Bu Marta, kemungkinan jenis yang dipakai adalah belibis kembang dan merupakan hasil tangkapan alam. Kalau saya cari-cari di refensi kayaknya banyak rumah makan di seputaran Jakarta yang menyajikan menu belibis goreng ini, cuman saya tidak tahu apakah belibis betulan atau anak itik jantan, karena saya belum menemukan referensi peternakan belibis kembang.
Kalau mengenai ketidaksetujuan Ibu ya itu pilihan masing-masing, sepengetahuan saya, status belibis kembang di IUCN adalah least concern, dengan alasan sebagai berikut, quote:"This species has an extremely large range, and hence does not approach the thresholds for Vulnerable under the range size criterion (Extent of Occurrence <20,000 km2 combined with a declining or fluctuating range size, habitat extent/quality, or population size and a small number of locations or severe fragmentation). Despite the fact that the population trend appears to be decreasing, the decline is not believed to be sufficiently rapid to approach the thresholds for Vulnerable under the population trend criterion (>30% decline over ten years or three generations). The population size is very large, and hence does not approach the thresholds for Vulnerable under the population size criterion (<10,000 mature individuals with a continuing decline estimated to be >10% in ten years or three generations, or with a specified population structure). For these reasons the species is evaluated as Least Concern." http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/141420/0 2010/6/15 marta nurfaidah <[email protected]> > > > Waahh... mas, maaf tetapi saya tidak setuju bila burung belibis dijadikan > menu di RM Bunda. Sebenarnya, jika burung belibis yang dijual ini hasil > budidaya, mungkin tidak apa-apa untuk diolah menjadi makanan. Tetapi, > menurut tulisan mas, menu ini jarang ada karena untuk mendapatkannya > mengandalkan tangkapan alam. Memang burung belibis, ini jenis kembang atau > nggak ya?, bukan termasuk binatang langka. Namun, perlu diketahui > populasinya mulai turun. :) > > --- Pada *Kam, 10/6/10, tomo <[email protected]>* menulis: > > > Dari: tomo <[email protected]> > Judul: [bango-mania] Menikmati Kelezatan Burung Belibis Goreng di RM Bunda > Kepada: [email protected], [email protected] > Tanggal: Kamis, 10 Juni, 2010, 4:18 PM > > > > Burung Belibis > Goreng<http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/06/dsc_2111.jpg> > Burung belibis merupakan burung air yang hidup di danau, rawa serta > telaga. Burung ini memiliki bulu-bulu berwarna kecoklat-coklatan, dengan > leher agak panjang dan kecil. Belibis memiliki paruh dan kaki berwarna > hitam, dengan selaput renang pada kaki seperti itik, yang membuat belibis > ini pandai berenang. Namun disamping pandai berenang, burung ini juga bisa > terbang jauh. Daging burung ini enak seperti daging bebek sehingga > membuatnya banyak diburu untuk dikonsumsi. Di RM Bunda, burung belibis > goreng menjadi menu baru yang tidak setiap hari ada karena mengandalkan > bahannya dari tangkapan alam. Menurut Ibu pemilik rumah makan, burung > belibis ditangkap dari daerah Sontang. Kemarin dalam 2 hari, hanya berhasil > menangkap 7 ekor yang digoreng. > > Selengkapnya silahkan baca di http://kulineronlin e.wordpress. com/2010/ > 06/09/sensasi- kelezatan- burung-belibis- goreng-di- > rm-bunda/<http://kulineronline.wordpress.com/2010/06/09/sensasi-kelezatan-burung-belibis-goreng-di-rm-bunda/> > -- > ~tomo~ > http://kulineronlin e.wordpress. com <http://kulineronline.wordpress.com/> > > > > > -- ~tomo~ http://kulineronline.wordpress.com http://www.facebook.com/wisatakuliner
