Pulang dari Kuwait, Ina Alami Kebutaan INDRAMAYU, (PR).- Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Gunungsari, Kec. Sukagumiwang, Kab. Indramayu terungkap jadi korban penyiksaan oleh majikannya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Kuwait. Dia pulang dalam keadaan cacat total penglihatan alias buta.
Ina Tarinah (30), demikian nama TKW tersebut. Janda beranak satu yang telah ditinggal mati suaminya, pulang diantar petugas dari Depnakertrans Sabtu (26/8) pagi, sekira pukul 5.00 WIB. Kepulangan Ina yang mendadak di pagi hari membuat seluruh keluarganya kaget. Hujan tangis langsung menyambut Ina yang pulang dalam keadaan buta. "Kami kaget ada orang ketuk pintu pagi hari. Setelah dibuka ternyata Ina. Yang membuat kami sangat sedih, dia pulang dituntun karena tidak bisa melihat. Kami tak bisa menahan haru. Semua keluarga langsung menangis," ujar Mudrika (56), ayah kandung Ina. Saat ditemui di rumahnya, Minggu (27/8) sore, Ina tidak ada di rumah. Menurut putri sulungnya Mudrika, Ina sedang diantar adiknya ke RS Arjawinangun di Kec. Arjawinangun, Kab. Cirebon. Menurut cerita, Ina bisa pulang ke rumahnya di Gunungsari setelah melalui pengalaman yang berliku-liku. Diawali saat dia kabur dari rumah majikannya, lalu ditangkap dan ditahan oleh kepolisian negeri minyak, negara kaya di Timur Tengah. Oleh kepolisian Kuwait, Ina lalu dilaporkan ke Kedubes RI. Dari laporan polisi, kemudian Ina yang punya anak perempuan berumur 10 tahun, akhirnya dijemput dan dipulangkan ke Indonesia. Dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, kemudian Ina diantar dengan kendaraan khusus pengantar TKW oleh Depnakertrans. Petugas pengantar menyerahkan Ina dalam keadaan buta dan dia tidak tahu-menahu. Dipukuli tengkuknya Berdasarkan pengakuan, Ina mengalami penyiksaan majikan selama 18 bulan. Terbanyak ialah penyiksaan di bagian tengkuk (belakang leher). "Semuanya menyiksa. Majikan laki-laki, perempuan sampai anak-anaknya hampir tiap hari menyiksa secara beramai-ramai," ujar Mudrika. Dituturkan, Ina berangkat ke Kuwait pada akhir tahun 2004. Rencananya, dia kontrak selama 24 bulan atau 2 tahun. "Dari pengakuannya, memasuki bulan ketiga dia mulai disiksa majikan. Dia sering telefon sembunyi-sembunyi dan menceritakan soal penyiksaan," ujar Mudrika. Selain penyiksaan, gajinya selama 18 bulan juga tidak jelas. Karena itu, dia sering mengeluh dan berusaha kabur untuk bisa pulang. Dikemukakan, Ina sebenarnya sudah berpengalaman menjadi TKW. Sebelumnya di tahun 2002, dia sudah pernah jadi PRT di Abu Dhabi. Melihat kondisi tadi, Mudrika berusaha minta bantuan ke Disosnakertrans Indramayu. Sepengetahuannya, Ina berangkat atas jasa seorang calo, bernama Bagja, warga Desa Gintung Tengah, Kec. Arjawinangun, Kab. Cirebon. Camat Sukagumiwang, Aan Kustiawan, S.Sos., mengaku baru mendengar kalau ada warganya disiksa di Kuwait. Dia akan menemui Ina dan melaporkan ke Disosnaker. "Kalau benar, saya laporkan ke Disosnaker. Saya juga minta PJTKI yang memberangkatkan bertanggung jawab," ujar dia.(A-93)*** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
