08 Oktober, 2008 - Published 13:03 GMT
Email kepada teman Versi cetak
Bank sentral potong suku bunga
Pialang di bursa Franfurt, Jerman
Enam bank sentral - termasuk bank sentral Inggris dan Amerika Serikat
- memangkas tingkat suku bunga sebesar setengah persen.
Di Inggris, suku bunga bank sentral, Bank of England, diturunkan
menjadi 4,5% dari 5%.
Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve menurunkan suku bunga
dari 2% menjadi 1,5% dan Bank Sentral Eropa (EBC) memotong suku bunga
menjadi 3,75% dari 4,25%.
Langkah tidak terduga ini diambil untuk menyeimbangkan perekonomian
dunia dan perdagangan bursa saham yang lesu.
Bank sentral Kanada, Swedia dan Swiss juga mengambil langkah yang sama.
Cina juga mengurangi tingkat suku bunga, tetapi sebanyak 0,27%.
Pasar-pasar keuangan Eropa memberikan reaksi positif, dengan
memperbaiki kerugian yang terjadi sebelumnya pada Rabu pagi.
Terakhir kalinya bank sentral Inggris memotong tingkat suku bunga
adalah pada pertemuan istimewa pada tanggal 18 September 2001, di mana
suku bunga diturunkan dari 5% menjadi 4,75%.
'Berani dan tegas'
Pengumuman penurunan suku bunga itu disampaikan beberapa jam setelah
pemerintah Inggris mengungkapkan rencana penyelamatan bagi sektor
perbankan Inggris senilai £50 miliar.
Fakta bahwa bank sentral mengambil langkah ekstrim seperti itu
menggarisbawahi betapa buruk kondisi pasar saat ini
Julian Jessop
Capital Economics
Di Inggris, beberapa lembaga pemberi kredit perumahan langsung
menurunkan suku bunga pinjaman bagi konsumen.
Menanggapi pemotongan suku bunga itu, lembaga manufaktur Inggris, EEF,
menyambut baik "langkah berani dan tegas itu" yang diharapkan bisa
"mengatasi krisis dan melemahnya kepercayaan saat ini".
"Ditambah dengan rencana untuk menyelamatkan sektor perbankan, langkah
terkoordinasi hari ini seharusnya dapat membantu mencegah resesi,"
kata ekonomi kepala EEF, Steve Radley.
Ekonom internasional senior di lembaga ekonomi, Capital Economics,
Julian Jessop, mengatakan pengurangan suku bunga itu akan "setidaknya
memberi dorongan kepercayaan sementara".
Namun dia menambahkan: "Kami khawatir masih banyak yang harus dilakukan."
"Fakta bahwa bank sentral mengambil langkah ekstrim seperti itu
menggarisbawahi betapa buruk kondisi pasar saat ini."
Dia juga memperingatkan bahwa pemotongan suku bunga bukan solusi yang
lengkap, dengan mengatakan bank sentral AS sudah mengurangi suku bunga
dari 5,25% pada bulan September tahun lalu menjadi 2% sebelum
pemotongan lebih lanjut hari Rabu.
Dan pengamat Peter Warburton dari lembaga Economic Perspectives
mengatakan pemangkasan suku bunga itu "dibenarkan oleh dalamnya krisis
ekonomi yang dihadapi Inggris saat ini".
"Pemerintah dan bank sentral Inggris mengambil waktu terlalu lama
untuk mengakui skala ancaman dari krisis kredit pinjaman ini," tambahnya.
Federal Reserve mengatakan pihaknya mengambil tindakan "setelah
mendapat bukti yang mengacu pada melemahnya kegiatan ekonomi dan untuk
mengurangi tekanan inflasi".
Bank sentral Jepang, meski memberi "dukungan kuat" bagi kebijakan yang
diambil secara bersama oleh sejumlah negara untuk mengurangi suku
bunga sebesar 0,5%, mengatakan pihaknya tidak akan memotong suku bunga.