Baath Ancam Balas Dendam Eropa Kecam Vonis Hukuman Mati Saddam Baghdad, Selasa - Partai Baath mengancam akan membalas dendam dengan meningkatkan serangan ke Zona Hijaukawasan gedung-gedung Pemerintah Irak dan Kantor Kedutaan Besar ASdi Baghdad jika hukuman mati untuk mantan Presiden Irak Saddam Hussein (69) benar-benar dilaksanakan tahun depan.
Ancaman itu muncul dalam situs internet Partai Baath, Selasa (7/11). Selain menyerang Zona Hijau, situs itu juga menyebutkan Partai Baath bertekad akan menghancurkan kantor kedutaan besar berbagai negara asing, kantor badan intelijen, dan organisasi penting lain yang ada di Irak dengan cara apa pun. "AS dan Iran telah meledakkan bom yang pecahannya bisa melukai anggota mereka yang berada di Irak dan di luar Irak," sebut ancaman itu. Ancaman itu muncul pada saat yang bersamaan dengan rencana Pemerintah Irak yang didominasi Syiah mengajak Partai Baath untuk kembali bergabung dalam pemerintahan. Para pemimpin Irak telah menyetujui rancangan undang-undang yang memberi kesempatan kepada anggota Partai Baath untuk kembali bekerja bersama dengan pemerintah. Ketua Dewan Agung Nasional Penghapusan Baath, Ali al-Lamy, mengatakan, usulan reformasi itu akan kembali "mengaktifkan" lebih dari satu juta mantan aktivis Partai Baath yang mayoritas Sunni. "RUU itu sengaja disiapkan seiring dengan program rekonsiliasi nasional usulan Perdana Menteri Nuri al-Maliki. RUU itu akan bisa membantu mantan anggota Partai Baath untuk kembali ke posisi atau pekerjaan mereka sebelumnya atau memperoleh jatah uang pensiun. Bagi yang bersikeras ada di Partai Baath akan kami anggap elemen teroris," kata Al-Lamy. Pemerintah AS, Mei 2003, membubarkan dan melarang Partai Baath setelah tergulingnya Saddam. Sikap AS itu lantas melunak dan mengajak beberapa pejabat militer dari pasukan keamanan Irak yang juga telah dibubarkan untuk ikut bergabung dengan pasukan keamanan yang baru. Mantan pejabat AS di Irak, Paul Bremer, juga mengizinkan ribuan gurumantan anggota Baathuntuk kembali bekerja. Sedikitnya 1,5 juta dari 27 juta rakyat Irak menjadi anggota Partai Baath saat Saddam terguling. Banyak yang mengaku bergabung bukan karena alasan ideologis. Komisi Penghapusan Baath yang dibentuk Januari 2004 telah "memecat" 7.688 anggota Partai Baath dari pemerintahan. Eropa kecam Para pemimpin negara di Eropa sebagian besar mengecam vonis hukuman mati Saddam. Bahkan, Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang biasanya satu kata dengan AS juga menentang hukuman mati "Saddam atau siapa pun". Hal itu menjadi kesepakatan bersama Dewan Eropa yang beranggotakan 46 negara di Eropa. Menteri Luar Negeri Italia Massimo D'Alema mengingatkan, menghukum mati Saddam akan menjadi "kesalahan yang tak dapat diterima" dan bisa menjebloskan Irak ke perang saudara tak berkesudahan. Begitu muncul kecaman dari Eropa, Menlu AS Condoleezza Rice langsung menyatakan, masalah hukuman mati Saddam itu bukan sesuatu hal yang perlu ditanggapi oleh AS atau Eropa karena persoalan itu harus diputuskan oleh rakyat Irak sendiri. Sikap Eropa tentang hukuman mati dianggap Rice tidak ada urusannya dengan kasus Saddam. "Ini proses Irak, bukan AS atau internasional," kata Rice kepada Fox News. Seorang pejabat senior AS juga bersikeras mengatakan bahwa AS tidak pernah ikut campur dan memengaruhi keputusan pengadilan di Irak. "Hukuman mati itu sama sekali bukan hasil rekomendasi AS. Keputusan itu benar-benar murni keputusan Irak," ujarnya. Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tom Casey, menegaskan, aturan tentang hukuman mati di Irak sebenarnya telah ada sejak dulu. "Kami hanya menyerahkan persoalan itu kepada sistem hukum di Irak untuk memutuskan bentuk hukuman apa yang pantas untuk Saddam dan tujuh terdakwa lainnya," ujarnya. Rice dengan kesal juga membantah tudingan yang menyebutkan AS sengaja mencocokkan waktu pengumuman vonis Saddam menjelang pelaksanaan pemilu sela. "Saya tidak percaya bisa-bisanya ada orang yang bicara seperti itu," ujarnya. Dari Baghdad dilaporkan, Saddam dan enam terdakwa lain telah kembali berada di ruangan sidang untuk proses persidangan kejahatan genosida terhadap etnis Kurdi. (REUTERS/AFP/AP/LUK) http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
