Nah...makannya biar ga dingin abis magrib gitu....pas baru2 buka....
gulai tunjangnya lumayan enak...

  ----- Original Message ----- 
  From: Akhmad Masun 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] ; [email protected] ; 
media-jakarta ; [email protected] ; 
[email protected] ; Female-Radio 
  Sent: Monday, June 28, 2010 11:02 AM
  Subject: Re: [bango-mania] Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...


    
        Nasi Kapau menurut saya so so aja....

        Kadang2 ada beberapa lauknya yang sudah duingin kena udara malam....

        Salam,
        AMGD

        YM : [email protected]
        FB : [email protected]
        www.mlancong.com-Indahnya Indonesia

        --- On Sun, 6/27/10, Dant <[email protected]> wrote:


          From: Dant <[email protected]>
          Subject: Re: [bango-mania] Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...
          To: "[email protected]" <[email protected]>
          Cc: "[email protected]" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>, 
"media-jakarta" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>, 
"Female-Radio" <[email protected]>
          Date: Sunday, June 27, 2010, 5:01 AM


            

          Namanya rumah makan meriah ngga ada yang standar kebersihan.
          Makanya mo murah dan enak jangan lihat dapur, jangan lihat cucinya 
dan jangan lihat olahannya.
          Penting makan bawa pulang nyus enaknya.
          Mo tahu aja, yang d cos tempat bagus ajah makanan saji nya
          aja ngga bersih. Berapa kali saya makan kepiting campur besi.. jus 
sirsak campur lalat 
          dan sama tamu yang lain. Apa tanggapannya hanya lihat ya sudah dari
          manajer resto nya. Sejak itu saya sekeluarga sudah antipati makan di 
sana.

          Sent from my iPhone

          On Jun 27, 2010, at 1:56 PM, bebekgorengyogi@ yahoo.com wrote:


              
            Enak banget.....
            Cuma yang perlu diperhatikan adalah kebersihan, restonya kurang 
banget, fasilitas toilet, mungkin kalau liat dapurnya.... bisa engga jadi 
makan.....
            Saya berharap pemerintah lebih mentertibkan kebersihannya, karena 
itu daerah wisata kuliner yang dilestarikan.

            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss... !


--------------------------------------------------------------------

            From: "mediacare" <mediac...@cbn. net.id> 
            Sender: bango-mania@ yahoogroups. com 
            Date: Sun, 27 Jun 2010 12:03:34 -0700
            To: <bango-mania@ yahoogroups. com>; <appetitejourney@ yahoogroups. 
com>; media-jakarta<media-jakarta@ yahoogroups. com>; <femina-friends@ 
yahoogroups. com>; <kompascommunity@ yahoogroups. com>; 
Female-Radio<FeMale-Radio@ yahoogroups. com>
            ReplyTo: bango-mania@ yahoogroups. com 
            Subject: [bango-mania] Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...


              

            Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...

            Jumat, 27 Februari 2009 | 11:11 WIB



            DOKUMENTASI BERITA JAKARTA
            Rumah makan masakan Padang memang tak terhingga jumlahnya di 
Jakarta. Namun bagi pecinta masakan Padang yang fanatik, nasi padang Kapau yang 
berada di Jalan Kramat Raya, Senen tak ada lawannya. Banyak menu yang bisa 
dipilih, tapi sebaiknya datang malam karena deretan rumah makan nasi kapau 
Senen baru buka menjelang petang.

            Saat senja baru beranjak, saat itulah biasanya para pedagang nasi 
kapau mulai sibuk membenahi area jualannya. Mereka memasang tiang besi penopang 
tenda, meja, dan kursi. Sementara, pelayan wanita sibuk menyiapkan menu yang 
dijejer di meja panjang yang ada di bawah tenda.

            Keberadaan warung nasi Kapau  di Jalan Kramar Raya memang bukan hal 
yang baru. Sejak tahun 1974 mereka sudah ada. Tapi kala itu jumlah pedagang 
yang ada tidak sebanyak saat ini. Beruntung, jika banyak pedagang bertenda yang 
ditertibkan oleh pemda DKI, maka pedagang pedagang nasi kapau di sini justru 
dilestarikan.

            Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus)  justru 
memfasilitasi pedagang agar gerobak jualannya lebih apik dan memberi tenda yang 
bisa dibongkar pasang. Sebelumnya, pedagang hanya menggunakan peralatan 
seadanya, dengan menggunakan gerobak dorong atau menggelar dagangan secara 
lesehan di trotoar.

            Kini, bisa dibilang kumpulan pedagang nasi kapau di sana menjadi 
wisata kuliner andalan Kecamatan Senen. Jumlah pedagang makin bertambah. Pada 
tahun 1980 sekumpulan pedagang diarahkan menjadi satu komunitas wisata kuliner 
di pusat kota Jakarta, dan di kelola oleh Dinas UKM DKI Jakarta. Saat itu 
terdapat 39 pedagang nasi kapau yang dibina.

            Nah, siapa pelanggannya? Biasanya, usai bergelut dengan 
aktivitasnya selama seharian biasanya sejumlah pekerja menyempatkan mampir di 
warung tenda nasi kapau. Keramahan pedagang menjadi kenyamanan tersendiri saat 
melahap aneka masakan yang disediakan. Tak hanya itu, lagu lawas yang 
dinyanyikan musisi jalanan pun dapat dijadikan teman bersantap. 

            Ya. Banyak pilihan menu masakan Padang dalam memanjakan lidah 
pengunjung yang datang. Sebut saja lemang bakar, nasi kapau, tambusu, ikan 
balado, ayam bakar dan ikan bakar, gulai kikil atau gulai tunjang, bebek goreng 
cabai hijau, bubur kampiun, dan masakan khas Sumatera Barat.

            Cara penyajiannya pun menggugah selera. Seluruh masakan ditata 
sedemikian rupa sepanjang meja. Tak hanya itu, para pedagang selalu melakukan 
invosi terbaru masakan dalam memanjakan lidah pengunjung.

            Seperti yang dilakukan oleh Haji Nazir, pemilik warung nasi kapau 
Sabana-bana asal Bukit Tinggi, Sumetera Barat ini. Ada menu spesial yang tak 
ada di warung nasi kapau lain yakni, usus telor. Dengan hanya merogoh kocek 
sebesar Rp 8.000, pengunjung dapat menyantap lezatnya usus telor.

            Usus telor, menurut Haji Nazir, begitu lezat disantap bersama 
dengan nasi putih ataupun lemang yang diberi cabai hijau. Jika ingin 
mendapatkan kepuasan dalam mencicipi masakan inovasi warung Sabana-bana ini, 
pengunjung dapat juga mencampurnya dengan urap dan ikan bilis balado. Ehm, 
dapat dibuktikan rasanya.

            Begitu juga dengan bubur kampiun yang menjadi masakan kas warung 
Padang di Kramat Raya. Bubur kampiun merupakan percampuran dari bermacam bubur, 
yakni bubur candil, bubur sumsum, kolak pisang, pulut (ketan), kolang-kaling, 
dan srikaya, kemudian diberi kuah santan bergula merah. Srikaya yang dimaksud 
di sini adalah semacam bubur yang dibuat dari telur, santan, dan gula merah.

            Keistimewaan lain yang terdapat pada masakan Padang yang dijual di 
sini adalah harganya yang murah. Untuk lemang bakar harganya Rp 10 ribu Rp 15 
ribu. Harga yang diberikan tergantung dari ukuran lemangnya. Sementara itu 
masakan lain seperti gulai tunjang harganya Rp 8.000, bubur kampiun Rp 8.000, 
usus telor Rp 8.000 ribu, dan bebek cabai hijau Rp 20 ribu.

            Selain makanan, tersedia juga es tebak (es campur khas Minang) yang 
berisi aneka macam buah-buahan segar. Untuk satu porsi, harga yang dipatok para 
pedagang sekitar Rp 8.000. Perlu diketahui, es tebak menjadi minuman favorit 
pengunjung yang datang setiap malam minggu ataupun minuman wajib saat berbuka 
puasa.

            Firdauz (39) salah satu karyawan perusahaan swasta yang berada di 
daerah Cikini, Jakarta Pusat, mengaku nasi kapau Jalan Kramat Raya selalu 
menjadi rujukan utama di saat pulang kerja. Bersama teman-temannya Firdauz 
selalu menunjuk warung nasi kapau Sabana-bana sebagai warung yang dipercaya 
untuk memberikan kenikmatan lidahnya. Menurut pria yang bermukim di daerah 
Bekasi ini, begitu duduk seperti berada di kampung halaman.

            Harga Menu Spesial Nasi Padang Kapau

            1. Lemang Bakar ukuran sedang Rp 10.000, besar Rp 15.000
            2. Usus Telor Rp 8.000
            3. Gulai tunjang Rp 8.000
            4. Bubur kampiun Rp 8.000
            5. Bebek cabai hijau Rp 20.000

            Sumber :BeritaJakarta. com Dibaca : 10225 
            Sent from Indosat BlackBerry powered by  
                Font: A A A 
              a.. 

              b.. 

              c.. 

              d.. 

              e.. 

              f.. 

              g.. 

              h.. 

            Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda 
              a.. 
              artissimo 
              Selasa, 17 Maret 2009 | 14:39 WIB
              gw pernah makan di situ, trus jadi diare... sbnernya enak sih 
tapi...
              Balas tanggapan
              b.. 
              guwe 
              Sabtu, 14 Maret 2009 | 19:58 WIB
              masih enakan masakan nyokap gw kaleeeeeeeeeeeee
              Balas tanggapan
              c.. 
              dewisolihat 
              Kamis, 12 Maret 2009 | 22:12 WIB
              Mendingan masak sendiri lebih seger,enak dan baru di masak.kalo 
beli biasanya udah di panasin berulang-ulang tuh makanan.
              Balas tanggapan
              d.. 
              Joshua 
              Senin, 9 Maret 2009 | 08:57 WIB
              Kalau nggak mau repot / ngggak mau mahal tapi baru ... bungkus 
aja, lokasinya tuh disamping RS Kramat 128 - Iko Sabana (mobil box merah) ...
              Balas tanggapan
              e.. 
              evi 
              Rabu, 4 Maret 2009 | 15:47 WIB
              emeng bener..g pernah tu..bungkus ikan bakar bwat dbwa pulang, 
ternyata pas g coba ikannya ud bau busuk mgkn ikan itu ikan sisa kmrn yg ga 
laku trus dijual lagi...bener2 ngapokin d..
              Balas tanggapan






            http://megapolitan.kompas.com/ read/2009/ 02/27/11115232/ 
nikmatnya. nasi.kapau. di.senen. ..

            Facebook: Radityo Djadjoeri
            YM: radityo_dj
            Twitter: @mediacare
            4sq: http://foursquare. com/user/ mediacare




       



  

Kirim email ke