Mari Kita Santap Lidah Buaya ...

http://www.kompas.com/kesehatan/news/0601/09/103923.htm

        
Kirim Teman | Print Artikel

Berita Terkait:
• Dari Bisul, Stres, sampai Kanker
• Erlin, Peneliti Khasiat Lidah Buaya
• Lidah Buaya: Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

Oleh: Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Selain mudah didapat dan murah, lidah buaya ternyata memiliki banyak
khasiat. Tanaman yang biasa dimanfaatkan untuk menyuburkan rambut ini
bisa mencegah dan mengobati penyakit degeneratif maupun infeksi. (Baca
juga berita terkait)

Lidah buaya telah lama dijuluki sebagai medical plant (tanaman obat)
atau master healing plant (tanaman penyembuh utama). Tumbuhan ini
menyerupai kaktus. Daunnya meruncing berbentuk taji, bagian dalamnya
bening, bersifat getas dengan tepi bergerigi.

Lidah buaya yang nama Latinnya Aloe vera L. tergolong ke dalam suku
Liliaceae. Aloe berarti "senyawa pahit yang bersinar". Eksudat (getah)
tanaman ini pahit rasanya, tetapi dapat digunakan sebagai obat
penyembuh pada berbagai penyakit kulit.

Pada awalnya lidah buaya tumbuh liar di tempat berudara panas. Karena
bentuknya yang unik, kemudian juga ditanam di pot dan pekarangan rumah
sebagai tanaman hias.

Belakangan ini lidah buaya dibudidayakan secara besar-besaran untuk
tujuan industri, baik industri pangan maupun nonpangan. Cara
menanamnya pun cukup mudah. Hanya dengan memisahkan tunas dari batang
daun induknya.

Lidah buaya dapat tumbuh subur hampir di semua benua, terutama di
daerah beriklim panas, seperti Indonesia. Diperkirakan lebih dari 350
spesies lidah buaya yang tersebar luas di seluruh penjuru dunia.

Dewasa ini tanaman lidah buaya menjadi salah satu komoditas pertanian
yang punya peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia
sebagal usaha agribisnis. Beberapa daerah terutama di Pulau Jawa dan
Kalimantan telah membuktikan keberhasilan produksi lidah buaya.

Budi daya lidah buaya di Pontianak (Kalimantan Barat) mampu
menghasilkan produksi 8.000 kg/ha dengan berat pelepah mencapai 1,5 kg
dan panjang 7O cm. Potensi wilayah pertanaman lidah buaya di
Kalimantan Barat kurang lebih seluas 20.000 ha, setara dengan produksi
kira-kira 200.000 ton daun segar lidah buaya per bulan.

Tanaman Serbaguna

Bagian-bagian dari tanaman lidah buaya yang umum dimanfaatkan adalah:
(a) daun, yang dapat digunakan langsung, baik secara tradisional
maupun dalam bentuk ekstrak, (b) eksudat (getah daun yang keluar bila
dipotong, berasa pahit dan kental), secara
tradisional biasanya digunakan langsung untuk pemeliharaan rambut,
penyembuhan luka, dan sebagainya, (c) gel (bagian berlendir yang
diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat
dikeluarkan), bersifat mendinginkan dan mudah rusak karena oksidasi,
sehingga dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut agar diperoleh gel
yang stabil dan tahan lama.

Gel lidah buaya mengandung karbohidrat tercerna, sehingga dapat
digunakan sebagai minuman diet. Gel lidah buaya tersusun oleh 96
persen air dan 4 persen padatan yang terdiri dari 75 komponen senyawa
berkhasiat. Khasiat hebat yang dimliki aloe vera sangat terkait dengan
ke-75 komponen tersebut secara sinergis.

Sumber Zat Gizi

Lidah buaya mempunyai kandungan zat gizi yang diperlukan tubuh dengan
cukup lengkap, yaitu vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, choline,
inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri
dari: kalsium (Ca), magnesium (Mg), potasium (K), sodium (Na), besi
(Fe), zinc (Zn), dan kromium (Cr). Beberapa unsur vitamin dan mineral
tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti
vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium, dan zinc. Antioksidan ini
berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai
penyakit degeneratif.

Daun lidah buaya segar mengandung enzim amilase, catalase, cellulase,
carboxypeptidase, dan lain-lain. Selain itu, lidah buaya juga
mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspartat,
alanin, serin, valin, glutamat, treonin, glisin, lisin, prolin,
hisudin, leusin dan isoleusin.

Sumber Antioksidan

Senyawa antioksidan potensial telah berhasil diisolasi dari ekstrak
metanol aloe vera (Aloe barbadensis Miller) dengan teknik kombinasi
kromatografi kolom (column chromatography) dan kromatografi lapis
tipis (thin layer chromatography). Analisis secara in vitro
menggunakan homogenat otak tikus, menunjukkan bahwa aktivitas
antioksidan senyawa tersebut sama kuatnya dengan yang ditunjukkan oleh
alfatokoferol (vitamin E). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa
senyawa tersebut tergolong ke dalam golongan fenolik (Lee et al., 2000).

Fase pertumbuhan (umur panen) ternyata berpengaruh penting terhadap
komposisi dan aktivitas antioksidan tanaman lidah buaya. Pengujian
dilakukan terhadap konsentrasi dan aktivitas antioksidan senyawa
golongan flavonoid dan polisakarida dari lidah buaya berumur 2, 3, dan
4 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa lidah buaya yang berumur 3 tahun
mempunyai kandungan polisakarida dan flavonoid lebih besar
dibandingkan yang berumur 2 dan 4 tahun.

Urutan aktivitas antioksidan masing-masing dibandingkan dengan
kontrolnya, yaitu BHT (benzoyl hydroxytoluene) dan alfatokoferol,
diurutkan dari yang paling kuat hingga paling lemah: lidah buaya umur
3 tahun > BHT > lidah buaya umur 4 tahun> alfa-tokoferol> lidah buaya
umur 3 tahun menunjukkan aktvitas penangkapan terhadap radikal bebas
paling kuat (72,19 persen) dibandingkan BHT (70,52 persen) dan
alfa-tokoferol (65,20 persen) (Saada et al., 2003).

Unsur-unsur yang ditemukan pada daun lidah buaya menunjukkan adanya
hubungan yang saling sinergis dalam mempertahankan integritas status
antioksidan dalam tubuh. Pengujian dengan menggunakan tikus irradiasi
yang diberi filtrat jus daun lidah buaya sebanyak 0,25 ml/kg berat
badan/hari, selama 5 hari sebelum irradiasi dan 10 hari setelah
irradiasi, menunjukkan adanya perbaikan yang nyata terhadap aktivitas
enzim superoksida dismutase (SOD) dan katalase pada organ paru-paru,
ginjal, dan jantung (Saada et al., 2003). SOD dan katalase merupakan
enzim dan sekaligus antioksidan intraseluler yang sangat bermanfaat
untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Penyembuh Penyakit Kulit

Gel lidah buaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antijamur,
meningkatkan aliran darah ke daerah yang terluka, dan menstimulasi
fibroblast, yaitu sel-sel kulit yang bertanggung jawab untuk
penyembuhan luka. Publikasi pada American Podiatric Medical
Association menunjukkan bahwa pemberian gel aloe pada hewan percobaan,
baik dengan cara diminum maupun dioleskan pada permukaan kulit, dapat
mempercepat penyembuhan luka.

Pemberian gel aloe secara oral (diminum) sebanyak 100 mg/kilogram
berat badan selama dua bulan dapat mengurangi ukuran luka sebanyak 62
persen, dibandingkan 51 persen pada kelompok kontrolnya (tanpa
pemberian gel). Pengolesan krim yang mengandung 25 persen gel aloe
pada permukaan luka selama enam hari dapat mengurangi ukunan luka
sebesar 51 persen dibandingkan 33 persen pada kelompok kontrolnya.

Publikasi pada Journal of Dermatolagic Surgery and Oncology juga
menunjukkan bahwa aloe dapat mempercepat penyembuhan pasca operasi.
Gel aloe juga dapat digunakan untuk campuran krim facial
penyembuhanjerawat. Campuran krim facial dengan gel aloe dapat
menyembuhkan jerawat, 72 jam lebih cepat dibandingkan kelompok tanpa aloe.

Aloe juga dapat digunakan untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar
X. Penelitian di Hoshi University Jepang menunjukkan, aloe mengandung
senyawa antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas akibat
radiasi, serta melindungi dua komponen penyembuh luka yang secara
alami ada di dalam tubuh, yaitu superoksida dismutase (enzim
antioksidan) dan glutation (asam amino yang menstimulasi sistem
kekebalan).

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pemberian 0,5 persen ekstrak
aloe ke dalam krim campuran minyak dan mineral dapat menyembuhkan
penyakit psoriasis (sejenis penyakit kulit).
 
Obat, Makanan, Minuman

Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Mula-mula
lidah buaya hanya dikenal sebagai obat luar, dengan berbagai kegunaan.
Di antaranya sebagai penyubur rambut, penyembuh luka (luka
bakar/tersiram air panas), obat bisul, jerawat/noda hitam, pelembab
alami, antiperadangan, antipenuaan, serta tabir surya alami.

Daun lidah buaya juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan
minuman, berupa sejenis jeli, minuman segar sejenis jus, nata de aloe,
dawet, dodol, selai, dan lain-lain. Makanan dan minuman hasil olahan
lidah buaya sangat berpotensi sebagai makanan/minuman kesehatan. Hal
tersebut disebabkan oleh kombinasi kandungan zat gizi dan nongizi yang
memiliki khasiat untuk mendongkrak kesehatan.

Kegunaan lidah buaya sebagai makanan/minuman antara lain berkhasiat
untuk: cacingan, susah kencing, susah buang air besar (sembelit),
batuk, radang tenggorokan, hepatoprotektor (pelindung hati),
imunomodulator (pembangkit sistem kekebalan), diabetes melitus,
penurun kolesterol, dan penyakit jantung koroner.

Menurut beberapa penelitian, yang paling baik digunakan untuk
pengobatan adalah jenis Aloevera barbadensis Miller. Lidah buaya jenis
tersebut mengandung 75 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengingat
demikian besar manfaat lidah buaya bagi kesehatan, tidak ada salahnya
kita memasukkan produk olahannya ke dalam pola makan sehari-hari.





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke