Cenah ceuk wartos Media INdonesia Online, lini tektonik jeung Vulkanik Gunung Ciremai di Kuningan ngalobaan. Wartosna nyanggakeun ti MIOL.
NB. Kunaon pangna diaranan Gunung Ciremai nya? Ciremai pan dibacana siga bahasa Malayu (Indonesia) Ciremay. Rarasaan mah teu mungkin tadina arannya Ciremai .... atawa aya dina basa sunda kecap "remay"? Oge "bukit Tunggul" di Bandung ...naha make aran "bukit"? Gempa Tektonik dan Vulkanik di Gunung Ciremai KUNINGAN--MIOL: Sekalipun masih dalam status aktif normal, namun saat ini petugas di pos pengamatan Gunung Ciremai yang terletak di Kabupaten Kuningan, Jabar, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya letusan. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu sepekan terakhir telah terjadi 10 kali getaran baik tektonik maupun vulkanik. "Dalam kurun waktu seminggu ini memang telah terjadi beberapa kali getaran baik vulkanik maupun tektonik. Namun skalanya memang masih di bawah 4 skala Richter", tutur Didi Suryadi, petugas di Pos Pengamatan Gunung Ciremai yang terletak di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jabar, Selasa (20/3). Aktivitas pergerakan bumi saat ini, kata Didi, juga berpengaruh terhadap aktivitas vulkanik yang ada di Gunung Ciremai. Hal itulah antara lain yang menyebabkan terjadinya beberapa kali getaran baik vulkanik maupun tektonik di Gunung Ciremai. Selain itu, ujarnya, saat ini Gunung Ciremai telah memasuki siklus 60 tahunan. "Biasanya dalam kurun waktu 60 tahun telah membuat lapisan magma di kawah terus bertambah sehingga bisa menyebabkan terjadinya letusan". Gunung Ciremai sendiri terakhir kali meletus pada 1938, sehingga sekarang sudah melebihi 60 tahun dan tidak menutup kemungkinan bisa meletus sewaktu-waktu. Karena itu, menurut Didi, petugas yang ada di pos pengamatan Gunung Ciremai terus meningkatkan kewaspadaan. Saat disinggung mengenai perubahan status, Didi mengatakan, untuk peningkatan status mendapatkan persetujuaan dari instansi terkait di atas. "Namun saat ini kondisi Gunung Ciremai masih aktif normal sekalipun telah terjadi beberapa kali getaran. Yang harus kami lakukan saat ini adalah peningkatan kewaspadaan petugas jaga," tutur Didi. (UL/Ol- 03)
