Foto yg datang ada tuh di bagian bawah. sebagian sdh diuplod via facebook oleh mbak nunung. Cerita lain nyusul ya... Terutama joke2 dari mbak Dita.
Pada Sen, 21 Jun 2010 11:37 ICT manda prayogo menulis: > >Wah, seru kayaknya makan Tutut. >Foto bango mania Surabaya mana? kok nggak muncul. *penasaran. >Siapa saja yang datang? Makan yang paling banyak siapa? > >Cerita yang seru apalagi nih? > >salam >www.sijagomakan.com > >--- On Sun, 6/20/10, Abdur Rohman <[email protected]> wrote: > >From: Abdur Rohman <[email protected]> >Subject: [bango-mania] Tutut yang Bikin Ketagihan Nyedot >To: [email protected] >Cc: [email protected] >Date: Sunday, June 20, 2010, 10:19 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tutut yang Bikin Ketagihan NyedotIn Bango Mania, In Makan Dimana21 June > 2010 >TUTUT atau kerecoh termasuk jenis menu berbahan keong atau siput air tawar >atau kul sawah. Disajikan dalam bentuk masak berkuah santan, dengan cara makan >yang unik, yaitu langsung disedot dari cangkang-cangkang kecilnya guna >mengeluarkan isinya yang lunak dan gurih. Bila tak mau juga keluar, bisa >menggunakan bantuan tusuk gigi untuk mengungkitnya, sehingga dengan mudah >dapat menyantapnya. > >Ketika acara santap malam Bangomania Surabaya (20/6) di Bumbu Desa, rupanya >Tutut ini menjadi pilihan menu yang cukup difavoritkan. Berawal dari sekadar >memperbincangkan nama Tutut yang kedengarannya > ‘lucu’, karena di Surabaya menu ini lebih dikenal dengan kerecoh, ada juga > yang menyebutnya kul nenek (daerah Gresik utara). Bahkan, karena begitu > serunya memperbincankan makanan asal Sunda ini, sampai-sampai harus nambah > hingga 4 porsi untuk disantap ramai-ramai. Tentu dengan menu-menu pendamping > lainnya yang tak kalah enaknya. Karena malam itu, hampir setiap orang > memiliki pilihan menu sendiri-sendiri seperti karedok, nasi bakar, dan > lain-lain. > >Ya, sensasi terdahsayat menikmati Tutut adalah dengan menyedotnya. Selain cara >ini digunakan untuk menarik keluar isi kerecoh, juga menyerap keluar >bumbu-bumbu kuah santan segarnya > yang sudah merasuk ke dalamnya. Sehingga ketika upaya menyedot ini tak > membuahkan hasil, penikmat masih akan mendapatkan gurihnya rasa kuah yang > berbahan bumbu seperti bumbu-bumbu masak kepiting tradisional. > >Di daerah persawahan, Tutut biasanya hidup di pemukaan lumpur sawah yang >berair tidak terlalu dalam. Binatang mungil ini lebih suka bergerombol pada >dahan tumbuhan yang jatuh di atas air, terutama dahan dan batang-batang >pisang. > >Tutut yang sudah diambil dari sawah, kemudian akan dicuci untuk menghilangkan >kotoran yang biasanya menempel di bagian cangkangnya. Untuk hasil bersih >maksimal dalam menghilangkan lumpur yang terbawa, diperlukan waktu merendam >sekitar satu malam. Setelah itu, Tutut akan direbus hingga masak, lalu >ditiriskan dan dicuci sekali lagi sebelum diolah, baik menjadi Tutut kuah >maupun sate kul, keripik, dan lain-lain. > >Kul atau tutut menyimpan banyak kandungan gizi yang tinggi. Menurut Positive >Deviance > Resource Centre, tutut kaya akan kandungan protein 12 % dan kalsium 217 mg > serta rendah kolesterol. Dalam 100 gram keong terkandung air sekitar 81 gram > air dan sisanya mengandung energi, protein, kolesterol, karbohidrat, kalsium > dan posfor. Jadi, di samping enak dikonsumsi juga sangat baik bagi kesehatan > badan. > > > > >Selain ngobrol santai sambil makan-makan, malam itu menu yang cukup menyita >perhatian kawan-kawan Bangomania adalah karedok. Dalam karedok yang berbahan >sayur-sayuran mentah dengan bumbu kacang seperti gado-gado, diyakini >berkhasiat bagi tubuh. Bahannya antara lain ketimun, tauge, kol, kacang >panjang, daun kemangi, terong sayur yang kesemuanya > diiris tipis dan kecil. Dalam penyajiannya, semua irisan ini ditaruh di atas > piring kemudian disiram dengan bumbu kacang. (arohman)Diposting oleh ruang > baca di 10:11 AM Label: Bango Mania, > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
