Indonesia Jadi Korban Paling Parah di Asia Singapura, Senin - Korupsi merupakan kendala utama yang mengganjal pertumbuhan, investasi, dan bisnis di negara-negara Asia yang sedang berkembang. Hasil jajak pendapat internasional yang dipublikasikan di Singapura, Senin (5/12), menunjukkan, Indonesia merupakan negara Asia yang paling menderita akibat korupsi.
Menurut biro konsultan Political and Economic Risk Consultancy (PERC), kenyataan ini bertolak belakang dengan yang terjadi di Hongkong dan Singapura, dua negara yang perkonomiannya paling berkembang di Asia. Hongkong dan Singapura dinilai sebagai dua tempat di mana korupsi hampir sepenuhnya bisa dikendalikan. Singapura menempati urutan teratas dalam jajak pendapat yang dilakukan terhadap 96 eksekutif top di berbagai perusahaan yang beroperasi di kawasan itu. Singapura meraih skor 0,89 dalam skala dengan skor terbaik nol dan skor terburuk 10. Hongkong, pesaing ekonomi utama Singapura, menempati urutan kedua dengan skor 1,22. Menurut hasil survei yang dilakukan PERC di 12 negara di Asia, dengan skor 9,44 Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terburuk di kawasan itu. Urutan ketiga ditempati Jepang, diikuti Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, China, India, Filipina, dan Vietnam. Peringkat tinggi untuk Singapura dan Hongkong mencerminkan kepercayaan terhadap sistem hukum di sana. Hal inilah yang membuat kedua negara bekas jajahan Inggris itu bisa bertahan sebagai negara penerima investasi asing yang besar, meski negara-negara lain menawarkan upah buruh yang murah. "Di negara-negara tetangga, upah buruh pada umumnya lebih murah. Namun, pelabuhan, infrastruktur fisik di dua negara adalah kelas dunia, serta adanya tenaga terdidik. Singapura dan Hongkong sebetulnya tak memiliki banyak sumber daya alam yang dapat menarik para investor," demikian PERC. Lebih cepat Perusahaan-perusahaan asing menganggap di Hongkong dan Singapura mereka bisa lebih mudah dan lebih cepat melakukan berbagai jenis usaha. Hal itu membuat dua negara menjadi pusat bisnis regional. "Rendahnya tingkat korupsi dan adanya kemampuan dari para korban untuk mendapatkan bantuan hukum saat mereka menjumpai korupsi merupakan sumbangan utama dari Singapura dan Hongkong, yang ikut meningkatkan kualitas lingkungan bisnis secara keseluruhan." Menurut laporan survei PERC, di Indonesia, korupsi telah mengakibatkan terjadinya pengunduran diri secara besar-besaran para investor asing. Namun, mereka masih memiliki harapan baik karena adanya tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membasmi korupsi. "Sistem hukum di negara itu (Indonesia) dicurigai sebagai penyebab (kaburnya para investor), namun Presiden SBY telah meningkatkan perang melawan korupsi," kata PERC lagi. "Sudah ada contoh di mana beberapa pejabat tinggi ditahan dan dijatuhi hukuman." Hal ini memunculkan harapan bahwa korupsi, yang selama ini menjadi kendala utama pertumbuhan ekonomi, akan berkurang. (AFP/muk) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
