--- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Baraya, > > Maca ieu artikel di milis tatangga.... sakadar bahan keur panyaimbang. > Bener henteu na mah duka teh teuing. Sok atuh ahli kimia anu aya di > ieu rohangan pangdongengkeun bag2an formali(n)sasi tea he he he.... > > Rh > > Formalin di Makanan Tak Berbahaya > Diurai Jadi CO2 dalam Waktu 1,5 Menit JOGJA - > Baraya,
Bisi bingung ku info kamari.... ieu aya kontra info na. Rh Subject: [alumni-kimia-ui] Re: Formalin tidak berbahaya ? Hati-2 terhadap informasi yang mungkin bisa menyesatkan... Sekarang, tahun 2004, IARC (International Agency of Research on Cancer) menyatakan bahwa formaldehida termasuk kedalam golongan karsinogen Grup I artinya, karsinogenik pada manusia. Walau melalui pencernaan formalin dapat terurai dalam waktu 1,5 menit, namun formalin (formaldehida) bersifat sangat reaktif, dari berbagai penelitian terbukti berinteraksi dengan basa DNA manusia, yang artinya, jika kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki, maka rangkaian basa DNA akan rusak, serta informasi yang disampaikan oleh gen akan berubah. Sel akan mengalami kerusakan. Lalu, jika kerusakan terjadi secara terus menerus (akbat paparan formalin berulang), maka, suatu saat sel yang membelah adalah sel yang rusak, dan sulit dikendalikan pertumbuhannya, dan lama-lama akan menyebabkan tumor dan kanker. Maka walaupun formalin yang masuk adalah dosis rendah, jika secara terus menerus, maka efeknya akan jangka panjang. Dan sumber formaldehida disekitar kita kan bukan masalah mis-use ini, ada formaldehida dari asap rokok, gas buang knalpot kita yang BBMnya bensin, hasil pembakaran tak sempurna (asap kebakaran hutan, sampah, pembakaran minyak, dll), juga dari furniture (kayu mebel) yang diawetkan formalin.. Jadi, kalo kita sarapan pake tahu, makan siang pake ikan, sorenya ngemil bakso, malamnya makan mie goreng tek-tek yang pada pake formalin, suka ngerokok, rumah kita pake furnitur kayu yang diawetkan formalin, dan kalo siang dan sore nunggu bus di perempatan yang super macet... naik angkot/bus sambil menghisap asap rokok dari orang yang iseng ngerokok didalam bus/angkot,...hmmmm.. kebayang ngga sih, berapa jumlah asupan formaldehida per hari ke dalam tubuh kita.. he he he.. Sebelum dapat formalin dapat terekskresi dengan sempurna, tubuh kita sudah nabung formaldehida lagi.. waduhhh... Bagaimanapun cara masuknya itu formalin, yang namanya bahan kimia asing dan B3, SEBAIKNYA TIDAK BOLEH DIGUNAKAN PADA MAKANAN. TITIK. He he he.. Coba, di luar negeri, mana ada kasus keracunan akibat penggunaan formalin pada makanan..??? Karena, memang formalin tidak boleh digunakan pada makanan. Ditambah pula, yang berisiko kanker bukan cuma formalin doang loh, di Indonesia... mungkin itu juga salah satu sebab, kenapa hidup di Indonesia relatif lebih singkat dibandingkan beberapa negara yang peraturan dalam hal pengawasan makanan, kesehatan dan lingkungannya lebih ketat.. http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
