Klasik atau Relativistik?
LIEK WILARDJO
Tulisan Salomo Simanungkalit berjudul Einstein tiga pekan lalu di rubrik ini
cukup menggelitik. Judul itu dipasang bukan untuk gagah-gagahan buat menarik
perhatian, tetapi memang penad (relevan) dengan isi tulisannya.
Esensinya, Salomo menggugat pembeda-bedaan kata depan penanda hubungan tempat
dengan kata depan penanda hubungan waktu. Mengapa harus dibedakan? Bukantah
Albert Einstein, seperti juga Hermann Minkowski dan Hendrik Lorentz, sedini
awal abad ke-20 telah menunjukkan bahwa ruang trimatra dan waktu menyatu dalam
ruang-waktu caturmatra?
Gambaran klasik ruang trimatra sebagai pentas atau arena tempat terjadinya
drama fisika, yang dilewati waktu secara terus-menerus dari masa lalu, melalui
masa kini, dan menuju masa depan sudah dikubur oleh Relativitas Khusus.
Jadi, mengapa sekarang, ketika Relativitas Khusus sudah dirampatkan dengan
Relativitas Umum dan bertahan selama seabad, para penyusun buku Tata Bahasa
Baku Bahasa Indonesia masih saja menerapkan segregasi antara tempat dan waktu?
Bukantah itu sikap kolot yang hanya mau berpegang pada nilai-nilai teruji?
Padahal, yang dianggap teruji itu konsep prarelativitas yang bukan saja usang,
tetapi sudah tergusur falsifiksi Popperan dalam percobaan pikiran (gedanken
Eksperiment) Einstein?
Dalam hal pra-Einstein dan pasca-Einstein, kita mengutamakan kebenarankah
atau kepenadan? Satu demi satu konklusi-konklusi logis/matematis Teori
Relativitas Khusus dan Umum terbukti sesuai dengan kenyataan. Berarti, sejauh
ini teori itu benar. Maka, kalau kita coute-que-coute harus berpegang pada
kebenaran, konsep-konsep atau entitas-entitas seperti ruang, waktu, energi,
momentum, massa, medan harus disesuaikan dengan teori itu. Alternatifnya, kita
memilih kepenadan.
Salomo bahkan lebih ketat lagi tuntutannya. Ia heran mengapa ada saja kawan
yang masih bernafsu memisah-misahkan ruang dan waktu dalam zaman yang serba
relativistik kuantum ini. Jadi, menurut Salomo, semestinya kita melakukan
lompatan paradigmatik dan mengalami perubahan menyeluruh, membuang semua konsep
klasik dan menggantinya dengan konsep-konsep kuantum-relativistik. Juga dalam
berbahasa!
Itulah, pada hemat saya, sikap yang dalam bahasa Jawa benar nanging ora pener
'benar tetapi tidak pas'. Mekanika Kuantum barangkali benar secara semesta,
tetapi hanya pas untuk dunia renik. Begitu juga, Relativitas barangkali benar
secara universal, tetapi hanya pas untuk zarah-zarah berkecepatan sangat
tinggi, mendekati 300.000 kilometer per detik. Itulah laju cahaya di ruang
hampa kalaupun ruang semacam itu ada.
Di luar ranah ukuran renik dan kecepatan sangat tinggi, ancangan
kuantum-relativistik tidak penad, tidak pas. Menggunakan ancangan itu seperti
menembak nyamuk dengan meriam. Tak praktis dan memberikan kesulitan terlalu
besar. Padahal, galat ancangan klasik tidak bermakna dan bisa diabaikan. Kita
hidup di luar ranahnya entitas-entitas kuantum-relativistik! Perancangan Jumbo
A-380 pun cukup didasarkan pada fisika klasik, kecuali cebis-cebis renik untuk
pengontrolannya, yang merupakan peranti/sistem teknologi informasi dan
mikroelektronika.
Maka, dalam berbahasa pun, tak ada jeleknya kita menyesuaikan diri dengan
relung kehidupan kita sehari-hari. Kalau demi kejelasan makna dan demi
kepanggahan bentuk dirasa perlu membedakan ruang dan waktu, mengapa tak?
Kalau cita-rasa kebahasaan kita tak terganggu oleh penghapusan perbedaan
antara ruang dan waktu, baiklah. Over smaak valt niet te twisten 'perkara
selera tak bisa diperdebatkan'. Namun, kalau alasan penghapusan itu kesetiaan
kepada relativitas, thatâs a bit too far-fetched.
Penulis Seorang Fisikawan yang Munsyi, Tinggal di Salatiga
---------------------------------
Yahoo! Photos
Got holiday prints? See all the ways to get quality prints in your hands ASAP.
[Non-text portions of this message have been removed]
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/