--- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Administrasi kependudukan > Lambannya Perubahan di Negeri Ini
Tionghoa di Nusantara dari Masa ke Masa 1740 Pemberontakan orang Tionghoa kepada VOC yang mengakibatkan pembunuhan rasial terhadap orang Tionghoa selama 3 hari di Batavia. 1848 Penggolongan sistem sosial secara ras oleh pemerintah Kolonial Belanda. 1850 Masuknya imigran Tionghoa baru sebagai buruh perkebunan. 1900 Tiong Hwa Hwe Koan Thhk (organisasi Tionghoa Indonesia pertama) berdiri di Batavia. 1908 HCS sekolah Belanda untuk orang Tionghoa didirikan. 1910 UU Kewarganegaraan Hindia Belanda diterbitkan. 1918 Volksraad dibentuk Belanda, orang Tionghoa memiliki wakil golongan Tionghoa. 1925 Pelarangan pemindahan hak tanah kepada orang Tionghoa. 1930 Berdirinya Partai Tionghoa Indonesia di Surabaya oleh Liem Koen Hian. 1946 Berdiri (SMH) SIN MING HUI atau Sinar Baru, terjadi peristiwa anti-Tionghoa di Tangerang. 1949 Partai Persatuan Tionghoa (PPT). 1950 Persatuan Tionghoa berubah menjadi Partai Demokrasi Tionghoa Indonesia (PDTI). 1954 Badan Permusyarawatan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki) didirikan. 1955 Baperki mendirikan sekolah bagi orang Tionghoa. Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI) dilahirkan pada 28 Oktober 1955 sebagai onderbouw Baperki. 1959 Larangan orang Tionghoa berdagang di tingkat kabupaten/pedesaan ke bawah, mereka hanya diperbolehkan di kota besar (PP10). 1963 Kerusuhan anti-Tionghoa di Bandung dan Sukabumi dan di Jawa Tengah. Oei Tjoe Tat diangkat menjadi menteri. Berdirinya Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa (LPKB) yang disponsori oleh militer. Peng Koen Auw Jong dan Jakob Utama menerbitkan Intisari pada tanggal 17 Agustus. 1965 Meletus G30S/PKI yang mengakibatkan huru-hara, penangkapan, pembunuhan, perusakan toko, serta rumah komunitas Tionghoa sampai dengan tahun 1968. Universitas Res Publika dibakar massa pemuda dan mahasiswa pada 15 Oktober. Universitas Res Publika diambil alih dan berganti menjadi Universitas Trisakti pada 29 november. 1966 Baperki dibubarkan atas instruksi Soeharto pada 12 Maret. Terbit Kep. MPRS XXXII yang melarang pers menggunakan aksara Cina. Terbit Inpres No. 14 tentang pelarangan agama, kepercayaan, serta adat istiadat Tionghoa. Pengusiran dan pemulangan orang Tionghoa. Laporan penutup seminar AD ke-2/1966 untuk mengganti kata Tionghoa menjadi Cina. 1968 Kerusuhan anti-Cina di Surabaya. Kerusuhan anti-Cina di Glodok oleh RPKAD. Berdiri SNPC (Sekolah Nasional Proyek Chusus) oleh SCUT. 1970 Kerusuhan anti-Cina di Manado. 1973 Pencabutan terbit Kep. MPRS XXXII yang melarang pers menggunakan aksara Cina. Kerusuhan anti - Cina di Bandung. 1974 Berdiri BPKB (Badan Pembina Kesatuan Bangsa) di Jakarta oleh Gubernur Jakarta. Kerusuhan anti-Cina di Jakarta. 1975 SNPC dibubarkan. 1977 Terbit Inmen Dalam Negeri No. X 01 mengenai K1 khusus warga Tionghoa di Jakarta. 1978 Terbit Peraturan Menteri Kehakiman JB 3/4/12 tentang SKBRI. Surat Edaran Mendagri No. 477/74054 1978 tentang petunjuk pengisian kolam agama yang melarang agama tidak resmi. 1996 Terbitnya keppres yang mencabut SKBRI. 1998 Kerusuhan rasial anti-Tionghoa 13-14 Mei di Jakarta, Solo, Medan, dan Surabaya. 1999 Berdirinya Inti, PSMTI, Parti, Simpatik. Peringatan 1 tahun Kerusuhan Mei oleh Simpatik di reruntuhan Glodok City Jakarta Barat. 2000 Simpatik melakukan demonstrasi di depan Istana Negara menuntut penuntasan pencabutan Inpres No. 14 tentang pelarangan agama, kepercayaan, serta adat istiadat Tionghoa oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Pencabutan Surat Edaran Mendagri No. 477/74054 1978 tentang petunjuk pengisian kolom agama yang melarang agama tidak resmi. 2006 RUU Kewarganegaraan disahkan, menghapus kata WNI "asli/pribumi nonpribumi" hasil kerja Yayasan Gandi (Gerakan Antidiskriminasi) dan anggota DPR Murdaya Po. 2006 RUU Adminduk telah disahkan dan menghapus segala bentuk diskriminasi warga Tionghoa dalam pencatatan akta lahir, akta pernikahan, akta kematian masuk sekolah/universitas, pembuatan paspor tanpa memerlukan SBKRI.*** (Sumber:http://indocina.net/forums/diskusi-sejarah-tionghoa-di -indonesia-t22373.html)
