Mampir dong Wak Radit kan gak jauh dari Kalibata. Aku ajah jauh-jauh dari Bekasi (pdhl brangkat dari kantor di pancoran he..he..), suasananya itu loh......nyaman bangetz, trus menunya juga enak-enak, harga......menentukan rasa lah, porsinya juga mantap, menurut aku siy cukup buat boboin cacing yang di dalem perut ;D.
Thank you & regards, - Risya - www.ourdbc.com<http://www.ourdbc.com/> ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of mediacare Sent: 05 April 2010 21:45 To: [email protected] Subject: Re: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan  A ku juga sudah lama nggak mampir ke Bandar Jakarta. Soal menunya mungkin tak beda jauh. Yang aku pengen mampir dan belum sempet-sempet adalah ke Kemiri di Pejaten Village. Sepertinya menarik saat menonton tayangan di Metro TV. Facebook: Radityo Djadjoeri ----- Original Message ----- From: anggita suryo<mailto:[email protected]> To: [email protected]<mailto:[email protected]> Sent: Sunday, April 04, 2010 8:43 AM Subject: Bls: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan hmm... ulasannya sangat menggiurkan :p--- makan malam di pinggir pantai... romantisnya, bisa sewa perahu juga lho mas radit. sudah lama tidak kesana ada menu baru yang menarik diliput gak ya?? tks, gitgit ________________________________ Dari: mediacare <[email protected]<mailto:[email protected]>> Kepada: [email protected]<mailto:[email protected]> Terkirim: Ming, 4 April, 2010 00:54:20 Judul: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan “Bandar Djakarta†Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan [http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/2005/0826/hotel01.jpg] Oleh: John JS Jakarta – Kalangan orang pemangsa seafood, rasanya belum komplet kepuasannya jika belum singgah di resto Bandar Djakarta yang berlokasi di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Area posisinya sengaja memilih daerah pinggir pantai, atau maknanya berpanorama seaside yang bernuansa relaksasi dengan kesejukan angin semilir yang mencipta rasa santai. Sejak mula berdirinya, konsep Bandar Djakarta bermaksud menciptakan rumah makan eatainment. “Orang bisa makan dengan sajian entertainment musik di pinggir laut. Servis utamanya adalah memberikan rasa nyaman,†ungkap Sunarja “Djohan†Lasmana selaku pimpinan. [http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/2005/0826/hotel02.jpg]Oleh sebab itu, sajian hiburan live music (mulai jam 19.00 WIB) di Bandar Djakarta menjauhi dangdut, karena suasana yang hendak dituju adalah semua tamu bertambah rileks sejak matahari terbenam pada sore hari. Dari awal menemukan “area terbuang†di kawasan timur TIJA, ada maksud Djohan membangun wilayah night life yang layak bagi semua anggota keluarga di panati Ancol (rekreasi wisata makan keluarga). Maka ketika kini sudah dilirik, dan Bandar Djakarta menjadi salah satu tujuan wisata kuliner, utamanya setiap Jumat, Sabtu dan Minggu. Maka nilai target tersendiri yang dilakukan sejak tiga tahun lalu telah mencapai kehendaknya. “Lalu, kami pantas bersyukur karena telah diberkati oleh Tuhan. Kami bisa berdiri sampai sekarang ini karena bantuan Tuhan. Di samping itu pihak TIJA banyak mendukung dalam hal sarana dan prasarana,†ditambahkan Djohan. Kepiting Soka Berkulit Empuk Selain di dominasi ruang restoran yang terbuka, Bandar Djakarta menyediakan ruang lesehan, serta ruang VIP bagi kalangan orang yang tidak tahan tiupan angin pantai. Namun paling unik dari keberadaan resto Bandar Djakarta, dimulai dari kita masuk kedalamnya. Sebagai pemangsa seafood, mungkin kita sekaligus mendapat informasi dan keingintahuan rasa lain dari cara memasak Kepiting Supertelor, Kepiting Male Crab, hingga Kepiting Soka yang berkulit empuk [http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/2005/0826/hotel03.jpg]Rasanya tentu belum lengkap kalau belum menikmati beberapa pilihan kerang, dimulai dari Kerang Dara, Kerang Hijau, Kerang Tahu, sampai Kerang Kampak yang per ekor seharga Rp 12.000, atau Kerang Bambu yang seharga Rp 90.000 per kilogram. Untuk diketahui, sejak Bandar Djakarta berdiri tiga tahun lalu, harga tidak berubah sama sekali, meski harga BBM sudah beberapa kali naik. Lalu ada pilihan tambahan senikmat Udang Api, Udang Cupang, Udang Peci, Udang Pacet, dan Udang Lobster yang termahal namun banyak dipesan oleh pelanggan Bandar Djakarta. Untuk sajian ikan, tersedia banyak pilihan dari Ikan Kerapu, Ikan Baronang, Ikan Bawal Hitam/Putih, Ikan Kue, Ikan Kakap Merah, Ikan Baby Hiu, hingga Ikan Pecah Kulit yang jadi unggulan karena termasuk langka dan berada di laut dalam. “Ikan Pecah Kulit lebih sedap rasanya dari Gurame dengan tulang-tulangnya yang renyah. Bagi yang senang menyantap crispy, bisa terkunyah habis-habisan dan kucing gak kebagian,†tutur Djohan. Sambil menunggu hidangan laut sampai ke meja Anda (cukup dengan menambah biaya cooking fee Rp 10.000 per kilogram), Bandar Djakarta punya hidangan ringan bernama Tahu Ondel. Disebut begitu karena sifat isiannya (sayuran dan udang) yang bisa bergoyang-goyang. Ketika makanan laut Anda datang, Bandar Djakarta lagi-lagi menyuguhkan keistimewaan berupa tiga saus penyedap bernama Bandar Djakarta (saus pedas), Teluk Jakarta (saus dominan kecap dan paprika), serta Jali-Jali (saus manis). Akan hal minuman jus, ada lima pilihan spesial. Dari Kemesraan yang bercampuran buah mangga, markisa dan sirop ros. Lalu Nyai Dasima yang perpaduan tomat, markisa, sirup, dan susu putih. Bandar de Coco berupa kelapa kerok, moka, sirup ros, jus jeruk, dan es krim vanilla. Goyang Dombret yang berisian melon, nangka, stroberi dan susu putih. Serta pilihan yang kelima adalah jus Monas yang terdiri dari paduan buah nenas, jus jeruk, markisa, dan gula cair. Tertarik? Copyright © Sinar Harapan 2003 Facebook: Radityo Djadjoeri ________________________________ Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
