700 Peziarah Tewas Terinjak-injak
BAGDAD, (PR).-
Sedikitnya 700 orang -- sebagian besar wanita dan
anak-anak -- tewas terinjak-injak atau tenggelam di
Kadhimiya, Bagdad Irak, hari Rabu (31/8), saat para
peziarah Syiah yang tengah melaksanakan ritual ibadah,
dilanda kepanikan karena ada isu bom bunuh diri akan
diledakkan di jembatan yang sedang mereka lalui.
Ini merupakan insiden terburuk sejak Amerika Serikat
(AS) memimpin peperangan di Irak lebih dari dua tahun
lalu, dan kemungkinan akan memicu ketegangan antara
mayoritas Syiah dan elite Sunni yang dituduh berada di
belakang aksi penyerangan.
Banyak korban tewas tenggelam setelah terjatuh dari
jembatan di atas Sungai Tigris, karena massa tiba-tiba
panik, yang dipicu rumor ada bom bunuh diri di tengah
kerumunan massa menyusul serangan di tempat suci
Syiah.
"Kami berada di jembatan. Begitu banyak orang. Ribuan
orang berada di sekitar saya," kata Fadhel Ali (28)
dengan tubuh basah kuyup tanpa alas kaki, setelah
berenang untuk menyelamatkan diri.
"Kami mendengar adanya pelaku serangan bom bunuh diri
di antara kerumunan massa. Semua orang berteriak
ketakutan. Saya melompat dari jembatan ke sungai,
kemudian berenang ke tepi sungai itu. Saya melihat
wanita, anak-anak, dan puluhan pria jatuh ke dalam
sungai," ujarnya.
Aksi teroris?
"Serangan itu adalah aksi teroris dengan cara
menebarkan kepanikan di antara para peziarah di atas
jembatan," kata Menteri Kesehatan Irak Abdul Mutalib
Mohammad Ali.
Seorang pejabat keamanan mengatakan, jumlah korban
tewas pada musibah itu sedikitnya 700 orang dan 301
lainnya luka-luka. Banyak korban tewas karena
terinjak-injak atau tenggelam setelah pagar jembatan
roboh.
Jenazah korban berjejer di koridor rumah sakit di
Bagdad.
"Puluhan orang jatuh ke Sungai Tigris, akibat
kepanikan yang dipicu oleh rumor adanya dua pelaku bom
bunuh diri di tengah kerumunan massa, saat mereka
menyeberangi jembatan Al-Aaimmah dekat sebuah masjid,"
kata seorang pejabat keamanan.
Ratusan pasang sepatu berserakan di atas jembatan itu
setelah dilakukan evakuasi.
Meskipun terjadi tragedi mengenaskan, puluhan ribu
peziarah tetap melangsungkan upacara memperingati
meninggalnya seorang tokoh Syiah, Imam Mussa Kazim.
Para peziarah melanjutkan ritual keagamaan dengan
memukul dada mereka, menggunakan tangan di bawah
teriknya sinar matahari.
Desak-desakan massa terjadi tidak lama setelah Masjid
Khadimiya mendapat serangan mortir, menewaskan
sekurangnya tujuh orang dan melukai belasan lainnya.
Perdana Menteri Irak Ibrahim Jaafari dari komunitas
mayoritas Syiah, mengumumkan masa berkabung selama
tiga hari, seperti dilaporkan oleh televisi Iraqia,
sambil menyebutkan jumlah massa yang berada di masjid
itu mendekati satu juta orang.
Menteri Kesehatan Irak mengatakan kepada televisi
Iraqia, ada beberapa kasus keracunan di tempat itu
yang tidak jauh dengan tempat terjadinya ledakan.
"Kami meminta penduduk untuk berhati-hati saat
mengambil makanan dari seseorang yang tidak dikenal,"
ujarnya.
Militer AS mengatakan, helikopter tempurnya telah
menembak tersangka militan yang melancarkan serangan
mortir, dan mengirimkan unit angkatan daratnya ke
areal itu untuk memburu orang yang bertanggung jawab
atas insiden tersebut. Puluhan orang telah ditahan dan
diperiksa.
"Banyak wanita dan anak-anak menangis, saat kepanikan
terjadi setelah adanya serangan," kata pejabat militer
Irak. (Rtr/AFP/A-43)***
Baktos,
Rahman, Wassenaar/NL
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/