Naha nya? Naon salahna ngayakeun diskusi? ---------------------- Diskusi Marxis Dibubarkan Paksa
Bandung, CyberNews. Kegiatan diskusi membahas Marxis dibubarkan secara paksa oleh massa yang menamakan diri Persatuan Masyarakat Anti-Komunisme (Permak) di Bandung pada Kamis malam ini. Oleh massa, pembicara Marhaen Supratman dan Panpel, Sadikin bahkan digiring secara paksa pula untuk diserahkan kepada aparat kepolisian dengan mobil mereka. Suasana benar-benar ricuh. Kegiatan yang dibubarkan itu bertajuk "Diskusi Filsafat Sosial dan Ekonomi Politik: Gerakan Marxis Internasional" , digelar di halaman samping Toko Buku Ultimus , Jalan Lengkong Besar 127 Bandung. Pembicara yakni Marhaen, disebut-sebut sebagai WNI yang tinggal di Kanada. Sekitar 40 orang menghadiri diskusi tersebut. Polisi yang datang kemudian, menyegel tempat tersebut dengan memasang police line area toko buku tersebut. Mereka juga mengamankan sedikitnya 9 orang yang berkaitan dengan penyelenggaran diskusi tersebut. Seperangkat sound system turut dibawa bersama barang-barang lainnya yang mencantumkan logo Marxis. Begitu dibubarkan massa, Marhaen dan rekannya sempat dibawa ke sana kemari sebelum dimasukan secara paksa ke dalam mobil. Dia sempat pula dibawa ke lobi Kampus Universitas Pasundan yang berada di seberang jalan. Di sana, sejumlah pertanyaan massa mencecarnya. Suasana benar-benar tidak karuan karena banyak mulut yang bersuara. "Kamu punya KTP Bandung, tidak?" Awalnya, acara sendiri berlangsung lancar. Tapi belum lama pemuda itu menyampaikan pemikirannya sekitar 10 menitan, tiba-tiba saja dua orang berjalan menuju mimbar. Pengeras suara lalu direbut, untuk kemudian salah seorang dari mereka mengumumkan acara tersebut dibubarkan. "Jangan Bandung menjadi celah kecil komunis berkembang. Oleh karena itu, dengan segera harap membubarkan diri saja," katanya sambil menyebut peristiwa yang melibatkan PKI. Tak lama setelah pengumuman itu, dari belakang terdengar bangku-bangku yang ditendang. Marhaen kemudian dibawa melalui pintu lain yang melewati ruangan toko, wartawan pun mengejar. Tapi saat akan mengambil suasana di lobi kampus, tiba-tiba saja seorang dari massa memukul kamera milik kameramen stasiun televisi yang sedang mengambil gambar. Kericuhan pun terjadi. Buntutnya, keributan terjadi di antara keduanya. Dorong-dorongan dan saling adu mulut pecah. Terlebih, pelaku terkesan dilindungi oleh massa lainnya. Tapi kondisi itu segera reda karena konsetrasi terpecah, setelah Marhaen terlihat dimasukan ke mobil dengan paksa oleh massa. Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Mashudi tak mau banyak berkomentar atas peristiwa tersebut. "Yang jelas, kegiatan ini tidak memiliki izin," tandasnya di lokasi kejadian. Marhaen, Sadikin, dan bersama tujuh orang lainnya langsung menjalani pemeriksaan di Mapolwiltabes Bandung. Saat ini rekan-rekannya, tengah mengupayakan pendampingan oleh pengacara yang kemungkinan berasal dari PBHI dan LBH. "Kami sedang mengupayakan itu," tandas Syaiful, rekan mereka.( dwi setiady/Cn07 ) ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
