Dina TV enjing2 ieu di paar Tradisional Bogor..aya Kikil di
formalin...jajanan barudak/inuman.anu ngangge rodamin..masih marak...kade
aya empe2 ditambihan formalin...mih basah...lauk asin formalin...masih
keneh...kulantaran anu nyampur formalin..sanes Padagang tapi ti
Nalayanna.....

On 9/18/08, Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   17 September, 2008 - Published 08:44 GMT
>
>
> Email kepada teman Versi cetak
> Korban susu formula Cina bertambah
>
>
> Korban susu formula
> Sementara warga marah, mereka melaporkan skandal itu dikabarkan ditahan
> Lebih dari 6.200 bayi jatuh sakit setelah minum susu formula yang
> terbuat dari tepung yang terkontaminasi, menurut Menteri Kesehatan
> Cina Chen Zhu.
>
> Angka itu lima kali lebih tinggi dari yang sebelumnya diumumkan.
>
> Chen mengatakan bayi ketiga meninggal, dan merupakan korban terakhir
> dalam insiden yang terjadi di propinsi Zhejiang, di Cina timur.
>
> Dua puluh dua merek susu bubuk ditemukan mengandung bahan beracun
> melamin, yang ditambahkan agar terlihat susu itu lebih tinggi
> kandungan proteinnya.
>
> Chen mengatakan 6.244 bayi jatuh sakit dan mereka yang didiagnosis
> mengalami "gagal ginjal akut" meningkat menjadi 158.
>
> Kemarahan penduduk
>
> Pemerintah menetapkan kasus keracunan itu sebagai "level satu" dalam
> insiden keselamatan makanan dan membentuk tim darurat untuk menangani
> masalah ini.
>
> Pemerintah Cina berupaya meyakinkan para orangtua bahwa mereka
> mengendalikan suasana, kata wartawan BBC di Beijing, James Reynolds.
>
> Skandal ini memperburuk keyakinan terhadap keselamatan pangan di Cina
> dan banyak orangtua kawatir atas apa yang akan diberi untuk bayi
> mereka, tambahnya.
>
> Penduduk yang marah mengungkapkan kemarahan mereka pada forum
> internet. Sejumlah laporan menyebutkan pemerintah berencana untuk
> meredam mereka yang mencoba melaporkan skandal itu.
>
> Empat orang sejauh ini telah ditahan, dan diperkirakan akan banyak
> lagi penahanan. Dua puluh dua lainnya tengah diperiksa.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke