Akangs n' Tetehs,
Waaah gaya euy... Mesir aya kamajuan ;)). Menarik- 2 :D. Taaah kumaha upami di 
urang mah adzan na anu di rekam sora-na Kang Darso atanapi Kang Yayan Jatnika 
atanapi Kang Doel Soembang... atanapi Kang Didin Badzuri tea... supados 
halimpu... teras di pirig ku gamelan sunda :D. Tiap waktu sholat benten jenis 
backsound-na ;)).  Tangtos langkung raos kadanguna :D. Pan sami adzan-2 oge pan 
:D.

Kumaha tah kinten-2na Ide-na Murtad atanapi henteu ;)). 

Salam Azan,
A


Link: http://www.eramuslim.com/berita/int/6502184022-pemerintah-mesir-terapk...

Pemerintah Mesir akan menerapkan kebijakan baru tentang kumandang adzan, 
khususnya untuk kota Kairo. Setelah kebijakan baru ini, setiap waktu sholat 
tiba, suara adzan dipusatkan pada satu muazin saja yang disambungkan ke 4.000 
pengeras suara yang ada di masjid-masjid besar di kota Kairo.

Kebijakan baru itu dibuat karena banyaknya keluhan terhadap suara adzan yang 
saling bersahut-sahutan dari berbagai masjid ketika waktu sholat tiba, dengan 
selisih waktu yang sedikit berbeda-beda, sehingga terdengar bising.

Menteri wakaf Mesir Mahmud Zaqzuq akan menandatangi kontrak pada hari Minggu 
(7/5) untuk menyediakan sekitar 4.000 pesawat penerima agar adzan bisa 
dikumandangkan dalam waktu yang sama oleh masjid yang berbeda-beda.

Rencana untuk sentralisasi kumandang adzan sebenarnya sudah dibicarakan sejak 
tahun 2004 lalu, tapi proyek sentralisasi itu mendapat perlawanan dari kalangan 
konservatif, sehingga pelaksanaannya terhambat.

Mereka yang menyampaikan keluhan, kebanyakan warga yang tinggalnya dekat 
masjid. Sebuah komite kemudian dibentuk untuk mempelajari keluhan itu dan 
membuat proyek sentralisasi adzan, termasuk studi mengenai aspek tekhnik 
implementasinya. Detil mengenai bagaimana para pelaksana proyek tersebut akan 
melakukan tugasnya akan dijelasnya hari mingg mendatang.

Zaqzuq juga akan mengumumkan kapan proyek ini akan mulai dilaksanakan dan 
mengumumkan siapa saja muazin yang memiliki suara indah yang terpilih untuk 
mengumandangkan adzan.

Ia juga menyatakan siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul 
menyangkut legalitas dari proyek tersebut dari perspektif Islam serta alasan 
pemerintah mengenalkan ide itu.

Kementerian agama di Mesir saat ini bertanggung jawab atas sekitar 90 ribu 
masjid dan musholla-musholla yang tersebar di seluruh Mesir. Sekitar 4.000 
masjid berada di wilayah Kairo Raya yang akan menjadi target pertama dari 
kebijakan ini. (ln/middleeastonline 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke