Sampurasun kang Rahman kmh dmng, sakantenan wilujeng boboran nya ?
Iman Kabudayaan urang jeung deungeun2
ku C.I.S.Ibnasian A.S
Simkuring kaemutan ku salira nyerat perkawis niley budaya. Anu ngangken budaya
Jepang, anu kasebat lumayan sae kanggo bahan pieunteungeun urang salarea,
panginten.
Numutkeun pangemut simkuring, asana kedah pisan urang miguru ka si kabayan
Jepang, saupami leres sapertos anu diserat ku kang Rahman tea!
Beda pisan si kabayan Jepang jeung anu sanesna. Bedana saeutik, ari sikabayan
Jepang seueur mikir, si kabayan Sunda seueur syukur. Mikir sok rajeun
ngalahirkeun panaluntikan nepi ka kiwari clikna minimal ngajirim tekhnologi anu
canggih, sedengkeun syukur masih keneh mangrupa salah sahiji konsepsi anu liar
tur laer sarta lieur malah leuir deuih kaharti ku masarakat Sunda mah.
Miguru atawa miconto ka si kabayan Jepang pantes tur luyu jeung niley budaya
urang sorangan. Leubah dieu urang lain ukur aneh noongan hasil budayana, tapi
kudu aheng tur kagandengan ku tata jeung titi oge cara jeung ciri hiji
masyarakat nyiptakeun kabudayaannaa aku sakitu luhungna. Pon kitu deui nganiley
hiji kabudayaan atra sanes kabita ku hasilna, tapi kedah niru kana
pangaweruhna, niron kana pagurona, milih anu jadi cirianana, ngarampa anu jadi
tata carana--
Konsepsi syukur liar hartina geus jadi bahan guaran sararea, hiji konsepsi anu
payu bari tara kapuluk elmuna, konsep anu gampang kapanggih tapi jarang jadi
ciri dina dirina, konsep anu alus najan tara jadi pengelus umur.
Ari disebat lieur da puguh ngamabokeun pamuka agama lamun keur neurangkeun naon
ari hartina jerona syukur. Oge leuir, dina harti jarang ngawincik ngajirim jadi
panaluntikan anu taliti, pangaweruh anu hipu, pangriksa anu nyata turta panoong
anu bisa molongokeun lawang-lawang kaimanan, khususna iman kabudayaan. Cag
heula ke nyambung deui!
Rahman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Kearifan Lokal dalam Kemasan Modern
Nilai-nilai adiluhung tak melulu harus kuno.
Masyarakat Jepang mewariskan nilai-nilai luhur kepada
anak-anak mereka dalam kemasan modern. Di kota kuno
Kamakura dan Kuil Tsurugaoka Hachimangu, budaya kerja
keras, disiplin, dan menghargai orang lain dikemas
dalam wisata religi, meditasi, dan edukasi.
Kabut menyelimuti kota Kamakura ketika sebuah bus
melewati jalan berkelok dan terjal. Pagi itu, Jumat
(21/10), rombongan wartawan dari Jakarta yang
tergabung dalam Toyota Journalist Trip mencoba
berpelesiran ke luar kota Tokyo setelah sebelumnya
meliput Tokyo Motor Show 2005.
Kita telah sampai di sebuah kota wisata sekaligus
kota satelit. Di sini banyak penduduk yang tiap hari
bolak-balik ke Tokyo untuk bekerja, ujar Emiko,
perempuan pemandu wisata yang usianya di atas 60
tahun, tapi masih kuat berdiri di bus menjelaskan
berbagai hal menarik sepanjang perjalanan dari Tokyo
ke Kamakura.
Di sisi kiri-kanan jalan yang berliku dan naik turun,
berjejer rumah penduduk dan toko-toko cenderamata.
Sisa-sisa kekunoan kota masih tampak pada arsitektur
rumah dan pertokoan. Di sana-sini, terlihat talang
atap melengkung dilengkapi ornamen ukiran di
sudut-sudutnya.
Bus memasuki sebuah area parkir. Di sana berjejer bus
yang menurunkan rombongan wisata, termasuk anak-anak
sekolah. Dari situlah tanda-tanda perpaduan unsur
wisata, meditasi, dan edukasi mulai menguat.
Setelah menyeberangi jalan raya dengan tertib, para
wisatawan langsung memasuki kawasan Kuil Tsurugaoka
Hachimangu, tempat pemujaan dewa rintisan keluarga
Genji.
Berdasarkan catatan sejarah, kuil berdiri sejak tahun
1063, atau seratus tahun lebih tua dari kota Kamakura
sendiri.
Pepohonan rimbun menyambut wisatawan yang tengah
berjalan kaki menuju kompleks Kuil Tsurugaoka
Hachimangu. Rindangnya pepohonan sulit ditembus oleh
cahaya matahari. Jadilah suasana jalan di bawah
pepohonan sedikit gelap.
Seperti terbawa suasana alam yang teduh tak terdengar
suara gurauan dari orang-orang yang berjalan
beriringan di bawah pepohonan itu. Hanya suara burung
gagak sesekali memecah keheningan.
Setelah sampai di ujung jalan setapak, keheningan
terbuyarkan hiruk-pikuk wisatawan dari berbagai
tingkatan Asia, mulai dari anak-anak bawah lima tahun
hingga lanjut usia.
Semuanya hilir mudik di jalan dan pelataran yang
membentang di depan kuil. Di bawah kehangatan sinar
matahari, mereka juga bercanda dengan merpati-merpati
yang jinak.
Makiko Hamada, guru setingkat SMP dari Nagoya,
mempersilakan siswa-siswinya berpencar untuk mencari
informasi sebanyak-banyaknya tentang kuil, perangkat
pemujaan, museum, dan benda-benda bersejarah di area
tersebut.
Pemandu wisata tak terlalu repot melayani anak-anak
itu. Sebab, informasi secara tertulis panjang dan
pendektersedia di kios suvenir.
Dengan membeli suvenir senilai minimal 50 Yen, dokumen
singkat sejarah kuil tersebut sudah diperoleh. Agar
lebih lengkap, anak-anak harus mencari tambahan
informasi dari internet, ujar Hamada yang
sehari-harinya mengajar sejarah.
Catatan sejarah
Kuil Tsurugaoka Hachimangu yang dibangun oleh
Yoriyoshi Minamoto didedikasikan untuk memuja Kaisar
Ojin, Himne-gami, dan Kaisar wanita Jingu. Semula kuil
tersebut terletak di tepi pantai Yuigahama dan
struktur bangunannya hanya satu. Pada tahun 1191,
shogun I Kamakura, Yoritomo Minamoto, memindahkannya
ke Kamakura.
Kuil ini kemudian terbagi menjadi dua bangunan utama,
yakni Jogu dan Wakamiya. Bangunan Jogu berada di
ketinggian. Untuk menjangkaunya, wisatawan harus
menaiki sekitar seratus anak tangga.
Adapun Wakamiya, terletak di pelataran depan tangga,
berhadapan langsung dengan area mondar-mandir jalan
kaki.
Di dalam Jogu terdapat tempat penyembahan. Sebagian
orang Jepang percaya bahwa memanjatkan doa di hadapan
altar pemujaan adalah sangat afdol. Caranya, terlebih
dulu bertepuk tangan di depan tempat pemujaan sebagai
tanda permisi untuk berdoa.
Selanjutnya, melontarkan sejumlah uang logam ke sebuah
peti terbuka, pertanda keseriusan tekad yang
dipancangkan. Agar doa makin afdol pemuja menuliskan
cita-citanya di sebuah kertas lalu disangkutkannya
pada sebuah rak. Intinya, kelak setelah kaul tercapai,
mereka akan kembali berziarah.
Anak-anak sekolah juga melakukan hal serupa, meski
dalam keseharian mereka sudah dijejali dengan
pelajaran sains yang mengedepankan logika. Kami ingin
memetik spirit dari kuil ini untuk tetap bekerja
keras, kata Hamada.
Alasannya, keberadaan kuil itu berawal dari sebuah
pengabdian kepada penguasa yang menekankan kerja keras
berdasarkan nilai-nilai religi yang dianut. Doa harus
ditebus dengan kerja keras. Tak ada mukjizat yang
jatuh dari langit tanpa ikhtiar dan hubungan baik
antarsesama, katanya.
Di sebelah tempat pemujaan terdapat tempat meditasi.
Di sini privasi sangat dihargai sehingga tak satu pun
orang bisa nyelonong masuk tanpa seizin orang-orang di
dalamnya.
Anak-anak sekolah usia belasan tahun yang biasanya
punya rasa ingin tahu yang melonjak-lonjak diminta
mengendalikan diri untuk tidak memasuki ruangan
tertentu.
Bangunan utama Jogu direkonstruksi oleh Ienari
Tokugawa, shogun ke-11 dari Tokugawa pada tahun 1828
yang modelnya diilhami dari arsitektur bangunan di
Edo. Sedangkan Wakamiya dibangun ulang oleh Hidetada
Tokugawa, shogun ke-2 dari Tokugawa. Sekarang kedua
kuil tersebut merupakan peninggalan sejarah terpenting
bagi kebudayaan Jepang.
Tempat berlindung
Maklum, dengan keperkasaan shogun, Kuil Tsurugaoka
Hachimangu dianggap sebagai pelindung bukan hanya
untuk penduduk di sekitarnya, tetapi juga untuk
seluruh penduduk Jepang. Itu sebabnya kuil ini
dianggap keramat bagi seluruh rakyat Jepang.
Tempat menyimpan barang-barang berharga yang
menyerupai museum ini menunjukkan betapa bernilainya
kuil tersebut. Di sekitar bangunan utama juga terdapat
taman dengan kolam.
Anak-anak sekolah yang berkunjung ke sana biasanya
diarahkan melepas letih di tepi kolam sembari
menyantap bekal makanan. Berbeda dengan situasi di
umumnya tempat wisata di Indonesia, di sini tak
ditemukan sampah-sampah bekas wadah makanan
berserakan.
Dari awal anak-anak Jepang memang diarahkan untuk
tanggung jawab terhadap diri sendiri, sosial, dan
lingkungan sekitar, juga dalam membuang sampah.
Baktos,
Rahman, Wassenaar/NL
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "Baraya_Sunda" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/