Halooo bangoers, Dah lama jadi members dimilis ini tapi belum pernah cerita2 atau koment hehehe.. Maklum pemalu... Salam kenal semuanya yaaa...
Pak Radityo, klo ada kesempatan kayanya harus datang tuch ke Kemiri yang di Pejaten Village. Karena suasananya beda banget, berasa kaya didunia lain halah lebay hehe.. Jadi disana disetting kaya dikampung gitulah dan berasa nyaman banget. Untuk makanan pun kita tinggal pilih sendiri deh mau makan apa, jadi pas kita masuk kita dtanyain kita berapa orang dan nanti dikasih kartu (spt kunci masuk hotel gitu) yg dah ada nomor meja kita. Kartu itu kita pakai buat transaksi selama kita disana, kita mau makan apa tinggal dgesrek ajalah itu kartunya seru yaa... Ada aja konsepnya. Tentang makanan mayan komplit dari yang makanan asli indonesia (menunya beragam banget), seafood, dan western juga ada. Yang pengen makan es goyang atau es lilin (jarang2kan tuch) yaa disana juga ada, cemilan tradisional juga ada. Kita tinggal pilih sendiri dan nanti diantar. Privacy kita juga terjaga, maksudnya kita tdk terganggu dg customer yg lain dan ga dgangguin ma mba2 n mas2 yg ada disana yg kadang ditmpt lain suka dtanyain mau nambah ini dan itu. Klo udah kenyang n mau bayar tinggal jalan aja ke kasir tapi klo masih pengen makan lagi ya tinggal muter aja lagi pilih makanan yg dipengen nanti dianterin deh, kadang makanannya dah datang kita masih milih ini dan itu hehehe... Pelayanannya cukup memuaskan menurut saya. Tentang makanannya enak dan pas dilidah, apalgi es campurnya behhh itu isinya komplit dan enak banget seger2 gimanaaa gitu hehe.... Pokok'e klo ke PV lagi, kayanya harus mampir kesini lagi deh (kompor meleduk.com). Oh ya ttg kisaran harga memang agak mahal dikit ya, cuma klo dah makan dan ngerasain suasana disana ya wajar2lah, mana tempatnya didalam mall pula jadi impaslah hehe itu menurut saya yaa... Klo beda ya maaf deh... Waduh sekalinya nulis panjang bet n kaya yg bener aja xixi... Maaf juga klo ga bikin subjek baru lagi, maklum via HP masih gaptek euy hehehe... Smoga ulasan saya berkenan bagi pecinta kuliner. Salam manis, - aya - http://ayabluecreation.blogspot.com Sent from dapu -----Original Message----- From: "mediacare" <[email protected]> Date: Mon, 5 Apr 2010 07:45:16 To: <[email protected]> Subject: Re: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan Aku juga sudah lama nggak mampir ke Bandar Jakarta. Soal menunya mungkin tak beda jauh. Yang aku pengen mampir dan belum sempet-sempet adalah ke Kemiri di Pejaten Village. Sepertinya menarik saat menonton tayangan di Metro TV. Facebook: Radityo Djadjoeri ----- Original Message ----- From: anggita suryo To: [email protected] Sent: Sunday, April 04, 2010 8:43 AM Subject: Bls: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan hmm... ulasannya sangat menggiurkan :p--- makan malam di pinggir pantai... romantisnya, bisa sewa perahu juga lho mas radit. sudah lama tidak kesana ada menu baru yang menarik diliput gak ya?? tks, gitgit ------------------------------------------------------------------------------ Dari: mediacare <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 4 April, 2010 00:54:20 Judul: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan "Bandar Djakarta" Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan Oleh: John JS Jakarta - Kalangan orang pemangsa seafood, rasanya belum komplet kepuasannya jika belum singgah di resto Bandar Djakarta yang berlokasi di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Area posisinya sengaja memilih daerah pinggir pantai, atau maknanya berpanorama seaside yang bernuansa relaksasi dengan kesejukan angin semilir yang mencipta rasa santai. Sejak mula berdirinya, konsep Bandar Djakarta bermaksud menciptakan rumah makan eatainment. "Orang bisa makan dengan sajian entertainment musik di pinggir laut. Servis utamanya adalah memberikan rasa nyaman," ungkap Sunarja "Djohan" Lasmana selaku pimpinan. Oleh sebab itu, sajian hiburan live music (mulai jam 19.00 WIB) di Bandar Djakarta menjauhi dangdut, karena suasana yang hendak dituju adalah semua tamu bertambah rileks sejak matahari terbenam pada sore hari. Dari awal menemukan "area terbuang" di kawasan timur TIJA, ada maksud Djohan membangun wilayah night life yang layak bagi semua anggota keluarga di panati Ancol (rekreasi wisata makan keluarga). Maka ketika kini sudah dilirik, dan Bandar Djakarta menjadi salah satu tujuan wisata kuliner, utamanya setiap Jumat, Sabtu dan Minggu. Maka nilai target tersendiri yang dilakukan sejak tiga tahun lalu telah mencapai kehendaknya. "Lalu, kami pantas bersyukur karena telah diberkati oleh Tuhan. Kami bisa berdiri sampai sekarang ini karena bantuan Tuhan. Di samping itu pihak TIJA banyak mendukung dalam hal sarana dan prasarana," ditambahkan Djohan. Kepiting Soka Berkulit Empuk Selain di dominasi ruang restoran yang terbuka, Bandar Djakarta menyediakan ruang lesehan, serta ruang VIP bagi kalangan orang yang tidak tahan tiupan angin pantai. Namun paling unik dari keberadaan resto Bandar Djakarta, dimulai dari kita masuk kedalamnya. Sebagai pemangsa seafood, mungkin kita sekaligus mendapat informasi dan keingintahuan rasa lain dari cara memasak Kepiting Supertelor, Kepiting Male Crab, hingga Kepiting Soka yang berkulit empuk Rasanya tentu belum lengkap kalau belum menikmati beberapa pilihan kerang, dimulai dari Kerang Dara, Kerang Hijau, Kerang Tahu, sampai Kerang Kampak yang per ekor seharga Rp 12.000, atau Kerang Bambu yang seharga Rp 90.000 per kilogram. Untuk diketahui, sejak Bandar Djakarta berdiri tiga tahun lalu, harga tidak berubah sama sekali, meski harga BBM sudah beberapa kali naik. Lalu ada pilihan tambahan senikmat Udang Api, Udang Cupang, Udang Peci, Udang Pacet, dan Udang Lobster yang termahal namun banyak dipesan oleh pelanggan Bandar Djakarta. Untuk sajian ikan, tersedia banyak pilihan dari Ikan Kerapu, Ikan Baronang, Ikan Bawal Hitam/Putih, Ikan Kue, Ikan Kakap Merah, Ikan Baby Hiu, hingga Ikan Pecah Kulit yang jadi unggulan karena termasuk langka dan berada di laut dalam. "Ikan Pecah Kulit lebih sedap rasanya dari Gurame dengan tulang-tulangnya yang renyah. Bagi yang senang menyantap crispy, bisa terkunyah habis-habisan dan kucing gak kebagian," tutur Djohan. Sambil menunggu hidangan laut sampai ke meja Anda (cukup dengan menambah biaya cooking fee Rp 10.000 per kilogram), Bandar Djakarta punya hidangan ringan bernama Tahu Ondel. Disebut begitu karena sifat isiannya (sayuran dan udang) yang bisa bergoyang-goyang. Ketika makanan laut Anda datang, Bandar Djakarta lagi-lagi menyuguhkan keistimewaan berupa tiga saus penyedap bernama Bandar Djakarta (saus pedas), Teluk Jakarta (saus dominan kecap dan paprika), serta Jali-Jali (saus manis). Akan hal minuman jus, ada lima pilihan spesial. Dari Kemesraan yang bercampuran buah mangga, markisa dan sirop ros. Lalu Nyai Dasima yang perpaduan tomat, markisa, sirup, dan susu putih. Bandar de Coco berupa kelapa kerok, moka, sirup ros, jus jeruk, dan es krim vanilla. Goyang Dombret yang berisian melon, nangka, stroberi dan susu putih. Serta pilihan yang kelima adalah jus Monas yang terdiri dari paduan buah nenas, jus jeruk, markisa, dan gula cair. Tertarik? Copyright © Sinar Harapan 2003 Facebook: Radityo Djadjoeri ------------------------------------------------------------------------------ Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
