbu dan pedas, saya sangat 
merekomendasikan restoran ini.

Masakan Singapura pada dasarnya tidak terlalu memiliki kekhasan. Selain masakan 
Nonya, yang merupakan masakan peranakan, jajanan di Singapura rata-rata adalah 
hasil akulturasi budaya China, Melayu, dan India. Maka dari itu, tidak heran 
jika rasa serta model masakannya mirip dengan masakan Cina atau Aceh. Lihat 
saja, selain Kaya Toast yang menjadi andalan, mereka juga menjual Roti Prata 
(sejenis Roti Cane yang umum kita jumpai di restoran India) yang dihidangkan 
dengan kuah kari. Atau ada pula Mie Goreng Mamak yang tampilan dan rasanya 
persis seperti Mie Goreng Aceh. Bedanya cuma di taburan kacangnya saja.

Selanjutnya klik di sini.


Salam,
TM. Dhani Iqbal


      

Kirim email ke