Baheula resep ngorbankeun batur... ayeuna daek jadi korban cenah? ;))

Saddam siap 'korbankan diri'
 
        
Saddam Hussein
Surat ini mungkin pesan tertulis terakhir Saddam Hussein
Pemimpin terguling Irak Saddam Hussein mengatakan, dia akan maju ke
tiang gantungan sebagai pengorbanan saat eksekusi hukuman matinya
akhirnya dilaksanakan.

Mantan pemimpin Irak menyatakan pernyataan itu dalam sepucuk surat
yang dia tulis pada hari divonis mati tanggal 5 November lalu.

Tapi, tim pengacaranya baru baru saja mempublikasi surat itu.

        
 Saya mengorbankan diri saya. Insya Allah, Dia akan menempatkan saya
di antara orang-orang dan syuhada sejati
 
Saddam Hussein

Dalam sepucuk surat yang ditulis dari sel penjaranya, Saddam Hussein
mengatakan, kematian akan menjadi dia "syuhada sejati".

Sang mantan pemimpin Irak mungkin digantung kapan saja dalam masa
empat pekan ke depan, setelah banding terhadap vonis matinya ditolak.

Vonis mati itu dijatuhkan atas pembantaian di kota kecil Dujail pada
tahun 1982. Saddam saat ini tengah menjalani sidang pengadilan dalam
perkara lain.

"Saya mengorbankan diri saya. Insya Allah, Dia akan menempatkan saya
di antara orang-orang dan syuhada sejati," tulis Saddam dalam surat
yang dikatakan dia tulis beberapa saat setelah dia divonis mati awal
bulan November.

Musuh negara

Dalam pesan tertulis tersebut, Saddam juga mengatakan, Amerika dan
Iran berada di balik tindak kekerasan dan pertumpahan darah di Irak.

        
 Para musuh negara kalian, penyerbu dan orang-orang Persia mendapati
persatuan kalian sebagai pagar penghalang antara kali dan mereka yang
kini memerintah kalian. Oleh karena itu, mereka membangkitkan
kebencian di antara kalian
 

"Para musuh negara kalian, penyerbu dan orang-orang Persia mendapati
persatuan kalian sebagai pagar penghalang antara kali dan mereka yang
kini memerintah kalian. Oleh karena itu, mereka membangkitkan
kebencian di antara kalian," tulis Saddam Hussein, 69 tahun.

Saddam juga menyeru warga Irak agar bersatu dan bangkit melawan musuh.

Surat itu dipublikasi satu hari setelah pengadilan banding Irak
mengukuhkan hukuman mati bagi Saddam atas kejahatan terhadap
kemanusiaan soal pembantaian 148 orang warga Syiah pada tahun 1982.

Namun, salah seorang pengacara Saddam, Khalil Dulaimi mengatakan
kepada BBC bahwa Saddam sebenarnya menulis surat itu pada tanggal 5
November, yaitu hari dia dijatuhi hukuman mati.

Dulaimi mempersalahkan prosedur Amerika Serikat yang dia katakan
menghalang-halangi surat itu dipublikasikan.

Dendam politik

Meski demikian, surat ini mungkin tidak akan menimbulkan dampak
berarti bagi kebanyakan warga Irak.

Wartawan BBC Peter Greste dari ibukota Irak, Baghdad melaporkan isi
surat Saddam ini mengulangi pernyataan dia lontarkan di persidangan,
yang dia katakan tidak lebih dari pengadilan sandiwara dan balas
dendam politik.

Dan, meski para pendukungnya melancarkan unjukrasa penuh kemarahan
saat dia divonis mati, tidak muncul reaksi terbuka terhadap kabar
bahwa permintaan banding akhir pemimpin Irak itu telah ditolak.

Saddam Hussein diadili dalam sidang lain berkaitan dengan kampanye
militer terhadap warga Kurdi pada tahun 1980-an.

Namun, menurut hukum Irak, dia harus dieksekusi meski pengadilan kedua
tengah berlangsung.

Namun, waktu dan lokasi pelaksanaan hukuman gantung itu belum diumumkan.

Mungkin, semuanya baru akan diumumkan setelah sang mantan presiden
mati demi menghindarkan kericuhan dan gejolak.

Kirim email ke