peluncuran buku Islam Indonesia Menghargai Keragaman Jakarta, Kompas - Yayasan Festival Istiqlal dalam waktu dekat akan meluncurkan buku Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara. Buku ini dimaksudkan menampilkan wajah Islam Indonesia yang moderat dan toleran.
"Tak terhindarkan, di mata Barat, Indonesia adalah negara Muslim terbesar. Perlu ada penyadaran bahwa Islam terintegrasi dengan keindonesiaan yang menghargai perbedaan," kata Komaruddin Hidayat, editor buku tersebut, dalam jumpa pers yang juga dihadiri Ketua Yayasan Festival Istiqlal Pontjo Sutowo di Jakarta, Rabu (3/1). Menurut Komaruddin, buku yang ditulis para cendekiawan Muslim dan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) tersebut merupakan ajakan berdialog. "Buku ini bukan bagian politik hegemoni, tetapi justru mengangkat realitas dengan pendekatan ilmiah dan kultural agar aset kekayaan dalam keragaman itu tetap dijaga," lanjut dia. Dengan kata lain, tambahnya, Islam sangat kompatibel dengan keindonesiaan yang pluralistik, sekaligus menghapus mitos Islam yang berseberangan dengan keindonesiaan. Pada siaran persnya, Pontjo Sutowo menyebutkan bahwa buku itu berusaha menyajikan perkembangan Islam secara komprehensif di Indonesia. Buku tersebut juga diharapkan bisa menjadi rujukan dunia internasional untuk mengenal Islam dan Indonesia yang sejak awal dikenal moderat dan toleran. Menurut rencana, peluncuran buku akan dilakukan di Jakarta Jumat, 5 Januari 2007, dengan menghadirkan Presiden atau Wakil Presiden. Peluncuran diisi orasi budaya oleh sejarawan Taufik Abdullah, berjudul "Menafsir Ulang Sejarah Islam di Indonesia". (GSA)
