Rafsanjani pimpin majelis Iran
 
        
Akbar Hashemi Rafsanjani
Rafsanjani bergabung dengan Majelis Pakar pada Desember 2006
Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani terpilih sebagai ketua
majelis ulama yang berkuasa, yang bertanggung jawab mengawasi Pemimpin
Tertinggi Iran.

Majelis Pakar memiliki wewenang untuk memecat Pemimpin Tertinggi
negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Rafsanjani akan menggantikan Ayatollah Ali Meshkini, yang meninggal
dunia pada bulan Juli.

Sejumlah laporan mengatakan penunjukan itu memperkuat otorita
Rafsanjani, yang sudah menjadi tokoh berkuasa di dunia politik Iran.

Dia dilihat sebagai tokoh "konservatif yang pragmatis", dan kemenangan
Rafsanjani ini juga akan dilihat sebagai pukulan bagi presiden garis
keras, Mahmoud Ahmadinejad.

Wartawan BBC Jon Leyne di Teheran mengatakan saat ini ada perpecahan
yang nyata di politik Iran antara pendukung Rafsanjani dan pendukung
Ahmadinejad, dan pergulatan kekuasaan yang rumit terjadi di balik layar.

Pergulatan kekuasaan

Sebelum pemungutan suara dilangsungkan secara tertutup, Rafsanjani
ingin menegaskan peran penting badan pengawas itu.

        
 Majelis Pakar harus dilihat sebagai salah satu tonggak utama negara
 
Akbar Hashemi Rafsanjani

"Majelis Pakar harus dilihat sebagai salah satu tonggak utama negara
karena lembaga ini memiliki tanggungjawab untuk memantau kemampuan
pemimpin," katanya.

Setelahnya, para pejabat mengumumkan bahwa Rafsanjani mendapat 41
suara dari majelis yang beranggotakan 86 orang, 11 suara lebih banyak
dari penantang terdekatnya, Ayatollah Ahmed Jannati.

Ayatollah Jannati, ulama konservatif beraliran garis kera yang
memimpin Majelis Wali yang juga berkuasa, sebelumnya menyatakan rasa
tidak senang terhadap kebangkitan karir politik Rafsanjani.

Ayatollah Mohammed Taqi Mesbah-Yazdi, ulama anti pembaharuan yang
dilihat sebagai mentor Presiden Ahmedinejad, berada di tempat ketiga.

Politisi berpengaruh

Rafsanjani adalah tokoh dominan pada politik Iran sejak tahun 1980an.

Dia menjabat sebagai presiden selama dua masa jabatan dari 1989 hinga
1997, setelah sembilan tahun memimpin parlemen Iran di bawah Ayatollah
Khomeini, pendiri republik Iran.

        
Majelis Pakar
Majelis Pakar belum pernah mengecam Pemimpin Tertinggi secara terbuka

Sebagai presiden, Rafsanjani berusaha mendorong pendekatan hubungan
dengan Barat dan Rusia, dan untuk membuat Iran kembali menjadi negara
kuat di kawasan.

Dia juga mendukung reformasi perekonomian yang berlandaskan pasar
bebas dan menentang syariah Islam yang keras.

Dia kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada bulan Juni 2005,
namun meski mendapat suara terbesar pada pemilihan babak pertama, dia
dikalahkan oleh Ahmadinejad pada pemilihan kedua.

Di bulan Desember, Rafsanjani bergabung dengan Majelis Pakar dan
dipilih sebagai wakil ketua majelis itu tidak lama kemudian.

Dia juga memimpin majelis yang menengahi perseteruan antara parlemen
dan Majelis Wali.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/09/070904_iranrafsanjani.shtml

Kirim email ke