Gedung SD Margasana Sarang Kelelawar BANYUMAS, (PR).- Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Margasana, Kec. Jatilawang, Banyumas, Jateng menjadi sarang kelelawar. Suara berisik dan bau menyengat kotoran dari ribuan ke-lelawar yang menggunung di kelas, sangat mengganggu ke-giatan belajar para siswa. Sementara di Cilacap, beberapa bangunan SDN 2 Sindangsari, Kec. Majenang Cilacap ambruk, akibat pelapukan. MURID SD Margasana Banyumas membersihkan kotoran kelelawar, Selasa (28/11). Pembersihan di ruang kelas I, II dan IV ini dilakukan secara berkala agar kotoran tidak memenuhi ruangan kelas yang kini sudah dikosongkan.*EVIYANTI/"PR"
Ribuan binatang malam yang bersarang di ruang kelas I, II dan kelas IV mulai terjadi sejak 1987 lalu. Berbagai upaya mengusir binatang malam itu, sampai mendatangkan orang pintar atau pawang namun tidak membuahkan hasil. "Kita pernah mendatangkan pawang untuk mengusir. Kelelawar itu memang pergi tapi hanya sebentar, seminggu setelah itu datang kembali," kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Margasana, Warmono, Selasa (28/11). Diharapkan, ada orang atau instansi mau menolong mengusir kelelawar, karena sekolah sudah tak berdaya menghadapi ulah binatang itu. Menurut dia, awalnya yang datang hanya segerombolan kecil, lama-kelamaan yang populasinya bertambah banyak dan sulit diusir. Suara yang ditimbulkan sangat mengganggu siswa. Apalagi bau menyengat amoniak yang bersumber dari kotoran kelelawar menggunung di kelas. Khawatir akan mengganggu kesehatan siswa yang ruang kelasnya jadi sarang kelelawar dipindahkan ke ruangan lain, seperti ruang UKS, perpustakaan dan ruang pertemuan PKK milik desa. Ruang kelas yang mereka tempati sebenarnya sudah tidak layak, karena proses pelapukan yang menyebabkan bagian atap menjadi rapuhi. Sementara atap bangunan SDN Sendangsari, Kec. Majenang, Senin (27/11) ambruk, karena lapuk. Sekolah lalu memindahkan proses belajar sebanyak 200 siswa ke SD Negeri 3 Sendangsari. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas P dan K Majenang Darsito mengatakan, meski hanya satu lokal yang ambruk tapi kondisi ruang lain juga mengkhawatirkan, karena kerangka penyangga atap ikut roboh. "Kondisi kelas sangat memprihatinkan, sudah lapuk, karena selama 36 tahun belum pernah direhab," katanya. (A-99)***
