Hanjakal teu keuna euy.... mun keuna pasti jadi rame tah! :)))R
14 Desember, 2008 - Published 20:09 GMT
Email kepada teman Versi cetak
Bush dilempar sepatu di Irak
Presiden Bush dan PM Maliki
Kunjungan mendadak oleh Presiden Amerika George W Bush ke Irak
dibayangi oleh sebuah insiden dimana Bush dilempar dua sepatu dalam
acara jumpa pers.
Seorang wartawan Irak diamankan oleh para pengawal setelah dia
memanggil Bush "seekor anjing" dan melempar sepatunya, namun tidak
mengenai presiden.
Sol sepatu dianggap sebagai hinaan terburuk dalam budaya Arab.
Selama perjalanan itu, Bush dan Perdana Menteri Irak Nouri Maliki
menanda tangani kesepakatan keamanan baru antara kedua negara.
Pakta itu menyebutkan bahwa pasukan Amerika akan meninggalkan Irak
tahun 2011, delapan tahun setelah penyerbuan tahun 2003 yang menjadi
bagian menentukan bagi jabatan kepresidenan Bush.
Berbicara lima minggu sebelum Presiden Bush menyerahkan kekuasaan
kepada Barack Obama, Bush juga mengatakan perang di Irak belum
berakhir dan masih banyak tugas yang harus dilakukan.
Lawatannya yang tidak diumumkan itu dilakukan sehari setelah Menteri
Pertahanan Amerika Robert Gates mengatakan kepada pasukan Amerika
bahwa misi Irak berada dalam "tahap akhir".
"Ukuran nomor 10"
Ditengah jumpa pers bersama PM Maliki, seorang wartawan berdiri dan
berteriak, "ini tanda perpisahan dari rakyat Irak, anjing," dan
kemudian melempar sepasang sepatunya ke arah Presiden Bush, lemparan
itu sedikit meleset.
"Yang bisa saya katakan adalah, sepatu itu nomor 10," canda Presiden
Bush setelah insiden, seperti dilaporkan kantor berita Associated
Press.
Pelempar sepatu kemudian dibawa pergi oleh para pengawal dan jumpa
pers dilanjutkan.
Para wartawan menyebut insiden itu sebagai insiden simbolik.
Rakyat Irak lazim melempar sepatu dan sejumlah orang menggunakan
sepatu untuk memukuli patung Saddam Hussein di Baghdad setelah dia
digulingkan.
'Keamanan Amerika'
Tempat pertama yang dikunjungi Bush setelah tiba di Irak adalah istana
presiden di Zona Hijau yang dijaga ketat, dimana dia mengadakan
pertemuan dengan Presiden Jalal Talabani.
"Pekerjaan tidak mudah namun perlu demi keamanan Amerika, harapan Irak
dan keamanan dunia," kata Bush dalam pembicaraannya dengan Presiden
Talabani.
Presiden Irak menyebut Bush "kawan baik bagi rakyat Irak, yang
membantu kami membebaskan negara kami."
Wartawan BBC Humphrey Hawksley di Bagdad mengataka, masalah penting
saat ini adalah bagaimana tepatnya pasukan Amerika akan ditarik dalam
tiga tahun kedepan dan negara Irak seperti apa yang akan mereka
tinggalkan.
Media massa Amerika menerbitkan rincian laporan pemerintah Amerika
yang mengatakan proses pembangunan kembali pasca penyerbuan Irak
dilumpuhkan oleh perang birokratik dan ketidakpedulian terhadap elemen
mendasar masyarakat Irak.