Euleuuuuuh geuningan sapertos kitu... nembe terang... pantesan pas isu di 
internet tos santer ari di media komo di TV- mah teu acan aya anu ngabahas ... 
da eta meureun "sieun" kulantaran ceuk si wartawan eta oge si Aa teh network-na 
canggih jeung para gegeden di media heuheuheu... da meuereun harta, tahta 
(power) na tos edun pisan Aa teh :(. Tah ayeuna anu kirang Wanita boooo ;).

Terlepas bener henteu-na berita nu dihandap nya mudah-2an weh si Aa bisa 
introspeksi kitu...dangukeun deui ceramah-2 manehna anu ceuk kuring mah edun 
suredun kantun prak dilaksanakeun... da percumeh ngomon berbusa-2 oge ari teu 
saluyu jeung prak- prakan na mah. Soalna jelema lolobana lamun anu resep 
ngacapruk tapi bari jeung tara dilaksanakeun... tungtungna loba nu komentar ... 
aaah bull***t ceunah heuheuheu.

Termasuk ka Aasep nyalira hehehe... ieu jadi picontoeun yeuuuh kulantaran abdi 
termasuk anu resep ngacapruk heuheuheu... kudu saluyu oge hehehe. Samemeh nitah 
batur kudu ngajalankeun sorangan hehehe.. lamun henteu meureun abdi janten 
"ajengan" resep di ajeng-2 barijeung prak-2an na mah euweuh hihihi... wooooi 
kudu kurban ceunah eta alus eeeh ari manehna tara heuheheu... kudu nulung kanu 
butuh nalang kanu susah eeeh manehna oge tara heuheuheu. 

Mudah-2an ulah dugika janten jalmi anu hipokrit-nya imiiiiin eh amiiiiin :).

Salam,
Asep 


  ----- Original Message ----- 
  From: Waluya 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, December 09, 2006 3:47 AM
  Subject: [Baraya_Sunda] Tukang bohong????


  Ieu dongeng wartawati DetikCom di Bandung ti millis mediacare, nu mimiti 
  ngabongkar nyandungna Aa Gym. Aya hiji hal lamun maca dongeng wartawan ieu, 
  yen sabenerna Aa Gym teh nyandung teu bebeja heula ka pamajikanana (anak 
  pamjikanana teu nyaho), hal nu disaratkeun dina UU Perkawinan taun 1974 di 
  nagara urang. Nu teu lucu, dosen agama kuring baheula basa keur kuliah Pa 
  Miftah Faried (ayeuna ketua MUI Bandung) nu jadi saksina. Aa Gym ge teu 
  jelas kawin dimana, sabab kalurahan tempat DT, teu kungsi dipenta surat 
  pengantar keur kawin (boh tempatna di kelurahan eta) atawa di tempat sejen. 
  Ieu aturan nagara nu dilanggar ku Aa Gym (wartos ieu sanes ti Erna, tapi ti 
  media sanes).

  Kuring kaasup nu reueus ka Aa Gym, pedah sarua urang sunda jeung urang 
  Bandung, sanajan lain penggemarna. Tapi ayeuna kareueus sigana punah, 
  sanggeus maca dongeng Erna Mardiana ieu. Kuring tambah yakin kana papatah 
  almarhum pun Aki : " Tong percaya ka lalaki tukang nyandung, sabab tukang 
  ngabohong!".

  Dongengna nyanggakeun:

  Fwd: Kisah sikap Aa Gym saat berita pernikahan ke 2 nya diketahui

  erna mardiana <[EMAIL PROTECTED]>

  Melihat makin ramainya di milis ini yang membahas mengenai poligami, yang 
  diilhami oleh pernikahan kedua Aa Gym, saya tergelitik untuk berbagi 
  mengenai sikap Aa Gym saat berita ini pertama muncul di media yang belum 
  terekspose media.
  Sebenarnya, kabar pernikahan kedua Aa Gym di kalangan wartawan Bandung telah 
  tersebar sejak bulan puasa lalu. Namun selain karena memang masih belum 
  mendapat informasi yang akurat, ada juga temen yang menganggap bahwa hal itu 
  tidak perlu disebarluaskan. Namun tidak sedikit juga temen wartawan 
  (khususnya media lokal) yang sudah patah semangat, karena dipikir berita ini 
  tidak mungkin turun di media mereka mengingat kedekatan ulama kondang ini 
  dengan para petinggi media. Saya sendiri termasuk malas memberitakan hal 
  yang berhubungan dengan ulama itu.
  Namun pada 30 November lalu, semua berubah. Saya yang kebetulan bekerja di 
  media online, ditelepon oleh wapemred dan menanyakan kabar mengenai 
  pernikahan kedua Aa Gym ini. Dia sedikit kaget dan juga kecewa ketika saya 
  katakan sudah mengetahuinya jauh-jauh hari. Pada hari itu juga saya diminta 
  menelurusi kasus ini.
  Beruntunglah siang itu juga ada narasumber yang mau membeo tentang 
  pernikahan kedua aa gym ini. Namun dia meminta identitasnya tidak 
  disebutkan. Karena dia menyebut salah satu ulama di Bandung yaitu Miftah 
  Faridl terkait dalam kasus ini, saya pun langsung menghubunginya melalui 
  telepon.
  Setelah berbicara dengan beberapa rekan, mereka menilai laporan ini sudah 
  bisa turun. Akhirnya berita pertama tentang pernikahan Aa Gym dengan judul 
  "Aa Gym menikah, ucapan selamat mengalir" turun siang itu.
  Setelah itu saya pergi ke komplek DT yang berada di Gerlong untuk mencari 
  kediaman rumah Rini, istri kedua aa Gym. Berbekal dengan alamat yang berikan 
  oleh sumber saya itu, akhirnya rumah istri kedua aa gym pun saya temukan. 
  Ketika saya datang (Saat itu saya sendirian karena temen2 wartawan lain 
  masih belum berminat ikut isu ini), seorang laki-laki paruh baya sedang 
  duduk di teras rumah.
  Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya Rini muncul juga. Pertama saat 
  dia keluar, saya kaget juga dan mengagumi kecantikannya. Ketika saya mencoba 
  basa basi, dia langsung memotong dan mengatakan bahwa dirinya tahu kalau 
  saya akan konfirmasi mengenai berita yang turun di detikcom. Namun meski 
  dibujuk dengan perkataan yang saya rasa tidak kasar, dia menolak memberi 
  keterangan. "Coba hubungi humas DT dan aa saja langsung, mereka sudah 
  menunggu," ujar Rini.
  Melihat gelagatnya dan mendengar apa yang dia sampaikan, saya yakin kalau 
  perempuan berkerudung pink ini benar ada hubunganya dengan aa gym. Saya 
  melaporkan ke kantor sekitar pukul 16.00, namun untuk benar-benar memastikan 
  kebenaran ini, saya dan jakarta bersepakat tidak akan diturunkan dulu 
  sebelum mendapat konfirmasi dari aa gym atau humas DT.
  Ingat perkataan Rini, jika kedatangan saya ditunggu Aa Gym. Terus terang, 
  saya agak khawatir juga jika harus sendirian. Saya pikir meskipun berita ini 
  benar, Aa Gym pasti akan marah besar pada saya. Apalagi jika berita ini 
  salah. (Tp saat itu saya yakin isu ini benar dan Alhamdulillah ternyata 
  memang benar :) ). Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon teman.
  Beruntunglah ternyata teman wartawan Tribun Jabar juga disuruh follow up 
  kasus ini oleh kantornya. Akhirnya kami berdua bersepakat untuk mendatangi 
  aa gym bersama-sama. Ketika kami sampai ke kediamannya, ajudannya mengatakan 
  bahwa aa gym sedang rapat dan kami disuruh menunggu. Setelah menunggu hampir 
  sejam, ajudan itu kembali bilang bahwa kami harus menghubungi humas DT 
  karena semua diserahkan kepada Humas.
  Dari humas kami mendapat informasi jika sore itu aa tidak bisa memberi 
  keterangan karena mempersiapkan pengajian. Humas itu juga mengaku, jika 
  rapat yg tadi berlangsung adalah membahas berita yang turun di detik. Dia 
  juga mengatakan aa akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara kepada 
  media. Terus terang kami tidak puas, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu 
  aa hingga pengajian selesai digelar yaitu pukul 21.00.
  Saat menunggu, saya mendapat kabar jika kawan dari tribun (bukan yg sedang 
  bersama saya) telah mendapatkan konfirmasi dari adik kandung aa gym yang 
  membenarkan adanya pernikahan kedua aa gym ini. Kami makin semangat untuk 
  meminta konfirmasi dari aa gym.
  Sekitar pukul 21.10, aa akhirnya keluar dari masjid dengan mengenakan sepeda 
  listrik dengan diikuti beberapa ajudan yang berlarian di belakangnya. Serta 
  tatapan ribuan kekaguman dari jamaah. Lantas setengah berlari saya dekati aa 
  dan langsung memperkenalkan diri serta meminta waktu. Di luar dugaan saya, 
  aa mengangguk dan melambaikan tangan ke arah kami agar mendekat.
  Tepat di parkiran depan rumahnya, dengan posisi aa yang masih duduk di 
  sepeda dan kami berdua berdiri di hadapannya, Aa "menceramahi" kami berdua. 
  Puluhan jamaah yang akan mendekat untuk meminta difoto dengan aa diminta 
  untuk mundur dahulu. Setelah sekitar 10 menit, kemudian aa berfoto dulu 
  dengan penggemarnya lalu kemudian memanggil lagi kami berdua di teras 
  rumahnya. Sekitar 40 menit kami diceramahi.
  Dengan suara pelan namun penuh penekanan dia mulai berbicara : (Saya lupa 
  tidak menyalakan rekaman saya karena dia bilang off the record. Namun itu 
  disayangkan oleh teman2. Menurutnya minimal mereka bisa mendengar langsung 
  apa yg diomongin aa gym, hehe gosip bgt ya. Hingga saya menulis ini di bawah 
  ini yg saya ingat):

  Aa Gym
  Apa salah aa dengan detik? Kenapa detik begitu tega menghancurkan aa? Apa 
  salah saya pada detik? Kenapa tidak datang dulu ke aa untuk meminta ijin 
  berita ini turun? Siapa di detik yang memutuskan berita ini turun? Kode 
  etiknya kan harus minta ijin dulu baru berita turun..

  Aa minta bagaimana caranya berita ini terhenti. Karena detik yang memulai, 
  detik juga yang harus mengakhiri. Kalau besok-besok media pada datang, ini 
  gara-gara detik!
  Siapa di detik yang memutuskan berita ini turun? siapa pemimpinnya? minta 
  teleponnya, nnati aa telepon. Tribun juga mau menurunkan? aa telepon nanti 
  teeeeeeeeeeet (salah satu petinggi di tribun. dan ternyata aa benar 
  menelepon, sehingga rencana berita yg jadi headline jadi hanya berita biasa 
  di halaman pertama).
  Aa belum pernah dihujat dan dihina orang seperti ini. Setelah berita muncul 
  di detik, ratusan sms aa terima yang isinya berupa kecaman. Puas melihat aa 
  menderita seperti ini? Keluarga aa sedih, anak-anak aa dihina di sekolahnya 
  karena punya ibu tiri, teh ninih menangis. Hah. Kenapa ga bilang dulu pada 
  aa?
  Aa juga mau bilang kok ke publik, tapi nanti setelah istri aa, anak aa, 
  semua sudah bisa menerima. Aa itu sedang mencari waktu yang tepat. Aa ingin 
  pernikahan aa ini menjadi media dakwah. Nanti jika semuanya sudah siap, 
  saya, istri aa, dan anak-anak aa akan bicara pada media tp dengan suasana 
  yang sudah bagus. Semua tersenyum. Tidak seperti ini, aa seperti ditikam 
  dari belakang.
  Puas melihat keluarga aa menderita? Aa heran kenapa masih ada orang yang 
  mengais rezeki dari penderitaan keluarga aa. Dek, takut pada Allah. Dosa 
  menyakiti hati ulama...
  Saya tahu ketika detikcom datang ke rumah Rini, karena Rini SMS aa. saya 
  bilang suruh langsung menghadap saya kalau berani. Saya tunggu-tunggu dari 
  sore kok datang-datang. Kalau berani, langsung hadapi aa...
  Sejak detik datang, Rini terus menangis. Saya sudah ga bisa hubungin dia 
  lagi. Puas melihat penderitaan keluarga aa? Dek, ibu rini itu sedang stroke. 
  Ibu saya juga menangis mendengar ini.
  Dek, takut pada Allah. pasti orang-orang non muslim menertawakan kita. apa 
  kata mereka? mereka bisa bilang ulamanya kok ga bener...

  Adek, kayanya tidak merasa salah ya? kok tidak minta maaf. Ayo kalau begitu 
  kita kuat-kuatan doa (adu doa maksudnya), siapa yang terdzolimi akan 
  terbukti nanti. (saat berbicara ini, pandangannya menantang).
  Ada usul apa yang harus aa lakukan untuk menghentikan pemberitaan semua ini? 
  (pertanyaan ini beberapa kali dilontarkan oleh Aa Gym sambil 
  menimbang-nimbang print berita detik di tangannya)
  Pokoknya aa belum bisa katakan apa-apa, karena belum saatnya. Nanti setelah 
  pulang dari haji, baru aa bicara

  * catatan dalam perbincangan ini kami saling berbantahan. Saya tetap merasa 
  bahwa apa yg saya lakukan dalam kode etik benar. saya katakan pada aa gym, 
  nara sumber pertama saya memang sumir karena tidak disebutkan identitasnya. 
  Tp saya terus mencari konfirmasi yg saya rasa bukan sumir lagi. Hari itu 
  juga saya konfirmasi ke Miftah Farid (diketahui belakangan dia saksi), Rini 
  (istri kedua aa gym) dan langsung ke Aa Gym.
  Saya juga katakan pada dia, saya tidak perlu meminta ijinnya untuk 
  menurunkan berita. Tapi memang benar saya harus dapat konfirmasi dari dia, 
  makanya saya tunggu hingga malam.
  Saya katakan dia punya hak jawab untuk membantah jika semua ini tidak benar. 
  Itu yg harus dia lakukan agar semua terhenti. Saya katakan tidak bisa 
  berbuat apa-apa untuk mendorong agar media-media lain juga tidak menurunkan 
  berita ini.
  Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penurunan berita di detik, saya 
  katakan ini adalag rapat redaksi sehingga tidak bisa satu orang saja 
  disalahkan. mengenai banyaknya sms yg masuk yang mengecam, saya katakan 
  itu resiko atas perbuatan aa (dia terlihat marah sekali saat mendengar ini. 
  matanya merah, tangannya bergetar memegang kertas berita detik).
  Saya katakan jika aa merasa benar perbuatannya, aa tidak perlu 
  menyembunyikannya dan merasa takut.
  Mengenai ajakannya untuk adu doa, tidak saya ladeni.

  Tulisan ini ditujukan bukan untuk mempekeruh suasana. Namun ada baiknya 
  rekan-rekan di milis juga mengetahuinya...Dan perlu diketahui teman saya 
  yang bekerja MQ dicurigai yang membocorkan, dan dia kini meminta saya 
  membuat klarifikasi. Saya katakan pada dia , kalaupun toh dia yg membocorkan 
  rahasia aa pada saya, tidak akan saya ungkap. Karena saya disumpah untuk 
  tidak membocorkan identitas nara sumber yang menginginkan di sembunyikan.
  Satu yang membuat saya senang saat ini adalah apa yang saya tulis bahwa 
  aa gym menikah lagi, benar adanya :) 



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke