Usaha yang Nyaris tidak Berlimbah DIBANDINGKAN berbagai jenis makanan tradisional lain, produksi oncom sebenarnya termasuk usaha yang serba bermanfaat. Pasalnya, usaha ini nyaris tak menyisakan limbah karena berbagai sisa produksi dapat digunakan kembali. HAJI Amar dengan oncom yang diperam untuk dijual esok hari.* KODAR SOLIHAT/"PR"
Walaupun oncom adalah makanan yang tak tahan disimpan lama karena umumnya tak menggunakan bahan pengawet, banyak perajin oncom mengaku jarang merugi dari usaha ini kendati produksinya ada yang tak laku. Soalnya, belakangan ini pun muncul usaha pembuatan keripik oncom, yang kebanyakan berbahan baku oncom yang tak terjual. Pemanfaatan lainnya adalah minyak goreng berbahan baku kacang tanah atau di kalangan orang Sunda dikenal dengan minyak suuk. Ini umumnya diperoleh dari hasil perasan kacang tanah pada tahap awal pembuatan oncom. Menurut sejumlah perajin oncom di Desa Pasireungit, minyak goreng kacang tanah ini laku dijual ke warung-warung, atau juga digunakan sendiri untuk keperluan memasak. Jadinya, banyak perajin memperoleh sumber tambahan pendapatan, bukan hanya dari membuat oncom, namun juga dari hasil perasan minyak kacang tanah. Keripik oncom juga sudah cukup lama dijual ke berbagai daerah sekitar, terutama ke Bandung dan Sumedang. Namun keripik oncom yang kini namanya lebih "berkibar" ketimbang oncom mentahnya sendiri. Namun demikian, ini bukan berarti hanya sampai di situ. Adalah tuntutan pasar yang semakin hari lebih selektif atas produk konsumsi, termasuk oncom, yang terus berharap dapat bersaing dengan makanan jenis lainnya di pasaran. Melihat potensi pemanfaatan produksi oncom, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Agro Jabar, tengah mengkaji berbagai aspek dalam pengusahaan oncom, baik yang masih mentah maupun yang bentuk keripik. Dari berbagai faktor yang diperhatian, adalah sistem pengemasan yang dikaitkan dengan ketahanan oncom. "Oncom kan diketahui tak tahan lama sehingga berbagai cara dilakukan pengusaha agar tak ada produksi terbuang, termasuk dengan cara dibuat keripik. Namun banyak keinginan dari para perajin untuk menciptakan produk oncom yang lebih awet, ini kami arahkan kepada sistem pengemasan agar terhindar dari penggunaan bahan-bahan pengawet yang dilarang," ujar Kepala Dinas Indag Agro Jabar, Darso Suhanda. Faktor lainnya adalah higienisme produksi oncom, berkaitan upaya bantuan perluasan pemasaran oleh Dinas Indag Agro Jabar. Higienisme menjadi salah satu kunci untuk lebih menarik konsumen, sehingga saat mengonsumsi oncom karena pasar saat ini semakin selektif. Di luar itu, pemanfaatan berbagai bahan dalam usaha produksi oncom, dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarnya. Apalagi, jika usaha oncom benar-benar digeluti secara serius, bukan hanya dari segi produksi, juga higienisme untuk mendukung perluasan pemasaran dan perdagangan. "Setidaknya, ini dapat meningkatkan potensi usaha agro di Jabar, dengan solusi menciptakan perluasan lapangan kerja. Terutama bagi generasi muda, daripada menganggur, ada cara memperoleh pendapatan melalui usaha oncom," katanya. Upaya bantuan pemerintah untuk berupaya meningkatkan kemampuan usaha para perajin oncom, disambut positif perajin besar oncom Pasireungit, Haji Amar (66). Apalagi, usaha oncom memang perlu lebih diperkenalkan kepada umum, bahwa selama ini berupaya menghindari penggunaan bahan-bahan pengawet, namun perlu ada inovasi produksi yang lebih awet disimpan. Disebutkan, perhatian dan pembinaan pemerintah daerah terhadap usaha ini dirasakan sudah besar. Berbagai program bantuan pun sudah diberikan, agar usaha oncom Pasireungit dapat bangkit kembali. "Hanya, ini perlu didukung dengan sikap kejujuran para perajinnya sendiri. Sebagian besar, mereka perlu meningkatkan konsistensi penggunaan atas bantuan modal yang diberikan berbagai pihak karena ini yang menjadi penyebab utama usaha oncom Pasireungit belum dapat bangkit kembali," ujar Amar. Menurut dia, "penyakit" umum lainnya dari para perajin usaha oncom, termasuk dari pengamatan di beberapa daerah lain, adalah sifat cepat puas dengan apa yang sudah ada. Padahal, yang saat ini diperlukan adalah menggiatkan promosi dan perluasan jaringan pemasaran, sedikitnya agar usaha oncom tetap eksis di tengah serbuan makanan modern. Ia juga menilai, jika dilakukan secara tekun dan serius, usaha oncom sebenarnya berpotensi dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Setidaknya, usaha oncom dapat dijadikan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakatnya, selama berbagai bantuan modal yang diterima dapat dioptimalkan sebagai mana mestinya. Diakui, usaha penjualan oncom yang digelutinya, ternyata sanggup mendatangkan pendapatan yang lumayan. Dari usaha produksi oncom ini, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai pendidikan sarjana. Namun sama seperti banyak usaha makanan tradisional lainnya, usaha pembuatan oncom pun mengalami ketakjelasan penerus dari generasi muda. Ini pun dialami di Desa Pasireungit, karena dari 6-9 usaha produksi oncom seluruhnya hanya dilakukan kalangan generasi tua. (Kodar S/"PR") *** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
