Wak radit, tak muat disini ya http://seputarmudik.wordpress.com/2010/08/31/kuliner-solo/
<http://seputarmudik.wordpress.com/2010/08/31/kuliner-solo/>Wak Radit juga tak undang untuk mengisi berita seputar mudik yang berhubungan dengan kuliner. Salam Sehati eshape http://ekoshp.com/ http://twitter.com/eshape http://eshape.wordpress.com/ YM : yogya1212 Pada 28 Agustus 2010 06.28, mediacare <[email protected]> menulis: > > > Buat teman-teman di tabloid Info Kuliner > > > Sekadar ralat. Yang pecah menjadi dua adalah Mataram bukan pemerintahan > Surakarta. Menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. > > Kedua wilayah itu lalu dibagi menjadi empat dengan munculnya Pakualaman di > Yogyakarta dan Mangkunegaran di Solo. > > > Facebook: Radityo Djadjoeri > YM: radityo_dj > Twitter: @mediacare > 4sq: http://foursquare.com/user/mediacare > > > ----- Original Message ----- > *From:* mediacare <[email protected]> > *To:* [email protected] ; [email protected] ; > [email protected] ; media-jakarta<[email protected]>; > [email protected] ; [email protected] ; > [email protected] ; [email protected] ; > Female-Radio <[email protected]> > *Sent:* Friday, August 27, 2010 4:19 PM > *Subject:* [bango-mania] Bernostalgia dengan aneka makanan khas Solo yang > otentik > > > > Bernostalgia dengan aneka makanan khas Solo yang otentik > > Rindu kampung halaman di Solo ketika Anda berada di Jakarta? Adalah satu > keberuntungan Anda berada di kota yang punya seribu kuliner seperti Jakarta. > Karena segala macam makanan mulai dari tradisional sampai mancanegara tumpah > ruah di sini, termasuk makanan Solo yang otentik. Simak liputan yang > berikut. > > Ketika mendengan kata Surakarta mungkin Anda tak akan terlalu familiar > dibanding dengan Solo. Ya, siapa yang tak kenal kota indah yang dialiri > sungai Bengawan Solo ini. Awalnya, kota ini bernama Surakarta namun nama > Sala atau Solo mulai populer di masyarakat sejak Belanda memberlakukan > struktur pemerintahan dobel di Surakarta akibat perjanjian Giyanti. > Perjanjian Giyanti ini membuat pemerintahan Surakarta terpecah menjadi dua > yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Daerah Kasunanan > Surakarta inilah yang akhirnya berkembang menjadi kota Solo. Nama ini > diambil dari nama desa tempat berdirinya Keraton Surakarta yaitu Desa Sala. > > Hampir semua orang, pastinya mengidentikkan makanan Solo memiliki citarasa > makanan yang cenderung manis. "Pada dasarnya, makanan khas Solo memiliki > citarasa yang variatif, termasuk gurih. Namun, rasa manis lebih > mendominasi," ungkap William Wongso, pakar kuliner makanan Nusantara. Hanya > saja, yang masih terlihat sangat dominan dan menjadi ciri khas makanan Solo > adalah adanya penggunaan santan dan gula jawa, serta aneka bumbu lain > seperti daun salam, dan serai. Banyaknya desa-desa di kota Solo membuat > citarasa dan jenis makanan tradisional semakin variatif. > > Akulturasi Budaya. > > Variasi rasa masakan khas Solo rupanya juga dipengaruhi oleh sentuhan > kuliner Belanda. Salah satu makanan khas Solo yang juga mendapatkan sentuhan > kuliner Belanda adalah Bestik Solo. Bestik sendiri merupakan hasil pelafalan > lidah pribumi dari bahasa Belanda Biefstuk yaitu masakan yang terbuat dari > daging dan sayuran dengan saus sejenis steak. Bestik Jawa merupakan > akulturasi masakan Eropa yang disesuaikan dengan lidah lokal. Hasil silang > rasa itu telah turun-temurun dan disajikan sebagai menu yang kemudian > diklaim sebagai masakan khas Solo. > > Salah satu rumah makan yang menyajikan kenikmatan citarasa Bestik Solo > adalahWarung Tenda Harjo Bestik di Solo. Menu yang menjadi unggulan di > tempat ini adalah Bestik Lidah Sapi. Bestik ini terbuat dari lidah sapi yang > dipotong kecil, dan direbus dengan menggunakan kaldu ayam selama 3-4 jam > sampai matang. Ketika akan disajikan, Bestik Lidah ini pun disajikan dengan > siraman saus yang mirip dengan Brown Sauce. > > Jenis makanan lain yang juga menjadi makanan khas kota bengawan ini adalah > Sop Timlo. Sop ini merupakan jenis sop berkuah bening dengan bumbu yang > minimalis. Dan uniknya, ke dalam sop ini ditambahkan kecap manis sebagai > 'pewarna' kuah sop. Beberapa orang mungkin lebih familiar dengan sebutan > Kimlo, dan nyaris menyamakan kedua jenis Sop ini. Namun, ternyata kedua > jenis sop ini berbeda, meski nyaris mirip. Perbedaan yang paling jelas > terlihat pada salah satu bahan isian sop ini. Sop Timlo berisi jamur kuping, > wortel, bunga sedap malam, soun, dan irisan sosis solo, dan Sop Kimlo tak > berisi Sosis Solo tapi Kekian. > > "Timlo adalah versi asli Sop khas Solo, sedangkan Kimlo sudah ada campuran > aliran Chinese," tambah William. Jika kebetulan bertandang ke Kota Solo, > maka cobalah mampir ke Timlo Sastro di Pasar Gede. Semangkok Timlo Solo yang > bening terasa sangat nikmat dengan aneka isian jamur dan wortel yang renyah. > Harumnya bunga sedap malam, rupanya menebar aroma tersendiri dalam kuah > Timlo ini sedikit berbeda dari Timlo lainnya karena tak menggunakan soun > sebagai campurannya. > > Populer di Jakarta. > > Makanan Solo termasuk jenis makanan yang populer di Jakarta. Beragam > makanan tradisional seperti Tengkleng, Tongseng, dan Nasi Liwet, pastinya > sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Jakarta. Rasanya yang gurih, dan > unik membuat aneka menu makanan ini pas di lidah setiap orang. > > Tengkleng adalah jenis makanan khas Solo yang tak hanya disukai warga Solo > saja, tapi juga penduduk kota lainnya termasuk Jakarta. Tengkleng pada versi > original Solo merupakan makanan yang tak bersantan, sedangkan Gule > menggunakan campuran santan pada kuahnya. "Tengkleng yang asli Solo itu tak > bersantan, yang bersantan itu Gule," beber William. > Penjual Tengkleng yang paling populer di Solo adalah Tengkleng Bu Edi di > Pasar Klewer. Tapi untuk bisa menyantap Tengkleng dan makanan lainnya > seperti Soto Nggading, Serabi Notosuman, Nasi Liwet, Kimlo, Oseng-Oseng > Mercon, Sosis Solo, Selat Solo, Gado-Gado Solo Anda tak harus jauh-jauh ke > Solo. Hampir semua jenis makanan ini sudah bisa didapatkan di Jakarta. Nah, > jika tertarik mencicip makanan Solo yang otentik simak beberapa rekomendasi > tim Info Kuliner berikut ini ya... > > (Ina) > > > Person quoted: William Wongso (pakar kuliner Nusantara) > > * Daftar Rekomendasi Tempat Makan Khas Solo > * Jabodetabek > > - Pawon Solo > Jl. Kemang Raya No. 75B, Jakarta Selatan > Telp. (021) 7179 0450 > Menu Favorit: Salat Solo, Nasi Liwet, Wedang Tape > Harga: Rp 20 ribu-Rp 30 ribu > Buka: 10.00-20.00 WIB > > - Waroeng Solo > Jl. Madrasah No. 14, Jeruk Purut, Jakarta Selatan > Telp. (021) 7884 3144 > Menu Favorit: Nasi Liwet, Garang Asem, Ketan Juhur, Wedang Jahe > Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu > Buka: 09.00-22.00 WIB > > - Dapur Solo > Jl. Danau Sunter Utara R 35, Jakarta Utara > Telp. (021) 640 5812 / 6530 2870 > Menu Favorit: Nasi Langgi, Selat Solo, Kue Serabi > Harga: Rp 5 ribu-Rp 30 ribu > Buka: 09.00-22.00 WIB > > - Tohjoyo Solo > Belakang Wisma Bakrie, Kuningan Jakarta Selatan > Telp. (021) 884 7102 > Menu Favorit: Bebek Khas Solo, Sayur Asem, Ayam Goreng > Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu > Buka: 10.00-15.00 WIB > > - Resto Solo Gallery dan Rumah Komik > Jl. Pajajaran Indah V, No. R-5, Bogor Jawa Barat (dekat dengan Bogor > Medical Center) > Telp. (0251) 375151 > Menu Favorit: Nasi Liwet Komplit, Nasi Gudeg Komplit, Selat Solo, Garang > Asem > Harga: Rp 10 ribu-Rp 25 ribu > Buka: 10.00-21.00 WIB > > - Angkringan Hik Solo Kasirun Solo > Jl. Dermaga Raya 322, Duren Sawit, Jakarta Timur > Hp. 0817 490 7066 > Menu Favorit: Nasi Kucing, Ikan Bandeng, Sate Ati Ampela > Harga: Rp 2 ribu-Rp 5 ribu > Buka: 18.00-01.00 WIB > > - Tongseng Pak Naryo > Jl. Raya Serpong Km 8, Tangerang > Telp. (021) 5396535 > Menu Favorit: Tongseng Kambing, Gule Kambing, Nasi Goreng Kambing > Harga: Rp 12 ribu-Rp 16 ribu > Buka: 08.00-22.30 WIB > > - Warung Pak Dadi Solo > Jl. TB. Simatupang, Pasar Rebo Jakarta Timur > Jl. Ciputat Raya Depan Pasar Gintung, Jakarta Selatan > Telp. (021) 8779 6919, 8778 2049, 749 5730 > Menu Favorit: Sate Solo, Tongseng dan Tengkleng > Harga: Rp 8 ribu-Rp 12 ribu > Buka: 09.00-21.00 WIB > > - Nasi Liwet Solo > Jl. Cendrawasih 7a (dekat perempatan Arteri Pondok Indah), > Telp. (021) 7230 8528 > Menu Favorit: Nasi Liwet dan Selat Solo > Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu > Buka: 17.00-21.00 WIB > > - Rm Bengawan Solo > Ruko Perum Permata Hijau > Telp. (021) 7027 7208 > Menu Favorit: Ayam Bakar khas Solo > Harga: Rp 12 ribu > Buka: 10.00-22.00 WIB > > - "Pondol", Podok Es Cendol > Jl. Tanah Abang II No. 109 C-D, Jakarta Pusat > Jl. Muwardi 1/23 Grogol, Jakarta Barat > Telp. (021) 386 1382, 563 4358 > Menu Favorit: Nasi Liwet, Gudeg, Selat Solo, Kupat Tahu > Harga: Rp 13 ribu-Rp 20 ribu > Buka: 09.00-21.00 WIB kecuali Minggu s/d 17.00 (Rabu Tutup) > > - Rumah Makan Solo > Gading Food City Kelapa Gading, Jakarta Utara > Telp. 0817 788489 > Menu Favorit: Gurame Bakar Madu, Tongseng Kambing > Harga: Rp 25 ribu-Rp 75 ribu > Buka: 15.00-24.00 WIB > > - Warung Sate Solo "Sumber" > Jl. Ampera Raya (samping IIP) > Jl. Madrasah Raya (Samping Lampu Merah Sawo), Cilandak, Jaksel > Telp. (021) 7884 3832, Hp. 0813 8708 9953 > Menu Favorit: Sate Kambing, Sate Ayam, Sop Gule, Tongseng, Nasi Goreng > Harga: Rp 11 ribu-Rp 18 ribu > Buka: 08.00-21.30 WIB > > - Warung Anglo > Jl. Bulungan 26, Kebayoran Jakarta Selatan > Telp. (021) 7722 0891 > Menu Favorit: Ayam Lombok Rawit dan Sambel Bledeg > Harga: Rp 10 ribu-Rp 55 ribu > Buka: 10.00-22.00 WIB > > - RM Madukoro > Jl. Raya Pondok Gede no. 7 A, Halim Perdana Kusuma > Telp. (021) 800 6640, 801 6009 > Menu Favorit: Ayam Goreng, Selat Solo, Sambel Krecek dan Sayur Asem > Harga: Rp 1,5 ribu-Rp 80 ribu > Buka: 10.00-21.00 WIB > > - Resto 30 "Omah Solo" > Jl. TB. Simatupang > Telp. (021) 9811 3333 > Menu Favorit: Oseng-Oseng Mercon, Tengkleng Solo dan Pecel Sego Abang > Harga: Rp 10 ribu-Rp 35 ribu > Buka: 10.00-21.00 WIB > > - Sindoro Restoran > Jl. Tanah Abang II No. 13, Jakarta > Telp. (021) 384 9260 > Menu Favorit: Bistik Jawa Uraban, Tempe Bacem dan Kering Ikan Kalapan > Harga: Rp 4 ribu-Rp 25 ribu > Buka: 09.00-15.00 WIB > > - Pendopo Kemang > Jl. Kemang Selatan no.111 > Telp. (021) 718 3731 > Menu Favorit: Nasi Langgi, Nasi Gurih > Harga: Rp 5 ribu-Rp 60 ribu > Buka: 10.00-22.00 WIB > > - Serabi Notosuman > Ruko Pasar Modern R 72 Pintu Timur BSD City, Tangerang > Telp. (021) 5315 8472 > Menu Favorit: Serabi aneka topping > Harga: Rp 2,5 ribu > Buka: 10.00-22.00 WIB > > * Solo > > - Warung Pecel Ndeso Solo > Jl. Dr. Soepomo 55 Solo > Telp. (0271) 737379 > Menu Favorit: Lontong Opor, Pecel Solo, Nasi Liwet > Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu > Buka: 07.00-16.00 WIB > > - Timlo Sastro > Pasar Gede Timur no. 1 Solo > Telp. (0271) 654820, 736025 > Menu Favorit: Nasi Timlo > Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu > Buka: 06.30-15.30 WIB > > - Warung Makan Tenda Harjo Bestik > Jl. Dr. Radjiman Pasar Kembang > Telp. 0818 0454 4472 > Menu Favorit: Bistik Lidah, Bestik Dadar Lidah, Bestik Daging > Harga: Rp 10 ribu-Rp 15 ribu > Buka: 18.00-00.30 WIB > > - Nasi Liwet Yu Sani > Jl. Solo Baru, dekat pos polisi Bacem, sebelum pertigaan Solo Baru, Gading > Telp. 0817 441 618 > Menu Favorit: Nasi Liwet > Harga: Rp 5 ribu-Rp 12 ribu > Buka: 17.00-23.00 WIB > > - Sate Buntel Tambak Segaran > Jl. Sutan Syahrir No. 149, Solo > Telp. (0271) 702 5006, 0852 9341 8580 > > Menu Favorit: Sate Buntel > Harga: Rp 28 ribu > Buka: 12.00-22.00 WIB > > - Tengkleng Bu Edi > Depan Pasar Klewer (dibawah Gapura Pasar Klewer) > Telp. (0271) 651 552 > > Menu Favorit: Tengkleng > Harga: Rp 15 ribu > Buka: 13.30-16.00 WIB > > > Info Kuliner - 13-26 Agustus 2010 > > > > Facebook: Radityo Djadjoeri > YM: radityo_dj > Twitter: @mediacare > 4sq: http://foursquare.com/user/mediacare > > > >
