Aya artikel siga kieu dina PR. Uhm....????
Ah moal komentar. Sigana kaharti oge ku sarerea? RH

Saddam Jadi Korban "Hukum Rimba"

SADDAM Hussein, meski selaku diktator telah berlaku kejam saat
menjalankan rezim berkuasanya di Irak, seyogianya menurut pertimbangan
kemanusiaan, kearifan dan kemutlakan kekuasaan Tuhan atas umatnya,
tidaklah serta merta kini dijatuhi hukuman mati. Saddam sebagai
seorang penguasa kejam memang patut dijatuhi hukuman. Namun, lebih
ideal serta memberikan proses pembelajaran yang bermartabat serta
memenuhi kriteria spiritualitas Mukminin-Mukminat (yang
sungguh-sungguh beriman di hadapan Tuhan Yang Esa), jika dia dibebani
hukuman penjara seumur hidup.

Sebaiknya mantan orang kuat Irak yang berkuasa dan berjaya penuh
selama rentang tahun 1979-2003 itu dilepas dari ancaman hukuman
pancung, gantung atau tembak mati dengan mempertimbangkan beberapa alasan.

Pertama adalah karena pengadilan yang menyidangkan perkaranya
merupakan hasil rekayasa pemerintahan "boneka" yang didesain negara
adidaya (Amerika Serikat) beserta kroninya yang sudah menyelenggarakan
proses pelanggaran atas kedaulatan negara lain.

Proses pengadilan Saddam, sesungguhnya telah didahului oleh praktik
"hukum rimba", berupa aktivitas menginvasi, menganeksasi, menyerbu
serta menduduki selain membantai warga dengan melindas infrastruktur
kemasyarakatan di bumi Irak yang merdeka dan berdaulat. Hal itu
jelas-jelas merupakan kejahatan hak asasi manusia (HAM) tersendiri
yang digelar AS-Inggris serta negara kapitalis Barat sebagai kroninya.

Berbeda kiranya, jika pengadilan Saddam digelar lembaga peradilan yang
disusun secara independen, bebas dari pengaruh asing, dan berasal dari
sikap serta tradisi budaya luhur yang sudah beribu tahun dikembangkan
di dalam masyarakat Irak sendiri.

Kedua, Saddam sebagai pria kelahiran Tikrit ini kadung sudah menjadi
simbol bangsa, status warga asli Irak yang tidak lagi mewakili satu,
dua atau tiga rumpun kabilah-kabilah, kelompok-kelompok warga asli
masyarakat Irak sendiri yang terbukti sanggup mempersatukan segenap
lapisan rakyat Irak, baik yang bermazhab Sunni, Syiah, sufi maupun
saudara Muslim yang datang tanpa tanah air dari wilayah utara negara
yang berbatasan dengan Turki, yakni Kurdi. Bila ia jadi digantung oleh
pemerintahan "boneka" Irak, yang kini berkuasa dan didominasi Syiah,
sudah barang tentu tujuan AS dan Barat akan politik penceraiberaian
Irak berdasarkan aliran keyakinan spiritualitas Muslim ini berjalan
dengan mulus. Kekerasan antarsaudara warga Irak kian memuncak, selepas
pasukan multinasional pimpinan AS hengkang dari bumi Irak.

Hendaknya mayoritas komponen bangsa Irak ingat, AS dan Barat (yang
tunduk terhadap stigma serta dogma Zionisme, terwujudnya Yayudi Raya)
berskenario untuk mengikis umat Islam melalui pemecahbelahan (devide
et impera) dengan cara halus, kasar atau pemaksaan lewat segala cara!
Jika Saddam jadi digantung oleh aparat yang notabene adalah saudaranya
sendiri, maka mayoritas anak bangsa Irak tidaklah mampu melewati era
proses pembelajaran yang sudah menumpahkan darah dan jiwa ratusan ribu
warganya sendiri.

Perubahan Irak melalui rekonsiliasi yang demokratis di antara komponen
bangsa Irak sendiri, menurut hemat kita, lebih berjalan paripurna
lagi, jika Saddam Hussein, tokoh sentral di masa jayanya di antero
Timur Tengah, dimudahkan untuk menghirup udara penahanan seumur hidup
di tanah airnya sendiri sembari mengupayakan instrospeksi spiritual
atas apa yang pernah diperbuatnya secara keliru dengan kekuasaannya di
masa lampau. Saddam perlu berkontemplasi, mengupayakan otokritik di
hadapan Tuhannya. Saddam adalah manusia --makhluk Tuhan paling
sempurna-- berjenis kelamin lelaki yang masih butuh akan Tuhannya.
Beri dia waktu untuk mempertanggungjawabkan semua kekeliruannya selama
di dunia, di bumi-Nya ini pula. Toh, dia akan bertobat, melaksanakan
perintah taubatan nashuha (tobat yang bersungguh-sungguh ke hadapan
Tuhannya) di tanah kelahirannya sendiri, tidak bakal meminta izin/visa
ke Guantanamo atau ke AS.

Ketiga, sebagaimana teladan Rasulullah saw., pengadilan independen
Irak seyogianya juga bersikap, jauh lebih baik serta terpuji untuk
memberi dengan tangan di atas di banding dengan menerima dengan
menengadahkan tangan di bawah. Bentuk vonis atas Saddam, tokoh
pemersatu bangsa Irak, seharusnya mampu melonggarkan yang bersangkutan
menghabiskan sisa usia rentanya dengan Insya Allah, khusnul khotimah,
melonggarkan jalan pria itu ke tengah-tengah titian menuju Tuhannya
berserah diri penuh, mampu menjalankan ibadah yang disyariatkan
kepadanya selaku warga biasa, di dalam tahanan yang dikelola
saudaranya sebangsa di Irak sendiri.

Kasus dari proses peradilan unfair atas Saddam Hussein bisa di-mark up
oleh network media dunia yang dikuasai Zionis dan Barat, sebagai
penistaan terhadap simbol keutuhan, martabat dan keluhuran ajaran
Islam. Para antek Zionis, Barat dan kubu "Hanoman Putih" (kera-kera
berkulit bule yang sejak jauh hari telah diprediksikan pujangga
Ranggawarsita lewat penerjemahan Dr. Sosrokartono) sudah bersiap
menggelar dinner party, pesta santap malam terbesar merayakan
syahid-nya Saddam sebagai tonggak sukses terbesar mereka.

Menanggapi situasi kini, apakah Saddam berhak mengajukan banding,
petisi atau peninjauan kembali atas vonis yang dijatuhkan terhadapnya,
atau punya akses untuk menuntut hak grasi serta amnestinya, juru
bicara Deplu Indonesia hendaknya berhati-hati dalam mengeluarkan
pendapat. (Rayendra Alamsyah/"PR")*** 




http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke