KBS VIII tak Hasilkan Program Nyata
SUBANG, (PR).-
Kongres Basa Sunda VIII di Subang, berakhir sudah. Meski dari sisi
pelaksanaan kongres yang berlangsung selama tiga hari itu (28-30 Juni)
dinilai sukses, banyak pihak yang kecewa dengan hasil yang dicapai.
Kongres tidak menghasilkan program nyata dan jelas untuk lima tahun ke
depan sebagai solusi terhadap persoalan kesundaan.
Dari 39 butir rekomendasi yang dihasilkan, secara substansial tak jauh
berbeda dengan hasil kongres serupa di Garut lima tahun silam. Ke-39
rekomendasi itu hanya berupa ajakan kepada pakar, pemerintah, dan
masyarakat Sunda agar menggunakan dan melestarikan bahasa, sastra,
serta aksara Sunda.
Suara ketidakpuasan terhadap hasil kongres bermunculan setelah Ketua
Tim Perumus, Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd., membacakan ke-39 butir
rekomendasi hasil kongres. "Hasil kongres tahun ini tidak jauh berbeda
dengan kongres sebelumnya, tidak ada rekomendasi yang bisa menjawab
persoalan yang mendesak dan tengah dihadapi," ujar Hawe Setiawan,
budayawan dan sastrawan muda Sunda asal Subang.
Menurut Hawe, sejumlah rekomendasi yang dihasilkan pada umumnya hanya
berupa usulan, ajakan, atau pun imbauan. Tidak ada satu pun
rekomendasi yang merupakan program kerja yang akan dilaksanakan LBSS
(Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda) sebagai lembaga yang diakui
keberadaannya dalam lima tahun ke depan.
Revisi kamus
Berkenaan dengan perkembangan bahasa yang digunakan di media cetak dan
elektronik saat ini, tidak ada satu pun kesepakatan atau solusi yang
direkomendasikan. Ketidakseriusan terhadap hal itu, terindikasikan
dengan tidak adanya kesepakatan untuk merevisi Kamus Umum Bahasa Sunda
yang dihasilkan Kongres Basa Sunda VII di Bandung 1993. "Padahal,
sudah dibentuk tim perumus yang diperkuat melalui surat keputusan,"
tegas Hawe.
Bahkan, kata Hawe, dari rekomendasi tersebut hanya beberapa butir saja
yang menjawab persoalan. Itu pun hanya berupa usulan atau dukungan
kepada pihak pemerintah daerah. Sementara, program yang sebenarnya
cukup mendesak dan strategis justru tidak muncul.
Lebih jauh Hawe mengatakan, sebuah kongres bukan untuk menyusun
usulan, imbauan, maupun ajakan. Tetapi, mencari solusi maupun upaya
memelihara, melestarikan, dan mengembangkan bahasa Sunda sebagaimana
diamanatkan dalam Kongres Basa Sunda I tahun 1954 di Bandung.
"Salah satu tugas yang diemban kongres adalah memperkaya kosa kata
basa Sunda yang sesuai dengan keadaan saat ini. Namun, kenyataannya
selama tiga hari kongres tidak ada pembahasan mengenai perkembangan
kosa kata bahasa Sunda dikaitkan dengan kondisi saat ini," tegas
Pemred Cupumanik itu.
Kian terpuruk
Sementara Djuhara, Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) bahasa
Sunda Kota Bandung, berpendapat, tidak adanya program yang akan
dilaksanakan LBSS dengan melibatkan pakar, pemerhati maupun masyarakat
membuktikan tidak adanya keseriusan untuk memelihara bahasa, sastra,
dan aksara Sunda. "Kongres saat ini tidak jauh berbeda dengan kongres
terdahulu, tidak ubahnya seperti ajang silaturahmi atau reuni," ujarnya.
Ia juga menilai, kongres hanya merupakan kegiatan menghambur-hamburkan
dana. Padahal, bila dana yang ada dipergunakan untuk pembinaan atau
menyelenggarakan kegiatan yang nyata, akan lebih membawa manfaat.
"Materi kongres terlalu banyak dan beberapa di antaranya sudah basi.
Padahal yang diharapkan adalah pembahasan lebih terfokus pada kondisi
Bahasa Sunda yang dianggap kronis dan perlu diambil sikap untuk
menanganinya," kata Djuhara.
Demikian pula halnya dengan N.M. Dahlan, seorang peserta dari Kab.
Bandung dengan mengatakan, sudah saatnya kegiatan kongres menghasilkan
program yang nyata, di mana pelaksanaannya dirasakan langsung oleh
masyarakat pengguna bahasa Sunda.
Melihat rekomendasi hasil kongres, Dahlan mengkhawatirkan kondisi
bahasa Sunda akan semakin terpuruk. Karena LBSS yang saat ini diakui
satu-satunya sebagai lembaga pemelihara, pelestari, dan pengembang,
ternyata hanya memosisikan diri sebagai lembaga penampung aspirasi
dari para peserta untuk kemudian dijadikan rekomendasi.
Peserta lainnya, Darpan Ariawinangun mengatakan, kalau hasil kongres
hanya sekadar usulan, harapan, dan imbauan, ada kemungkinan dalam
implementasinya LBSS dapat lepas tangan karena sifatnya yang tidak
kuat. "Karena di sini hanya sekadar usulan, ajakan, dan imbauan ke
pihak lain, kalau diterima berarti boleh dilaksanakan, tapi kalau
tidak diterima berarti tidak dilaksanakan. Tidak ada yang mengontrol
atau pun memberi sanksi," ujar Darpan.
Karena hanya berupa usulan, dukungan, maupun harapan, menurut Darpan,
rekomendasi yang dihasilkan kongres tidak jelas dan tidak operasional.
"Kenapa? Karena yang namanya rekomendasi tidak dapat diimplementasikan
baik dalam upaya pembinaan, pengembangan, apalagi pelestarian," kata
Darpan.
Revitalisasi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Drs. H.I. Budhyana,
M.Si., dalam sambutannya menyatakan, perlu revitalisasi dan
rekonstruksi terhadap rekomendasi yang dihasilkan kongres. "Untuk itu,
perlu revitalisasi dan rekonstruksi terhadap upaya-upaya yang hendak
dicapai agar jelas siapa, apa, bagaimana, kapan, dimana akan dilakukan
program tersebut," tegasnya.
Terhadap rekomendasi yang dihasilkan kongres, menurut Budhyana, pihak
pemerintah dapat saja menerima. Namun demikian, dalam pelaksanaannya
tidak mungkin semua rekomendasi dilakukan pemerintah sendiri tanpa
didukung oleh semua pihak. Misalnya dalam butir masalah kebijakan.
Sebagian besar berupa usulan, dukungan, atau mendesak pemerintah baik
pemerintah daerah maupun provinsi. "Tetapi, di situ tidak disebutkan
adanya LBSS, pakar, atau masyarakat untuk sama-sama melaksanakan
program," imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mengaharapkan agar LBSS atau semua elemen
masyarakat Sunda mengajukan program yang jelas dan nyata. Setelah itu,
dengan kemampuan yang dimiliki pihak pemerintah bersama-sama
melaksanakan program tersebut.
Hal senada dikatakan Bupati Kab. Subang, Eep Hidayat. Menurutnya,
Pemkab Subang akan mendukung setiap usulan yang direkomendasikan hasil
kongres. "Tapi, kami tidak mungkin melaksanakan sendiri karena kami
pun ada pekerjaan rutin yang harus dilaksanakan," ujarnya.(A-87)***
Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/