Amoh, "Apa yang Dapat Dijanjikan"

KEKHAWATIRAN Amoh Junaedi terhadap kelestarian kesenian surak ibra di
Cinunuk Wanaraja telah mengubah garis hidupnya. Puluhan tahun
diabdikan untuk menjaga tradisi leluhurnya.

Pria kelahiran Garut, 8 Agustus 1948 ini adalah cucu Aki Emod. Aki
Emod adalah pamunggu saat pertama kali Eson melakukan boboyongan.

Perjalanan kesenian surak ibra di Cinunuk ini tak berjalan mulus.
Meski tak pernah ada pencekalan dari Belanda, kendala justru muncul
setelah kemerdekaan. Surak ibra pernah tenggelam pada dekade 1960-an,
saat ayahnya menghadapi berbagai kesulitan.

Pada 1976, Amoh mencoba menghidupkan kembali kesenian ini. Kepala Desa
Cinunuk waktu itu sempat tak setuju. Namun keteguhan hati Amoh muda
tak terbendung. Ia mengajak sejumlah warga Cinunuk untuk ikut serta.

Pagelaran pertama dilakukan saat peringatan hari besar di Kecamatan
Cibatu. "Sambutan masyarakat cukup antusias waktu itu. Kebanyakan dari
mereka merasa sono (rindu), setelah sekian tahun tak pernah
ditampilkan kini ada lagi," ucap suami dari Hasanah (55) ini.

Pertunjukan tersebut menjadi titik tolak untuk terus mementaskan surak
ibra hingga ke tingkat nasional, hingga sekarang. Atas pengabdiannya,
pada malam pergantian tahun lalu, Amoh dianugerahi Gubernur Jawa
Barat, Danny Setiawan sebagai "Insan Budaya dan Pariwisata 2005".

Memang terdapat beberapa modifikasi pada pementasan surak ibra
sekarang. Modifikasi itu sama sekali tak mengubah inti serta
nilai-nilai filosofis di dalamnya. Faktor keindahan dan seni adalah
pertimbangannya. Sebagai contoh, semua pemain surak ibra dari Cinunuk
memakai seragam yang sama, kecuali bobodor. Begitupun dengan
penambahan alat musik yang dipegang nayaga. Ada satu hal yang
dipertahankan Amoh, yakni, tali kuning sebagai ikat kepala dan ikat
pinggang.

Sama sekali tak ada unsur magis dalam surak ibra dari Cinunuk. "Secara
logika bahwa orang tak normal bisa mengganggu kelangsungan acara,"
katanya.

Regenerasi selalu menjadi halangan baginya saat ini. Meski anak
tunggalnya kini mulai diikutsertakan, surak ibra tak dapat dilakukan
sendirian. Satu demi satu anggotanya telah meninggal dunia atau uzur.
Sekarang saja, terdapat lima orang pemain yang usianya di atas 70 tahun.

Ia mengaku tak sanggup untuk mengganti dengan pemain muda. Surak ibra
belum menjajikan pendapatan yang jelas bagi para pemuda.

"Dalam setahun paling hanya satu hingga dua kali pertunjukan. Apa yang
dapat dijanjikan kepada para pemuda sekarang?" tanya Amoh. (Deni
Yudiawan/"PR")***





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke