Orang Miskin Tambah 2,5 Juta

Paskah Suzetta: BLT Akan Diganti karena Cuma Menambah Pengemis Baru

Bandung, Kompas - Jumlah keluarga miskin di Indonesia diperkirakan
menjadi 18 juta keluarga, atau bertambah 2,5 juta keluarga dari data
awal yang dimiliki Badan Pusat Statistik. Oleh karena itu, pemerintah
perlu melakukan perbaikan bentuk subsidi yang menjadikan penduduk
miskin di Indonesia agar hidup mandiri.

Demikian disampaikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta.
Menurut dia, jumlah tersebut berdasarkan hasil verifikasi data
keluarga miskin susulan yang diajukan pascapembayaran bantuan langsung
tunai (BLT) tahap pertama.

"Desember (2005) lalu, 10 juta keluarga (data susulan) mengaku sebagai
keluarga miskin. Setelah diverifikasi, keluarga miskin (ternyata)
hanya bertambah sekitar 2,5 juta keluarga," ujar Paskah di Bandung,
Senin (30/1) lalu.

Berdasarkan data BPS, penambahan jumlah keluarga miskin berasal dari
data semula 15,5 juta menjadi 18 juta keluarga. Jika setiap keluarga
terdiri dari tiga orang, itu berarti terdapat sekitar 54 juta jiwa
penduduk di Indonesia masuk dalam kategori miskin. Atau, 21 persen
dari 250 juta penduduk di Indonesia termasuk kategori miskin.

Menurut Paskah, tambahan 2,5 juta keluarga dari 10 juta keluarga yang
mengajukan diri untuk menerima BLT itu, meningkat sekitar 16 persen
dari jumlah keluarga miskin penerima BLT pada tahap pertama.

BLT akan diganti

Paskah menjelaskan, BLT yang merupakan bentuk program kompensasi
pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan diganti dengan
program lain. Program akan lebih bersifat memberdayakan masyarakat
Indonesia agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada bantuan.

Paskah mencontohkan, bantuan dana yang bakal diberikan dapat
diberdayakan untuk menghasilkan produk lebih bernilai. "Yang jelas
akan ada perubahan bentuk subsidi BBM. Tidak ada lagi BLT karena hanya
menambah pengemis-pengemis baru," kata Paskah.

Ia menambahkan, penggantian program BLT dilakukan setelah semua
bantuan yang dianggarkan diterima oleh keluarga miskin yang berhak,
termasuk keluarga miskin susulan. Pada Maret mendatang, setelah BLT
tahap kedua dibagikan, pembahasan program pengganti dan kebijakan baru
kompensasi subsidi BBM akan dimulai.

Tingginya angka kemiskinan di Indonesia, dikhawatirkan Paskah akan
memicu kejahatan dan terorisme. Oleh karena itu, program pengganti BLT
harus disosialisasikan secara jelas dan matang kepada masyarakat
penerimanya.

KKB dibatalkan

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sedikitnya 200 kartu kompensasi
BBM (KKB) untuk mendapatkan dana BLT pada tahap kedua, Senin, ditarik
karena salah sasaran. Pembatalan dan penarikan itu dilakukan karena
dalam penyaluran BLT tahap pertama terhadap mereka salah sasaran,
yakni tidak masuk kategori keluarga miskin.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Banjarmasin, Syarifuddin Nawie kepada
Kompas di Banjarmasin, kemarin, mengungkapkan, 200 KKB yang ditarik
itu bagian dari 2.000 KKB di Banjarmasin yang dibatalkan dan ditarik
karena salah sasaran. Namun, sampai Senin, petugas baru berhasil
menarik 200 KKB sehingga mereka tidak bisa mencairkan BLT lagi pada
tahan kedua sekarang ini.

Syarifuddin mengutarakan, lambannya penarikan ribuan kartu KKB karena
berbagai persyaratan harus dilakukan, di antaranya juga harus ada
pernyataan resmi dari yang bersangkutan, kelurahan dan ketua rukun
tetangga setempat.

"Tetapi hal itu terus kita lakukan sehingga benar-benar yang memegang
KKB mereka yang memang masuk kategori rumah tangga miskin yang telah
ditentukan untuk berhak menerima BLT," katanya.

Dalam pemantauan Kompas pada Senin (30/1), meskipun banyak warga
pemegang kartu KKB sempat kesal karena pencairan BLT dilakukan secara
bergiliran dan terjadwal, namun hari pertama pencairan BLT di
Banjarmasin berlangsung lancar.

Beberapa warga pemegang kartu KKB sempat kecewa karena tidak bisa
mencairkan dana BLT di Kantor Pos dan Giro Besar Banjarmasin di Jalan
Simpang Lambung Mangkurat karena yang baru mendapat giliran untuk
warga Kelurahan Kertak Hanyar Ilir dan Kampung Gadang.(d09/ful)






http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke