Menikmati Nyamlengnya Bebek Goreng H Slamet Kartosuro

*Warung Bebek Goreng H.Slamet
Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasuro, Sukoharjo*


Sabtu 26 Desember 2009, saya sekeluarga berkesempatan makan siang di Bebek
Goreng H Slamet Kartosuro. Sebelumnya saya pernah menikmati bebek goreng H
Slamet Cabang Jln Gejayan Jogja, dan ketika ke Solo kami ingin menikmati
bebek goreng H Slamet di pusatnya. Kami tiba di Solo Balapan jam 10.15,
kebetulan Bima teman kantorku sedang berlibur di Gembongan Kartosuro,
sehingga dari stasiun Balapan kami memutuskan naik taxi ke rumah Bima
sekalian mengajak dia makan siang di H Slamet.

 <http://kulineronline.wordpress.com/files/2010/01/pak-slamet11.jpg>

Setelah beristirahat sebentar dan berbincang-bincang dengan Ibu Bima, kami
berempat berangkat  ke warung H Slamet dari Gembongan menggunakan mobil
Bima. Ternyata rumah H Slamet tidak jauh dari rumah Bima. Konon dulu H
Slamet malah menjadi pelanggan gas di toko Bima.


H Slamet dan Hj
Baryatin<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/pak-dan-bu-slamet.jpg>

Warung bebek goreng Pak Slamet terletak di Sedahromo Lor RT 01 RW 07
Kartosuro. Pak Slamet mulai berjualan bebek goreng pada tahun 1986 di
pinggir jalan Solo-Jogja, dan sejak tahun 1992 pindah ke dalam kampung
Sedahromo Lor karena terkena pelebaran jalan. Saat ini warung H Slamet
memiliki 17 karyawan yang bekerja di bagian dapur [12 orang] dan pelayanan
[5 orang]. Bu Baryatin, istri H Slamet menjadi komandan di bagian dapur dan
H Slamet sendiri menjadi pengawas di bagian pelayanan.

Kami sampai di warung H Slamet sekitar jam 11.15, agak terlalu cepat untuk
makan siang, namun suasana warung sudah sangat ramai, penuh dengan
pengunjung yang menikmati makan siang. Beruntung kami masih memperoleh satu
meja kosong dengan tempat duduk lesehan di atas tikar. Kami pun kemudian
memesan menu makan siang. Saya dan Bima memesan dada bebek goreng, Ibunya
Afa memesan paha bebek goreng da  Afa memesan kepala bebek goreng. Sedangkan
untuk minuman kami memesan teh manis dan jeruk  panas.

Pesanan kami datang tidak lama kemudian. Bebek goreng disajikan dalam satu
piring, lalapan dalam piring yang lain dan sambal koreknya disajikan dalam
cobek tanah liat.


Bebek Goreng<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/bebek-goreng.jpg>

Bebek goreng adalah menu andalan di rumah makan ini. Bebek goreng
menggunakan bahan bebek  apkiran yaitu bebek yang sudah bertelur 4 kali
selama kurang lebih 2 tahun. Penggunaan bebek apkiran ini karena dagingnya
tidak mudah hancur seperti kalau menggunakan bebek muda. Bebek goreng ini
direbus dulu bersama dengan bumbu sebelum digoreng, sehingga bumbunya
meresap dan empuk.


Sambal Korek<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/sambel-korek.jpg>

Sambel korek adalah adalah sambal yang terbuat dari cabai rawit, bawang dan
garam yang diulek kasar kemudian disiram jelantah bebek panas. Sambal korek
ini menjadi salah satu menu andalan H Slamet dan menjadi trade mark dari
bebek goreng H Slamet.

Menu makan siang saya kali ini berupa nasi, bebek goreng [dada] sambal korek
dan lalapan kemangi.


Makan 
Siangku<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/menu-makan-siangku.jpg>

Kami pun kemudian menikmati makanan kami masing-masing.


Bima Menikmati Makan
Siang<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/bima-menikmati.jpg>


Afa dan Ibunya Makan
Siang<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/afa-dan-ibunya-menikmati.jpg>

Menikmati sepiring nasi hangat, ditemani bebek goreng, sambal korek dan
lalapan terasasangat nikmat. Bebek gorengnya ukurannya besar, dagingnya
empuk, bumbunya terasa meresap sampai kedlama, rasanya gurih adan sentuhan
rasa manis dan aroma daun salam. Sedangkan sambal koreknya tidak terlalu
pedas, penggunaan jelantah bebek memberikan rasa gurih lemak dan bumbu bebek
goreng. Menurut saya, dibandingkan dengan di cabangnya bebek goreng di sini
lebih lezat bin nyamleng.

Setelah selesai makan, saya membayar makan siang kami. Untuk makan berempat
plus minum, saya hanya perlu membayar Rp. 60.000,00. Harga yang menurut saya
tidak mahal untuk bisa menikmati bebek goreng H Slamet di tempat asalnya.
Afa dan Ibunya sempat berfoto di depan warung bebek goreng H Slamet.


Nampang <http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/nampang.jpg>

Kenyamlengan bebek goreng H Slamet sudah diakui dan menyebar ke berbagai
kota, terbukti sampai saat ini ada 34 cabang di luar kota Solo.
Cabang-cabang tersebut tidak menggunakan system franchise tetapi menggunakan
system menunjang kerjasama. Dengan system ini, H Slamet memmbimbing mitranya
selama tiga bulan dan dapat diperpanjang apapabila belum mampu mandiri.
Sedangkan persyaratan detil dari kerjasama merupakan rahasia Pak Slamet dan
mitranya. [kom09]

*Daftar Harga:*
1. Paha: Rp. 11.500,00
2. Dada: Rp. 12.000,00

Sumber:
http://kulineronline.wordpress.com/2010/01/12/nyamlengnya-bebek-goreng-h-slamet-kartosuro/

Kirim email ke