Sekedar sharing........rasanya kita tdk usah terlalu paranoid yang penting berdoa sebelum makan...kembalikan segala sesuatu pada NYA. Dilain sisi pemain pada bisnis ini tentu tidak mau kehilangan customer yg diakibatkan karena terjadinya keracunan makanan dari restonya. Di luar negeri setiap usaha resto seluruh pengelolanya wajib mengikuti test kompetensi "Food Safety" sebelum mengoperasikannya. Di Indonesia memang ada pegawai dari suku dinas kesehatan yg terkadang datang untuk melakukan semacam test hygiene & sanitasi. Sayangnya mereka masih kurang detail melakukan pengecekannya. Keamanan makanan di Indonesia memang masih panjang perjalanannya, bukan sekedar karena faktor ekonomi tetapi lebih kepada faktor pendidikan. Pemilik bisnis sendiri hanya sedikit sekali yang concern terhadap pendidikan & pelatihan.
Dampak hal ini dalam bisnis resto umumnya tidak akan terlihat secara langsung, tetapi jika bisnis anda mengalami penurunan secara berlanjut.....kemungkinan masalah ini menjadi salah satu penyebabnya...... Salam, Agung Pada 23 Mei 2010 20:32, Rina Sofiany <[email protected]> menulis: > > > Aduh...jangankan yg canggih-canggih ya, lha wong tahu aja dikasih boraks, > formalin. > Merebus daun singkong supaya tetap hijau juga pakai boraks. > Membiat bakso tak lepas dari boraks. > Ikan asin dikasih formalin > Cabe giling dikasih pewarna tekstil > Terasi dikasih pewarna tekstil. > > > > Inilah Indonesia... > > > > -- > rina rinso > > http://sate-ponorogo.blogspot.com > http://pochopa.com > > > > On Sun, May 23, 2010 at 5:00 PM, sunny <[email protected]> wrote: > >> >> >> >> http://english.pravda.ru/science/health/18-05-2010/113402-food_additives-0 >> >> 18.05.2010 >> >> Every Food-Making Company Has Its Own Cemetery of Customers >> >> > > >
