Cara Guru Mengajar Cenderung Primitif CIAMIS, (PR).- Salah satu penyebab ketertinggalan dunia pendidikan di Indonesia karena, rendahnya kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Hal itu tercermin dari proses pembelajaran yang dilangsungkan selama ini kurang bisa berkompetensi, tidak ada perubahan atau statis.
Oleh karena itu, kata Dr. Hermana Soemantrie dari Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Sabtu (25/3) di Ciamis, mesti ada reformasi proses pembelajaran. "Jangan salahkan kalau sewaktu-waktu nantinya ada kunjungan dari luar negeri yang ingin melihat atau studi banding cara belajar primitif di kita. Terutama kalau kita tidak mau melakukan reformasi dalam pembelajaran. Pembelajaran jangan terus statis atau status quo, tidak ada perubahan. Nantinya, pembelajaran di kita menjadi primitif," katanya sambil tersenyum. Para guru atau kalangan pendidikan, terutama di daerah, mesti melakukan proses pembelajaran secara progresif untuk kemajuan ke depan. Di samping itu, harus mampu membaca perubahan, agar tidak tertinggal dengan perkembangan ilmu pengetahuan. "Guru mesti terus meningkatkan potensi diri untuk mengingkatkan kualitas kecakapan mengajar. Jangan merasa puas, dengan rutinitas selama ini," paparnya. Reformasi pembelajaran juga berarti ada perubahan guru dalam mengajar, terutama ke arah yang progresif. Selain meningkatkan kecakapan mengajar, juga harus menguasai materi serta mencari tambahan materi dengan cara mencari sendiri secara optimal. Mulai dari membaca buku atau media, jurnal ilmu pengetahuan dan lainnya. "Sehingga wawasan yang dimiliki oleh guru cukup luas," katanya. (A-97)*** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
