Namanya rumah makan meriah ngga ada yang standar kebersihan.
Makanya mo murah dan enak jangan lihat dapur, jangan lihat cucinya dan jangan 
lihat olahannya.
Penting makan bawa pulang nyus enaknya.
Mo tahu aja, yang d cos tempat bagus ajah makanan saji nya
aja ngga bersih. Berapa kali saya makan kepiting campur besi.. jus sirsak 
campur lalat 
dan sama tamu yang lain. Apa tanggapannya hanya lihat ya sudah dari
manajer resto nya. Sejak itu saya sekeluarga sudah antipati makan di sana.

Sent from my iPhone

On Jun 27, 2010, at 1:56 PM, [email protected] wrote:

Enak banget.....
Cuma yang perlu diperhatikan adalah kebersihan, restonya kurang banget, 
fasilitas toilet, mungkin kalau liat dapurnya....bisa engga jadi makan.....
Saya berharap pemerintah lebih mentertibkan kebersihannya, karena itu daerah 
wisata kuliner yang dilestarikan.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "mediacare" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 27 Jun 2010 12:03:34 -0700
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
media-jakarta<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; Female-Radio<[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [bango-mania] Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...

 
Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...
 
Jumat, 27 Februari 2009 | 11:11 WIB
 
 

DOKUMENTASI BERITA JAKARTA
Rumah makan masakan Padang memang tak terhingga jumlahnya di Jakarta. Namun 
bagi pecinta masakan Padang yang fanatik, nasi padang Kapau yang berada di 
Jalan Kramat Raya, Senen tak ada lawannya. Banyak menu yang bisa dipilih, tapi 
sebaiknya datang malam karena deretan rumah makan nasi kapau Senen baru buka 
menjelang petang.

Saat senja baru beranjak, saat itulah biasanya para pedagang nasi kapau mulai 
sibuk membenahi area jualannya. Mereka memasang tiang besi penopang tenda, 
meja, dan kursi. Sementara, pelayan wanita sibuk menyiapkan menu yang dijejer 
di meja panjang yang ada di bawah tenda.

Keberadaan warung nasi Kapau  di Jalan Kramar Raya memang bukan hal yang baru. 
Sejak tahun 1974 mereka sudah ada. Tapi kala itu jumlah pedagang yang ada tidak 
sebanyak saat ini. Beruntung, jika banyak pedagang bertenda yang ditertibkan 
oleh pemda DKI, maka pedagang pedagang nasi kapau di sini justru dilestarikan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus)  justru 
memfasilitasi pedagang agar gerobak jualannya lebih apik dan memberi tenda yang 
bisa dibongkar pasang. Sebelumnya, pedagang hanya menggunakan peralatan 
seadanya, dengan menggunakan gerobak dorong atau menggelar dagangan secara 
lesehan di trotoar.

Kini, bisa dibilang kumpulan pedagang nasi kapau di sana menjadi wisata kuliner 
andalan Kecamatan Senen. Jumlah pedagang makin bertambah. Pada tahun 1980 
sekumpulan pedagang diarahkan menjadi satu komunitas wisata kuliner di pusat 
kota Jakarta, dan di kelola oleh Dinas UKM DKI Jakarta. Saat itu terdapat 39 
pedagang nasi kapau yang dibina.

Nah, siapa pelanggannya? Biasanya, usai bergelut dengan aktivitasnya selama 
seharian biasanya sejumlah pekerja menyempatkan mampir di warung tenda nasi 
kapau. Keramahan pedagang menjadi kenyamanan tersendiri saat melahap aneka 
masakan yang disediakan. Tak hanya itu, lagu lawas yang dinyanyikan musisi 
jalanan pun dapat dijadikan teman bersantap. 

Ya. Banyak pilihan menu masakan Padang dalam memanjakan lidah pengunjung yang 
datang. Sebut saja lemang bakar, nasi kapau, tambusu, ikan balado, ayam bakar 
dan ikan bakar, gulai kikil atau gulai tunjang, bebek goreng cabai hijau, bubur 
kampiun, dan masakan khas Sumatera Barat.

Cara penyajiannya pun menggugah selera. Seluruh masakan ditata sedemikian rupa 
sepanjang meja. Tak hanya itu, para pedagang selalu melakukan invosi terbaru 
masakan dalam memanjakan lidah pengunjung.

Seperti yang dilakukan oleh Haji Nazir, pemilik warung nasi kapau Sabana-bana 
asal Bukit Tinggi, Sumetera Barat ini. Ada menu spesial yang tak ada di warung 
nasi kapau lain yakni, usus telor. Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp 8.000, 
pengunjung dapat menyantap lezatnya usus telor.

Usus telor, menurut Haji Nazir, begitu lezat disantap bersama dengan nasi putih 
ataupun lemang yang diberi cabai hijau. Jika ingin mendapatkan kepuasan dalam 
mencicipi masakan inovasi warung Sabana-bana ini, pengunjung dapat juga 
mencampurnya dengan urap dan ikan bilis balado. Ehm, dapat dibuktikan rasanya.

Begitu juga dengan bubur kampiun yang menjadi masakan kas warung Padang di 
Kramat Raya. Bubur kampiun merupakan percampuran dari bermacam bubur, yakni 
bubur candil, bubur sumsum, kolak pisang, pulut (ketan), kolang-kaling, dan 
srikaya, kemudian diberi kuah santan bergula merah. Srikaya yang dimaksud di 
sini adalah semacam bubur yang dibuat dari telur, santan, dan gula merah.

Keistimewaan lain yang terdapat pada masakan Padang yang dijual di sini adalah 
harganya yang murah. Untuk lemang bakar harganya Rp 10 ribu Rp 15 ribu. Harga 
yang diberikan tergantung dari ukuran lemangnya. Sementara itu masakan lain 
seperti gulai tunjang harganya Rp 8.000, bubur kampiun Rp 8.000, usus telor Rp 
8.000 ribu, dan bebek cabai hijau Rp 20 ribu.

Selain makanan, tersedia juga es tebak (es campur khas Minang) yang berisi 
aneka macam buah-buahan segar. Untuk satu porsi, harga yang dipatok para 
pedagang sekitar Rp 8.000. Perlu diketahui, es tebak menjadi minuman favorit 
pengunjung yang datang setiap malam minggu ataupun minuman wajib saat berbuka 
puasa.

Firdauz (39) salah satu karyawan perusahaan swasta yang berada di daerah 
Cikini, Jakarta Pusat, mengaku nasi kapau Jalan Kramat Raya selalu menjadi 
rujukan utama di saat pulang kerja. Bersama teman-temannya Firdauz selalu 
menunjuk warung nasi kapau Sabana-bana sebagai warung yang dipercaya untuk 
memberikan kenikmatan lidahnya. Menurut pria yang bermukim di daerah Bekasi 
ini, begitu duduk seperti berada di kampung halaman.

Harga Menu Spesial Nasi Padang Kapau

1. Lemang Bakar ukuran sedang Rp 10.000, besar Rp 15.000
2. Usus Telor Rp 8.000
3. Gulai tunjang Rp 8.000
4. Bubur kampiun Rp 8.000
5. Bebek cabai hijau Rp 20.000

Sumber :BeritaJakarta.com Dibaca : 10225
Sent from Indosat BlackBerry powered by  
    Font: A A A
Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda

artissimo
Selasa, 17 Maret 2009 | 14:39 WIB
gw pernah makan di situ, trus jadi diare... sbnernya enak sih tapi...
Balas tanggapan

guwe
Sabtu, 14 Maret 2009 | 19:58 WIB
masih enakan masakan nyokap gw kaleeeeeeeeeeeee
Balas tanggapan

dewisolihat
Kamis, 12 Maret 2009 | 22:12 WIB
Mendingan masak sendiri lebih seger,enak dan baru di masak.kalo beli biasanya 
udah di panasin berulang-ulang tuh makanan.
Balas tanggapan

Joshua
Senin, 9 Maret 2009 | 08:57 WIB
Kalau nggak mau repot / ngggak mau mahal tapi baru ... bungkus aja, lokasinya 
tuh disamping RS Kramat 128 - Iko Sabana (mobil box merah) ...
Balas tanggapan

evi
Rabu, 4 Maret 2009 | 15:47 WIB
emeng bener..g pernah tu..bungkus ikan bakar bwat dbwa pulang, ternyata pas g 
coba ikannya ud bau busuk mgkn ikan itu ikan sisa kmrn yg ga laku trus dijual 
lagi...bener2 ngapokin d..
Balas tanggapan
 
 
 
 
 
 
http://megapolitan.kompas.com/read/2009/02/27/11115232/nikmatnya.nasi.kapau.di.senen...
 
Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare
 




      

Kirim email ke