--- In [email protected], "borrococoque" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hmmm Sains sareng agama nya? > > Kang Rahman, URL multyply nu lengkepna naonnya?, lieur maca ti email > mah, mana tulisan kenging kang Rahman, mana nu sanes ieu teh? > jadi ieu mah sanes bantahan atau naon wae tina posting ti kang > Rahman, tapi ieu mah pendapat sim kuring ngeunaan sains sareng agama.
Haturan Kang, Ieu jengkep na mah. http://multiply.com/ Diskusi di dinya mah, biasana ngan saarah. Paling banter tiluan atawa opatan. Biasana mah kuringsok milu noroweco kana postingan batur. Ah... milu paciweuh we. Sok resep! Itung2 ngabuburit! Ieu ge rek nyabungkeun obrolan kuring. baktos, Rahman rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Sep 29 Suatu keyakinan (agama?) itu penting... tapi hanya buat mereka yang MERASAKAN penting. Saya kira, sah2 saja bila orang beranggapan Tuhan itu tidak (pernah) ada. Moral dan keyakinan merupakan sesuatu yang berbeda. Bisa jadi keyakinan MENJADI dasar moralitas. Bisa juga tidak. Yang tidak percaya Tuhan dan tidak beragama belum tenttu TDK bermoral, seperti halnya orang yang beragama belum tentun bermoral baik. Makna kepercayaan akan KABUR, bila sekelompok penganut agama merasa PALING benar. Akibatnya bisa kita lihat sekarang... gontok2an antar kepercayaan. Bahkan antar kelompkok DALAM satu agama. inyong reply inyong wrote on Sep 30 Tuhan itu ada & tiada...... ada buat orang yang meyakininya.... tiada buat orang yang takabur dan sombong...... Ada karena kita tahu betapa Tuhan mengatur hal yang detail yang Dia ciptakan dan Dia selalu menjaganya Tiada karena kita menginginkan adanya wujud dan identitasnya, padahal kita cuma bisa tahu wujud dan identitas atas yang Dia ciptakan.... rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Sep 30 Kutip: .".tiada buat orang yang takabur dan sombong."..... Takabur dan sombong sama siapa? Sama Tuhan? Jangan pake logika kita yang theis untuk mereka yang atheis. Toh mrk TDK mengakui Tuhan itu eksis. Jadi ... tdk tepat mengatakan mrk takabur dan sombong! Kita yang theis... HANYA sebatas beriman. Kita juga tdk bisa membuktikan bahwa Tuhan itu eksis, seperti halnya orang atheis tdk bisa membuktikan bahwa Tuhan tdk eksis. Sayang... kita tdk pernah terima imel atawa sms dari orang yang sudah mati, sebagi bukti bahwa Tuhan itu MEMANG ada. ;)) sandinews reply sandinews wrote on Sep 30 Aduh yang komentar tolong hati2 loh klo ngasih komen.. soalnya sensitif masalah nya... emmaku reply emmaku wrote on Sep 30 Ada ciptaan udah jelas ada menciptakan... *buatku itu aja dah cukup nujukin kalo God does exist* rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Sep 30 sandinews said Aduh yang komentar tolong hati2 loh klo ngasih komen.. soalnya sensitif masalah nya... Masalah sensitif? Tolong dijelaskan... Lagi pula kenapa harus hati2? Apapun BOLEH didiskusikan kok he he he... Kita tak perlu merasa takut Tuhan marah... karena kita mendiskusikan eksistensi nya. Lah... kita kan diberi DIA pikiran kok! Yang satu ini bukan HANYA untuk hiasan.. Ya kan? Masa mikir aja nggak boleh? sandinews reply sandinews wrote on Oct 1 emmaku said Ada ciptaan udah jelas ada menciptakan... *buatku itu aja dah cukup nujukin kalo God does exist* Saya setuju dengan anda!!! rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Oct 1 Buat saya sih. Saya percaya atawa beriman bahwa Tuhan itu ADA. Titik. Saya TIDAK perlu bukti2 kongkrit ada ... tidak nya Tuhan. Percaya saja sudah cukup. Kutip: ... "Ada ciptaan udah jelas ada menciptakan... Ini buat saya BUKAN bukti. Hanya asumsi saja kok. Kita tidak akan pernah tahu urusan cipta mencipta. Contohnya begini: Ok... kalo ada cangkir, logika nya pasti ada yang bikin cangkir. Sejauh itu saya setuju. Tapi.. Ada anak kambing yang baru lahir, apakah ada yang bikin anak kambing itu? Saya kira tidak! Anak kambing lahir dari ema kambing dan bapa kambing... trruuuuss ke atas. Nggak berenti2... pan bingeung he he he. Mana yang lbh duluan... ayam atawa telur? Nggak selesai2... kan? Jadi. Buat saya. Percaya saja sudah cukup kok. Tapi... orang lain yang TIDAK percaya. Ya silakan saja. Itu urusan mereka. Urusan kepercayaan tidak ada hubungannya dengan moral. Gitu loh... ;)) cherika reply cherika wrote on Oct 1 rsyaifoel said Percaya saja sudah cukup kok. Tapi... orang lain yang TIDAK percaya. Ya silakan saja. Itu urusan mereka. Urusan kepercayaan tidak ada hubungannya dengan moral. Gitu loh... ;)) rasionalitas manusia tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah apakah Tuhan itu ada atau tiada. dan siapa yang percaya dan tidak percaya, menjadi suatu titik dimana kita mesti menyerahkan pada pribadi masing2 manusia, karena agama bukanlah suatu dogma. berbicara ttg moral, orang yang beragama pun belum tentu bermoral, tetapi kembali lagi sejauh mana ia mendalami agamanya itu.. kalau ia punya keimanan yang kuat, saya yakin dia bisa menjalankan mana yang baik dan mana yang tidak, sesuai dengan ajaran agamanya. rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Oct 1 Kutip: "...karena agama bukanlah suatu dogma".... ??? Lha, agama itu kan dasarnya IMAN alias PERCAYA. Percaya dan iman itu DOGMA. Maka nya saya tak perlu bukti dan tidak perlu membuktikan eksistensi Tuhan !! Saya percaya kok...he he he...Itulah (ke)IMAN(an). Karena keimanan tersebut, saya tdk ambil pusing buat mereka yang tidak iman! Reply deleted at the request of the author. Reply deleted at the request of the author. tukangprinting reply tukangprinting wrote on Oct 2 cherika said berbicara ttg moral, orang yang beragama pun belum tentu bermoral iya betul, aku pernah di sekap oleh sekumpulan orang yang menganggap dirinya sangat benar dalam beragama, di ruangan tertutup di jaga 7 orang laki2 dan 2 orang perempuan ga di kasih makan dan tidak boleh tidur, memaksakan aku tuk meyakini apa yang di yakininya, sementara aku juga pernah tinggal di negri yang orangnya mayoritas atheis tetapi mereka sangat beragama dalam bertindak.. aneh jadinya?? Mengenai Ke Tuhanan hanya diri sendiri yang tahu apakah kita percaya Tuhan atau tidak..kemarin, sekarang atau besok... rsyaifoel editdeletereply rsyaifoel wrote on Oct 2 Begitulah. Yang repot. Banyak orang yang telah merasa JADI Tuhan. Jalan2 lain menuju Tuhan dianggap TDK benar. Keimanan kita itu PALING BENAR, tapi hanya untuk diri kita sendiri. Saya selalu mengandaikan keimanan dengan selera. Kalo saya suka/demen jengkol, yang lainnya benci jengkol. Apakah yang tidak suka jengkol salah? Atau sebaliknya?...Ya kan? http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
