Enjoy "Mengemis" di Jakarta

Yayat Supriatna

Daya tarik Jakarta tidak akan pernah berkurang, apalagi untuk kelompok
pendatang marjinal selama menjelang dan sesudah bulan Ramadhan!

Bulan penuh berkah ini mungkin akan menjadi momen alternatif bagi
mereka untuk menambah atau mencari penghasilan baru, antara lain
sebagai pengemis di Ibu Kota.

Tahun ini diperkirakan jumlah pendatang yang memilih profesi sebagai
pengemis akan semakin bertambah. Bencana alam yang menimpa beberapa
wilayah di Tanah Air dan pengaruh kekeringan selama musim kemarau
panjang akan menjadi faktor pendorong migrasi mereka ke Ibu Kota.

Faktor lain adalah semakin lemahnya daya tahan untuk berusaha dan
mempertahankan kehidupan di daerah asalnya akibat beban ekonomi yang
semakin berat.

Sifat kemiskinan perkotaan dibandingkan dengan kemiskinan pedesaan
mempunyai karakteristik perbedaan yang sangat signifikan. Jika orang
miskin pedesaan mungkin hanya bisa bersifat pasrah disebabkan
keterbatasan sumber daya dan kapital, sifat fenomena kemiskinan
perkotaan dapat diibaratkan sebagai "duri dalam daging". Jika tidak
diperhatikan atau diatasi, masalah kemiskinan perkotaan akan terus
menusuk, membuat luka, bahkan menimbulkan pembusukan di dalam "daging"
atau ruang perkotaan dalam jangka waktu panjang.

Rendahnya kepedulian akan membuat kelompok yang kurang beruntung ini
berusaha menguasai ruang-ruang "marjinal" dengan membuat "peta maya
kawasan kota" yang mereka kuasai.

Tindak lanjutnya, mereka akan menetapkan otoritas pengaturan kekuasaan
yang disusun dan dijalankan berdasarkan struktur "premanisme" kota.
Model premanisme dilahirkan sebagai bentuk perlawanan dan cara untuk
mempertahankan kehidupan serta eksistensi kelompok atau individu di
dalam konflik perebutan sumber daya.

Konflik sering diiringi dengan perilaku kekerasan. Budaya kekerasan
memunculkan pola eksploitasi terhadap kelompok yang paling lemah, maka
saat ini terlihatlah betapa lebih banyak kelompok anak-anak dan
perempuan yang menjadi korban untuk dipaksa atau terpaksa menjadi
pengemis di Ibu Kota.

Saat ini mengemis merupakan pilihan "profesi" yang paling menarik
untuk dijalani, disebabkan sifatnya yang praktis, cepat menghasilkan.

Namun, untuk mengemis di Jakarta, pelakunya harus "cerdas", punya
mental baja, siap bertarung atau berkompetisi dengan sesama mereka
yang telah lama berhasil menekuni "profesi" ini, serta harus memiliki
jaringan kerja yang cukup luas.

Hasil investigasi suatu jaringan televisi nasional (23/6/2006) selama
menjelang Ramadhan memperlihatkan, dari "profesi" mengemis ini dapat
dihasilkan uang dalam jumlah puluhan ribu bahkan ratusan ribu dalam
hitungan jam atau siklus perputaran pungutan di lapangan.

Mudahnya mendapatkan uang dalam waktu relatif singkat, cepat, dan
padat (banyak) menjadi daya tarik utama bagi kaum pendatang marjinal.
Dan terbayangkanlah alangkah "Enjoy-nya di Jakarta" untuk menjadi
pengemis.

Penyakit sosial

Mengemis jelas merupakan penyakit sosial yang menggerogoti mental
mereka yang kurang sigap untuk bertarung, walaupun dalam keadaan
sebenarnya mereka sedang bertarung dengan dirinya sendiri, dengan
perasaan malu, hina, dianggap sebagai bagian dari orang-orang yang
malas, karena hanya bisa meminta tanpa mau berusaha!

Stigma penghinaan ini akan sangat terkait dengan tata nilai yang hidup
di masyarakat, apakah mengemis itu dibenarkan atau suatu kesalahan.

Dari tinjauan charity principle atau ajaran agama jelas dituntun suatu
konsep bahwa yang lebih beruntung harus membantu yang kurang
beruntung. Jika ditinjau dari prinsip-prinsip kemandirian, mengemis
adalah suatu kesalahan besar, apalagi jika dijadikan sebagai lahan
pekerjaan.

Yayat Supriatna Jurusan Teknik Planologi Universitas Trisakti






http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke